Isekai Create Skill

Isekai Create Skill
Chapter 28: Sebuah Kematian Teman Baik


__ADS_3

"Ya renungkan kesalahan mu, Yang cukup fatal ini dan untuk permintaan maaf mu kepada Kazeo mungkin sudah terlambat karena dia sudah Meninggal dan sudah pergi jauh disana dan tidak akan pernah kembali lagi jadi doakan saja supaya dia tenang di sana"


"Itu hal, Yang membuat ku termenung aku sangat merasa bersalah dengannya andaikan kita bisa bertemu Kazeo aku berjanji akan merubah sikap ku"


"Ya semoga saja itu terjadi"


Di tempat Kazeo


Saat ini Kazeo berada di ruang perawatan kerajaan karena mereka takut Kazeo mengalami luka pada bagian dalam tubuhnya


"Bagaimana, Apakah dia baik-baik saja"


"Ya dia baik-baik saja, Dia cuma kelelahan saja dan tak lama lagi dia akan bangun tunggu saja"


"Baiklah kalau begitu aku akan disini untuk menemaninya"Ucap Fiana


"Kalau begitu, Aku pergi keluar dulu tuan Putri jika terjadi sesuatu silahkan panggil saya lagi"


"Baiklah aku mengerti"


Dan setelah Healer kerajaan pergi Fiana memutuskan untuk duduk mendekati Kazeo dan melihat wajahnya


Dan tiba-tiba


"Hacchoooo"


Tiba tiba Kazeo merasa ada yang sedang membicarakannya dan bersin tepat mengenai bahu Fiana


"Kazeooooo Bakaaaaaaaaa"


Plaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk


Dan tamparan keras mengenai pipi kanannya


"Woi, Siapa yang menampar ku dan dimana ini"Ucap Kazeo dengan agak keras


"itu aku, Kenapa gak terima kah jika tidak ayo kita bertarung"Ucap Fiana


Dan setelah Kazeo bangun dari terjatuh nya dia melihat Fiana dengan tatapan tajam sambil berdiri


"Apa yang kau lakukan dan ada dimana ini"


"Kau berada, Di ruang perawatan di istana bodoh karena kau pingsan di ruang ganti Arena dan aku memabwa mu kemari untuk mendapatkan perawatan karena kupikir kau mengalami luka dalam yang sangat parah"


"Aku baik-baik saja, Dan aku bahkan tidak terluka sedikitpun jadi tidak perlu khawatir"


"Syukurlah kalau begitu"


"Apa kau khawatir dengan keadaan ku"


"Ti-Tidak"Sambil memalingkan wajahnya yang memerah


"Aku tidak percaya itu, Dan untuk taruhannya yang kau janjikan itu kita bicarakan nanti saja dan aku lupa satu hal"


"Apa itu"


"Aku sudah berjanji padamu, Untuk mengganti Dagger buruk mu itu jadi Dagger seperti apa yang kau inginkan"

__ADS_1


"A-Aku ingin Dagger, Yang mempunyai ketahanan sihir api dan Air karena Dagger lama ku tidak mampu untuk menahan kekuatan yang ku keluarkan"


"Mudah saja"


Dan dengan Diam diam Kazeo membuat sebuah Dagger dari skill Create nya dan menyimpannya di Inventory


"Red bangunlah"


"(Ada apa Master apakah ada hal penting)"


"Bisakah, Kau membagi Kekuatan mu 1/4 ke dalam Dagger yang ku buat tadi"


"(Tentu saja bisa tapi untuk apa)"


"Karena, Aku ingin Fiana bisa menggunakan Kekuatan mu sedikit"


"(Bisa saja sih master tapi apa tujuannya)"


"Aku merasa, Fiana akan menjadi kuat di masa depan dan aku ingin kau membimbingnya agar tidak jatuh dalam lubang kehancuran"


"(Oke aku mengerti, Tapi ini pertama dan terakhir kalinya aku berbuat ini jika di masa depan master menginginkan hal ini lagi maaf aku tidak bisa)"


"Oke aku mengerti"


Dan dengan segera Kazeo mengeluarkan Dagger itu dan Dagger itu Berwarna Merah Darah Sama persis Seperti Katana Merah Darah nya karena Red sudah menyalurkan sedikit kekuatan nya pada Dagger itu dan sontak hal itu membuat Fiana terkejut juga bertanya tanya kenapa bisa begitu.


"Ke-Kenapa, Warnanya Merah Darah Sama seperti Senjata yang kau gunakan"


"Sebenarnya, Jiwa Great Dragon yang tersimpan di Pedang ku dan Bersumpah Setia untuk ku memberikan sedikit kemampuannya ke Dagger ini"


"Lalu, Bagaimana caranya"


Dan dengan segera Fiana menuruti perkataannya


"(Halo apakah kau Putri Fiana)"


"Si-Siapa K-K-KAU"


"(Tidak usah takut, Aku Red Sang Great Dragon Yang kalian Lawan Beberapa Waktu yang lalu)"


"Mu-Mustahil, B-Bagaimana B-Bisa K-K-Kau A-Ada"


"(Sebelum Aku mati, Aku sudah memindahkan jiwaku kedalam Pedang milik Kazeo dan bersumpah setia padanya dia juga memintaku untuk membagi Kekuatan ku untuk mu jadi berterimakasih lah kepada Kazeo dan mulai sekarang aku akan menjadi partner mu juga)"


"B-Baik"


"(Tidak usah takut dengan ku, Aku tidak akan menyakiti mu mulai sekarang karena kita berteman dan jika kau mengalami kesusahan aku akan membantu mu sesuai perintah Tuan Ku Kazeo)"


"Bagaimana apakah kau sudah percaya"Tanya Kazeo


"T-Tentu ini masih mengejutkan ku apakah kau yakin memberikan ini"


"Aku sangat yakin, Karena tak selamanya juga aku akan tetap bersama mu karena setelah ini aku akan melanjutkan perjalanan ku"


"Terimakasih banyak, Atas semuanya yang kau berikan padaku"


Dan dengan segera Fiana memeluk Kazeo dengan erat sebagai ucapan terimakasih

__ADS_1


"Tidak usah dipikirkan, Dan Dagger ini bisa berubah wujud menjadi Panah Yang Sangat mengerikan jika kau gunakan maka gunakanlah itu jika keadaan mu terdesak saja jika kau ingin menggunakan nya kau harus meminta izin pada Red dahulu dan panah itu tidak memerlukan anak panah karena itu hanya membutuhkan Mana saja sebagai bilahnya"


"Baik aku mengerti aku akan menjaga pemberian mu ini"


"Dan satu lagi, Tingkat kekerasan dan ketajaman Dagger ini sudah menyamai Katana ku walaupun masih tajam Katana ku tapi itu sudah bisa memotong Apapun yang ada di dunia ini dalam sekali ayunan"


"Terimakasih aku sangat senang"


"Dan bisakah, Kau melepaskan pelukan mu karena buah melon kembar mu terlalu tertekan kearah ku dan itu membuat ku hampir melayang ke surga"Ucap Kazeo


"Dasar Orang Mesum"


Dan dengan segera Fiana melepaskan pelukannya dari Kazeo dan dengan segera Fiana langsung Mencium Kazeo tepat di bibirnya dan sontak hal itu membuat Kazeo semakin Terkejut dengan apa yang dilakukan Fiana


Di tempat lain


Setelah keluar dari sekolahnya Tokugawa berlari dengan cepat menuju ke taman yang telah di beritahukan guru-gurunya dan sesampainya di sana Tokugawa menetes kan air matanya dan berlari menerobos semua orang yang berkumpul di tempat itu. Dan terlihat pula ada polisi yang tengah berjaga di tempat itu dan terlihat pula ada seorang pemuda tergeletak tak bergerak dengan di tutupi dengan jas hujan dan hanya bisa memperlihatkan tangan kanannya dan tas sekolahnya yang berada tak jauh dari tempat kejadian dan hal yang lebih mengejutkan Tokugawa adalah dia melihat headphone yang setiap saat selalu dia bawa rusak parah


"Nak, Kau tidak boleh mendekat lebih dekat lagi" Bentak seorang polisi di tempat itu


"Maaf pak, Tapi dia teman saya pak bisakah saya melihat nya"


"Maaf nak tidak bisa"


Tanpa mempedulikan kata-kata polisi itu dengan cepat Tokugawa berlari dan membuka jas hujan yang menutupi nya setelah melihat hal itu sontak membuat Tokugawa Menangis dan terjatuh karena tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya Dan di tempat itu Kazeo terbaring tak bernyawa dengan senyum di wajahnya dengan darah menutupi hampir semua badannya.


"Maafkan diriku teman, Aku tidak bisa membantu atau menolong mu tadi dan semoga kau bisa tenang di alam sana dan semoga saja kita bisa bertemu lagi jika ada kesempatan"


Tak berselang lama datanglah orang tua Kazeo dengan tangis kesedihan di mata mereka


"Tokugawa apakah itu kau"


"Benar Bu, Ini saya Tokugawa dan aku minta maaf karena belum bisa menjadi teman yang baik buat Kazeo anak ibu"


"Jangan seperti itu, Kau sudah menjadi teman Kazeo yang baik aku sangat berterimakasih kepada mu dan aku meminta maaf jika selama hidup Kazeo pernah berbuat salah kepada mu dan tolong sampaikan permintaan maaf ku kepada teman-teman Kazeo yang lainnya jika Kazeo mempunyai kesalahan tolong di maafkan dan kita doakan juga antar kepergian Kazeo dengan lapang dada saja mungkin ini sudah takdir dari yang mengatur kehidupan semoga saja dia bisa tenang disana"


"Tentu, Aku akan menyampaikan permintaan maaf yang ibu berikan"


"Jangan bersedih Begitu, Nak Tokugawa jika kau bersedih seperti itu Kazeo tidak akan bisa tenang disana kita sama-sama kehilangan orang yang sangat berarti bagi kita dan jangan sampai kepergian nya terganggu karena kita belum bisa melepaskan nya"Ucap Ayahnya


"Baik Pak, Aku mengerti jika begitu izinkan saya memiliki headphone milik anak bapak sebagai kenang-kenangan berharga saya"


"Silahkan, Tapi janji dengan bapak jaga baik-baik itu"


"Tentu"


Dan dengan segera Tokugawa mengambil headphone kesayangan milik Kazeo dan berjalan keluar dari kerumunan


"Saya pamit dulu bapak ibu, Selaku orang tua Kazeo karena aku harus kembali lagi ke sekolah untuk menyampaikan pesan permintaan maaf Kazeo"


"Tentu Nak silahkan"


Dan dengan berat hati Tokugawa pergi berjalan kembali ke sekolah nya dengan tatapan kosong dan mengingat kenangan bersama teman baiknya Kazeo.


***Jika ada salah kata atau kata-kata nya gak nyambung atau gak enak di baca silahkan komen di bawah biar saya perbaiki Oke dan jangan lupa untuk Like jika kalian suka dengan cerita ini terimakasih


Enjoy For Reading

__ADS_1


Salam kenal dari saya Author***


__ADS_2