
Rumor mengatakan bahwa siapapun yang masuk ke rumah itu tidak ada yang pernah kembali satupun. Dan suatu saat ada seseorang yang berhasil kembali dan menceritakan pengalamanya.
Kata orang itu, dia melihat barang yang berterbangan dengan sendirinya, dan banyak jejak kaki juga ada suara yang lain yang ada di dalam rumah itu. Dan dia pingsan, saat dia bangun dia sudah ada di luar rumah itu.
"Sudah sampai situ saja petunjuk yang aku dapatkan." kataku
"Eh Yoichi lebih baik kita cari petunjuk lain saja yah, mungkin ada yang lebih baik." kata Tsukishi
"Benar apa yang dikatakan Tsukishi, kita cari petunjuk lain saja, yah aku mohon." kata Tifa yang nampaknya ketakutan
"Mau cari petunjuk dimana lagi? kita hanya mendapatkan satu petunjuk itu" kataku
"Baiklah sebelum pergi ke rumah kosong itu kita harus membeli perlengkapan bertarung untuk mu Tifa."
Dan kami sudah sampai ke tempat penjualan senjata dan perlengkapan.
Untuk Tifa yang memiliki kekuatan penyembuh item apa yang cocok ya?, aku masih bingung karena disini tidak ada item untuk healer atau semacamnya.
"Tifa, kira- kira senjata apa yang kau ingin beli?" tanyaku
"Pedang saja bagaimana?" kata Tsukishi
"Hmm, aku sudah punya satu senjata sih."
__ADS_1
"Senjata apa? coba perlihatkan pada kami."
"ini"
Nama senjata ini adalah Seryph, senjata ini berbentuk seperti potongan kayu yang pendek. Yah terlihat seperti potongan kayu biasa tetapi kata Tifa senjata ini konon fobuat oleh seorang dewi.
"Bagaimana kalau senjata pedang yang ringan saja? walaupun daya serang nya tidak seberapa tapi lumayan untuk berjaga- jaga kalau terjadi sesuatu."
"Boleh juga tuh." katabTsukishi
"Permisi, apa disini ada pedang yang ringan yang cocok denganku?" tanya Tifa kepada penjual senjata.
"Hmm!!! Ada lambang kerajaan Endor pada gadis ini. kalau aku buat kesalah nisa tamat nanti." kata penjual pedang dalam hati
"Baiklah aku mau pedang ini, boleh aku coba sebentar?." tanya Tifa
"Silahkan"
Dan Tifa pun akhirnya mecoba pedang itu dan terlihat sangat mahir dalam bermain pedang.
"Wah Tifa, kau jago juga ya dalam bermain pedang." kata Tsukishi
"Iya aku sedikit belajar di kerajaan." jawab Tifa
__ADS_1
"Hmm jadi semacam teknik berpedang kerajaan ya." kataku
"Baiklah aku akan membeli ini, berapa harganya?"
"Aku beri gratis saja, tidak apa- apa."
"Ah tidak bisa begitu, kita kan pembeli jadi harus bayar." kata Tifa
"Tidak perlu, anggap saja pemberianku kepada tuan putri kerajaan."
"Bagaimana kau tau kalau aku tuan putri, padahal aku jarang keluar dari kastil kerajaan."
"Teknik berpedangmu aku merasa pernah liat sebelumnya. dan kalung yang kau pakai itu sudah menunjukan kalau kau putri kerajaan."
"Ah benar juga kalau begitu aku masukan saja kalung ini."
"Baiklah apa semua sudah siap, ayo kita berangkat."
"ayo"
Dan kita berangkat ke rumah kosong itu menggunakan kereta naga.
Tetapi kereta naga itu hanya bisa sampai di hutan kematian saja, karena hutan kematian itu saja sudah berbahaya apalagi lebih dalam lagi darioada hutan kematian.
__ADS_1
Dan kami berjalan kaki dari hutan kematian menuju ke rumah kosong.