Isemono ~isekai Monogatari~

Isemono ~isekai Monogatari~
28


__ADS_3

Disaat matahari sudah hampir berada di atas kepala kita. Kita langsung berangkat menuju ke rumah berhantu itu. Dan seperti sebelumnya kita dihadang oleh banuak sekali monster.


"Yoichi bagaimana ini, apakah kita jalankan sesuai rencana?" kata Tsukishi


"Kita tidak ada pilihan lain bukan" kata Tifa


"Tapi... Apakah berhasil..." kata Tsukishi


"Diamlah sebentar, aku tidak bisa konsen. Kan sudah kubilang kalau kalian tidak menyerang duluan maka mereka tidak akan menyerang. Lagipula kita belum tahu kalau belum mencobanya. Baiklah kita jalankan sesuai rencana." kataku


*Note: Kita kembali ke beberapa saat sebelum mereka sampai disana.


Sesaat sebelum pergi ke daerah dungeon rumah berhantu itu. Yoichi, Tsukishi, dan Tifa mencoba memikirkan rencana untuk bisa masuk ke rumah yang konon berhantu itu.


"Bagaimana dengan rencana yang ingin kau bicarakan kemarin?" kata Tsukishi


"Iya aku juga penasaran bagaimana caranya mengalahkan para monster itu." kata Tifa

__ADS_1


"Kita tidak perlu melawan mereka, apalagi mengalahkanya. Aku hanya perlu menggunakan kekuatan jin ku untuk menghilangkan ilusi itu." kataku


"Hmm bukanya kekuatanmu [kebijakan yang pasti] adalah kekuatan imajinasi?" kata Tsukishi


"Iya itu benar, tetapi mungkin ada kesalahan besar. Kekuatanku yang sebenarnya adalah kekuatan kebenaran. Jadi kekuatanku bisa menghilangkan ilusi atau kepalsuan dan sebaliknya kekuatan itu bisa memunculkan kebenaran atau bisa dibilang imajinasi yang benar adanya." kataku


"Imajinasi yang benar adanya? apa maksudmu?" kata Tifa


"Maksudku imajinasi yang memang benar kalau itu pernah aku lihat dan pernah aku mainkan, misal senjata excalibur di game. Tapi kekuatan itu tidak dapat diandalkan karena membutuhkan tingkat kefokusan yang sangat tinggi. Kalau hati dan pikiran ku sedikit sajah goyah maka yang aku imajinasikan bisa gagal." kataku


"Oh aku sudah sedikit paham. Jadi saat menggunakan kekuatan imajinasi, pikiran dan hari kita harus tenang begitu kan. Lalu apa hubungan nya dengan para monster yang ada di rumah berhantu itu?" kata Tsukishi


"Baiklah serahkan saja padaku." kata Tifa


*Note: Sekarang kita kembali ke waktu sebenarnya.


"Tapi... Apakah berhasil..." kata Tsukishi

__ADS_1


"Diamlah sebentar, aku tidak bisa konsen. Kan sudah kubilang kalau kalian tidak menyerang duluan maka mereka tidak akan menyerang. Lagipula kita belum tahu kalau belum mencobanya. Baiklah kita jalankan sesuai rencana." kataku


"Baiklah aku akan menggunakan kekuatan kesembuhan mutlak ku sekarang." Tifa menyentuh punggungku dan mengalirkan energi yang hangat dan sangat menenangkan


"Sekarang giliran ku, aku akan menggunakan seluruh kekuatanku untuk melindungi kalian." kata Tsukishi


"Baiklah bagus, ingat Tsukishi jangan melukai mereka sedikitpun."


"Baiklah"


"Sekarang akan aku mulai. aku akan menjernihkan pikiranku sebentar."


Cara kerjanya seperti ini, aku harus menutup mata dan menjernihkan pikiran. Lalu perlahan membuka mata. Bila penglihatan ku berwarna ungu berarti ada sesuatu kesalahan atau ilusi ataupun kebohongan di sana. Dan aku bisa membaca pikiran orang yang berbohong ataupun menghapuskan ilusi.


"Baiklah akan aku buka mataku."


Saat aku membuka mata, dan ternyata benar berwarna ungu pekat. Yang berarti mereka semua adalah ilusi. Dan aku langsung membuka tanganku dan berusaha untuk menggapai inti daei ilusi tersebut. Layaknya gumpalan benang, aku mencari inti ilusi dari gumpalan yang semacam benang itu.

__ADS_1


"Ketemu!!!" kataku dengan lantang


Lalu semua monster itu hilang seketika dan bahkan rumah berhantu itupun berubah menjadi sebuah gerbang yang hampir sama persis dengan gerbang yang ada di dungeon barun.


__ADS_2