
“Mau tanya apa lagi ya??? Tsukishi mukamu seperti ingin menanyakan sesuatu?? Tanyakan saja aku sudah menanyakan semua yang ingin kutanyakan sejak tadi dan kau belum menanyakan apapun sejak tadi.”
“Hmmm…. Apakah kita bisa mengalahkan raja iblis dan para jendral nya??? Entah kenapa aku merasa sangat takut.”
“Pasti kalian bisa mengalahkan jendral bahkan raja iblis sekalipun. Dahulu kala dewi Athena pernah meramalkan sesuatu, kalau tidak salah seperti ini ‘Yang dari dunia lain akan datang untuk mengguncangkan dunia ini, mengalahkan jendral raja iblis, dan membawa pergi mala petaka yang ada di dunia ini’ itu kira- kira yang di katakan dewi Athena saat itu seingatku, jadi tenang saja lah kalian pasti bisa melampaui nya.”
“Iya yah, benar jug katamu, aku di dunia sebelum nya selalu bekerja keras dan keras setiap harinya untuk mendapat uang, tidak seperti kau Yoichi. Terima kasih ya Baal aku jadi sedikit lebih tenang.” Sepertinya Tsukishi agak tenang setelah mendengar perkataan Baal tadi.
Tiba- tiba tubuh Baal memudar dan tembus pandang sepertinya kekuatan nya sudah tak tersisa lagi.
“Cih… sial sampai di sini saja kah. Sepertinya kekuatanku sudah tidak ada lagi, akua da perkataan terakhir untuk kalian dan ini juga sebuah peringatan, raja iblis itu abadi walaupun kau membunuhnya dia tidak akan mati, jadi dia hanya bisa mati di dunia asalnya.”
“Maksudmu dunia yang sama dengan kita?”
“Iya sepertinya begitu tapi yang pertama kalian harus bereskan jendral raja iblis nya dulu baru nanti pasti bisa memancing raja iblis untuk ke dunia kalian dan mengalahkan nya di sana. Dan kalian pasti dapat kembali ke dunia kalian sesuai perkataan ku.”
__ADS_1
“Baiklah terima kasih banyak Baal kau benar- benar sangat membantu kami.”
“Iya sama- sama, sampai jumpa.”
Tubuh Baal lenyap seketika dan tidak ada jejak sedikitpun. Dan cahaya yang besar dan silau ada di depan mata kami, dan secara tiba- tiba kami sudah di luar dungeon.
[Wow] [Hebat] [Keren] [Gila], di depan mata kami banyak orang yang memberi sorakan karena kita telah menaklukan Dungeon Barun. Dan saat kami menoleh kebelakang dungeon Barun menghilang tanpa jejak dan hanya tersisa lahan kosong yang sangat luas.
Setelah itu kami langsung pulang kerumah dan inginlangsung tidur karena sudah sangat capek dan menaklukan dungeon Barun tak kusangka memakan waktu satu minggu tetapi bagiku satu minggu di sana serasa sudah berbulan- bulan di sana.
“ngomong- ngomong tentang baal. Jadi dia benar hanya sebagian kecil dari dewa Baal, benarkan Tsukishi?”
“Iya sepertinya memang betul begitu. Ngomong- ngomong kau sudah kehilangan kekuatan ksatria suci mu juga kan?”
“Kan tadi baal sudah bilang begitu masa kau sudah lupa!”
__ADS_1
“Iya ya maaf, baiklah ayo kita tidur aku sudah sangat capek.”
“Memang itu yang aku inginlakukan dari tadi, ayo tidur.”
Lalu kami tertidur dari hari yang serasa sangat Panjang dan melelahkan itu. Kami tertidur sekitar tiga hari, dan di saat pagi keempat aku ingin mencoba dari kekuatan jin Baal.
“Ayo Tsukishi temani aku unutuk mencoba kekuatan jin, kita sudah tidur selama tiga hari lho, ayo bangunlah!”
“Ah nanti sajalah, aku masih mau tidur lagi. Sebenarnya aku masih mau tidur satu hari lagi.”
“Ayolah temani aku, lagipula kita harus cari kerja lagi dan mendapatkan uang lalu mengalahkan jendral raja bilis dan raja iblis.”
“Kau mengingatkanku saja pada hal yang sangat berat. Ah ya sudahlah ayo kita pergi.”
“Nah gitu dong, baiklah kita akan ke Hutan kematian saja kalau ingin mencoba kakeuatan jin karena di sana tidak ada monster sama sekali.”
__ADS_1