Isemono ~isekai Monogatari~

Isemono ~isekai Monogatari~
27


__ADS_3

Disaat perjalan kami di hutan kematian menuju ke rumah hantu itu. Kamim menemukan hal yang tidak terduga. Disana ada banyak sekali monster yang berkeliaran dan sangat ganas sekali.


"Oy Yoichi, ini kelihatanya sangat susah untuk dilawan." kata Tsukishi


"Benar, apa bisa kita melawan mereka semua?" kata Tifa


"Kalau tidak mencoba mana tahu, ayo kita lawan."


Setelah berjam- jam kita mencoba melawan para monster itu, tetapi memang tidak ada habisnya. Sampai waktu sudah hampir malam dan kita sudah ketinggalan transportasi kereta naga yang terkahir lewar di hutan kematian.


kita tetap berusaha melawan mereka semua walau sudah hampir malam tetapi mereka tetap tidak ada habisnya. Dan kami memutuskan untuk kembali dahulu untuk membuat rencana yang matang.


"Yoichi bagaiman a ini, aku sudah sangat lelah" kata Tsukishi


"Benar, apa kita harus kembali dulu untuk membuat rencana?" kata Tifa


"Baiklah kita mundur dulu, dan kita akan membuat perapian di hutan kematian." rencanaku


Dan pada saat malam hari, kami memutudkan untuk mendiskusikan apa yang sebenanrnya terjadi saat itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu, mengapa para monster disana tidak ada habisnya, padahal kita sudah melawan selama kurang lebih 3 jam lamanya." kata Tsukishi


"Hmm kalau menurutku memang jumlah monster disana yang terlalu banyak, jadi kita terlalu difokuskan oleh para monster itu." kata Tifa

__ADS_1


"Terlalu difokuskan???! oh mungkin saja begitu! Benar sekali kau Tifa, kita terlalu difokuskan dengan para monster itu." kataku


"Apanya yang mungkin saja? apa kau tahu sesuatu Yoichi?" kata Tsukishi


"Apa ucapanku benar? tapi jelaskan pada kami apa yang kau maksud dan apa yang kau pahami." kata Tifa


"Jadi begini... Para monster yang kita lawan itu, semuanya adalah ilusi."


"Apa!!! ilusi katamu!!!" jawab Tifa dan Tsukishi bersamaan.


"Iya benar, aku menyadarinya saat Tifa bilang bahwa kita terlalu difokuskan dengan para monster itu." kataku


"Wah hebat sekali kau Yoichi, hanya dengan kata kunci beberapa kata saja kau sudah paham bahwa para monster itu adalah ilusi." kata Tsukishi


"Game?? apa itu game? Sebenarnya kalian ini siapa? Kalian juga sempat bilang bahwa kalian ingin kembali ke dunia asal, kita kan sudah jadi teman. Tidak ada yang boleh disembunyikan sebagai sesama teman, aku juga sudah menceritakan semua tentangku dan semua yang aku tahu." kata Tifa dengan nada curiga.


"Baiklah nanti setelah masalah rumah hantu ini selesai, akan kami ceritakan segalanya. Lebih baik kita tidur untuk mengistirahatkan tubuh kita. Besok pagi- pagi sekali, mungkin sekitar pukul 4 pagi kita harus bangun dan memikirkan rencana untuk mengalahkan mereka." kataku


"Baiklah, benar kata Yoichi, kita harus menjaga badam kita agar tetap vit dan untuk berjaga- jaga besok saat terjadi sesuatu. kata Tifa


Pagi harinya kami bangun dan mulai mendiskusikan rencana untuk masuk ke rumah hantu itu.


"Yoichi, apa kau punya ide yang bagus untuk melawan mereka? Walaupun kita tahu bahwa mereka itu ilusi tetapi bagaimana cara mengalahkan mereka?" kata Tifa

__ADS_1


"Apa kita langsung menerobos masuk saja?" kata Tsukishi


"Jangan langsung menerobos masuk. Jangan kaget dan dengarkan... Aku rasa rumah hantu itu adalah dungeon."


"Apa!!! dungeon katamu! kalau yang kau bilang itu benar maka disana ada jin dan juga kekuatan jin, begitu?" kata Tsukishi


"Saat kita terkena ilusi itu, bukan tapi saat kita masuk lebih dalam ke hutan kematian saat itulah kita sudah masuk ke wilayah dungeon."


"Kalau yang dikatakan Yoichi itu benar, maka meskipun kita tahu bahwa itu dungeon dan meskipun kita tahu kalau itu ilusi, tetapi dengan monster sebanyak itu. Benar kata Tsukishi bahwa mnerobos masuk langsung adalah yang paling efisien menurutku." kata Tifa


"Tidak, kita tidak boleh langsung menerobos masuk. Karena kalau dugaanku benar kalau itu dungeon maka menerobos masuk adalah hal yang paling gegabah. Meskipub kita berhasil masuk tetapi kita masuk secara paksa dan tidak diundang. Jadi otomatis kemungkinan jin yang ada di dungeon itu akan memberikan kita kekuatan jin akan semakin tipis." kata ku


"Terus apa yang harus kita perbuat? Tidak ada cara lain selain masuk secara paksa." kata Tifa


"Aku sudah punya rencana bagus, nanti jika matahari tepat berada diatas kita. Kita langsung berangkat menuju dungeon itu." kataku


"Berarti kira- kira pukul 12 siang ya, kalau di jepang..." kata Tsukishi


"Ya bisa dibilang begitu." kataku


"Yang terpenting adalah kalian jangan menyerang monster itu, aku rasa kalau monster itu tidak diserang maka mereka juga tidak akan menyerang balik." kataku


"Baiklah kami hanya bisa mengikuti rencana dan katamu saja." kata Tifa

__ADS_1


__ADS_2