Isemono ~isekai Monogatari~

Isemono ~isekai Monogatari~
16


__ADS_3

Dan kami akhirnya langsung menuju ke tempat dungeon itu berada. Dungeon itu memiliki ketinggian 300 meter di atas permukaan laut dan memiliki gerbang yang sangat besar.


“Wuah besar sekali. Besar nya saja sudah segini apalagi dalam nya. Pasti sangat luas.”


“Yoichi aku kan sudah bilang padamu lebih baik kita pulang saja ya? Aku benar- benar tidak mau mati di tempat seperti ini”


“Kau ini melihat gerbang nya saja sudah berkecil hati apalagi masuk ke dalam dasar penakut. Lagi pula aku kan punya kekuatan sihir dan ksatria suci, sedangkan kau punya kekuatan ksatria suci yang lebih hebat dari ku. Jadi untuk apa kau takut, jangan sia- siakan pelatihan kita salama ini!”


“Iya iya ya sudah ayo kita langsung masuk ke dalam.”

__ADS_1


Aku dan tsukishi pun langsung mencoba mendekati gerbang dan menyentuh pintu gerbang yang menyerupai cermin besar berwarna hitam.


Lalu kami menyentuh pintu itu dan terseret kedalam dungeon Barun ini. Kami melihat hal- hal yang belum pernh kami lihat sebelum nya, lalu ada cahaya yang sangat terang dan tiba- tiba kami sudah ada di dalam dungeon barun.


Di dalam dungeon kita melihat pemandangan membentang indah dan banyak monster- monster buas dan mengerikan yang ada di sana. Dan di dalam masing- masing dungeon ini memiliki isi dan ciri khas dungeon masing- masing.


“Hebat benar- benar menakjubkan, monster nya juga terlihat lumayan kuat. Ayo kita langsung menelusuri dungeon ini dan segera menuju ke ruang tahta (harta).”


“Iya benar itu memang tengkorak, tapi rasa nya aku mulai menjadi takut nih gara- gara tertular kau Tsukishi, kita harus maju perlaham sambil mengendap- endap. Seperti nya dungeon ini memiliki empat sesi atau empat ruang, tiga ruang adalah ruang atau rintangan yang harus kita lewati dan ruang keempat adalah ruang tahta (harta)”

__ADS_1


“Oh begitu ya, jadi kita masih ada di sesi pertama. Tapi kita hanya tinggal menuju ke pintu di depan sana itu kan.”


“Iya benar sekali Tsukishi dan tenang saja aku punya rencana yang hebat.”


“Rencana apa memang, apa tak apa bila aku mengikuti rencanamu? Aku jadi merasa tambah takut nih.”


“Sudah diamlah, sekarang kau berpegangan pada ku saja lalu kita melompat ke jurang itu dan aku gunakan sihir angin ku untuk terbang dan ku gunakan sihir bayangan ku untuk menghilangkan hawa keberadaan kita. Jadi monster- monster itu tidak akan merasakan keberadaan kita.”


“Baiklah aku ikuti kata- katamu saja, ngomong- omong sihir yang bisa kau gunakan berapa Yoichi?”

__ADS_1


“Ada tiga, yaitu sihir api, sihir angin, dan sihir bayangan. Jadi setelah itu jika sudah ketahuan oleh para monster aku akan gunakan sihir api ku agar kita langsung meluncur menuju ke gerbang di depan sana.”


“Oh menggunakan sihir angin untuk terbang di atas jurang lalu menggunakan sihir bayangan untuk menghilangkan hawa keberadaan dan yang terakhir menggunakan sihir api untuk langsung meluncur ke gerbang, rencana yang bagus baiklah tidak ada pilihan lain ayo kita lakukan.”


__ADS_2