Istiqomah Cintaku

Istiqomah Cintaku
Eps 01


__ADS_3

Hari ini matahari bersinar dengan terik. Hiruk pikuk kota metropolitan begitu terasa. Banyaknya pejalan kaki dan para pengendara yang lalu lalang, serta jalanan yang macet menjadi bukti akan sebuah kota yang menjadi pusat pemerintahan.


"Astaga, semoga saja aku tidak terlambat" kata Jasmine, melihat jam yang berada di pergelangan tangannya.


Saat ini ia sedang berada di dalam sebuah taksi. Sudah setengah jam lebih ia terjebak dalam kemacetan.


"Apakah masih lama Pak?" Tanyanya pada sang sopir taksi. Entah sudah keberapa kalinya ia menanyakan hal yang sama pada orang yang berada di balik kemudi mobil itu.


"Sepertinya sebentar lagi Mbak. Tadi saya lihat korban kecelakaannya sudah di evakuasi oleh pihak kepolisian" jawab sopir taksi.


Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya Jasmine dapat melanjutkan perjalanannya ke Bandara.


Tringg... triringg... ponsel Jasmine terus berdering.


"Assalamualaikum, iya halo" jawab Jasmine pada orang yang berada di seberang telepon.


"............"


"Iya Pak Agus, sebentar lagi saya akan sampai di bandara" Jasmine.


"..........."


"Iya. Waalaikumsalam" Jasmine.


Ternyata orang yang menelpon Jasmine tadi adalah Pak Agus, atasan tempat Jasmine bekerja. Yang menyuruhnya agar secepatnya bisa sampai di Bandara.


Setelah sampai di Bandara, Jasmine langsung berlari menuju waiting room, di mana seluruh tim kerjanya berkumpul.


Dengan tergesa-gesa ia menarik koper miliknya, membelah keramaian yang ada di Bandara itu.


"Huh... huh..., maafkan saya Pak Agus. Tadi di jalan macet" ucap Jasmine ngos-ngosan, berusaha menstabilkan deru napasnya.


"Untung saja kamu tidak terlambat Jasmine" kata Pak Agus, melihat jam yang ada di tangannya.


"Iya. Maafkan saya Pak" kata Jasmine lagi.


"Ya sudah karena semuanya sudah berkumpul sebaiknya kita langsung ke pesawat saja karena sudah waktunya untuk boarding time" kata Pak Agus.


Mereka semua kemudian masuk ke dalam pesawat. Tidak berapa lama, pesawat yang mereka tumpangi lepas landas menuju kota L.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam. Akhirnya, Jasmine beserta seluruh tim kerjanya sampai di kota L.


***


Jasmine merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur hotel, tempat dia dan seluruh rekan kerjanya menginap.


"Capek?" Tanya Kiki pada Jasmine yang tengah berbaring sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Kiki merupakan rekan kerja sekaligus teman sekamar Jasmine.


"Iya. Lumayan capek" jawab Jasmine. Karena tubuhnya memang terasa lelah setelah penerbangan tadi siang.


"Ya sudah. Kalo kamu capek, kamu rebahan aja dulu. Aku mau mandi" ucap Kiki.


"Iya" Jawab Jasmine masih dengan mata terpejam.


Setelah merasa lelahnya sudah mulai hilang, Jasmine lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena tubuhnya sudah terasa sangat lengket dan tidak nyaman.


***


Sementara itu di tempat lain.


"Honey, kapan kamu selesai kerjanya?" Tanya Fania memeluk suaminya dari belakang.


"Iya sayang, sebentar lagi aku selesai kok. Kamu tunggu ya" ucap James tersenyum sambil memegang tangan Fania yang melingkar di lehernya.


"Dari tadi kamu bilang sebentar-sebentar terus. Aku kan udah pengen banget mau main ke pantai" kata Fania cemberut.


Karena sudah sejak tadi ia menunggu suaminya itu untuk menyelesaikan pekerjaannya, tapi pekerjaan suaminya belum selesai-selesai juga.


Merasa istrinya sudah mulai kesal. James langsung mematikan laptopnya dan menarik Fania untuk duduk di pangkuannya.


"Jangan cemberut gitu dong, tambah cantik tau gak" rayu James sambil menarik hidung mancung Fania dengan pelan.


Melihat tingkah istrinya, James hanya mengulum senyumnya.


"Ya sudah, kamu siap-siap dulu gih. Kita pergi ke pantai sekarang" James.


"Benarkah?" Fania.


James menganggukkan kepalanya.


"Yeaayyy.... thank you so much honey. I love you" kata Fania tersenyum bahagia dan mengecup pipi James.


Kemudian ia bangkit dari pangkuan suaminya itu dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya.


James hanya mengelengkan kepalanya saat melihat tingkah istrinya itu, yang kadang memang masih kekanak-kanakan. Tapi itulah yang di sukai James dari Fania. Sifatnya yang manja dan kadang kekanak-kanakan membuatnya jatuh cinta pada Fania.


***


"Apakah semuanya sudah siap?" Tanya Pak Agus.


"Sudah Pak" jawab Jasmine dan semua timnya dengan serempak.


"Baiklah. Jika semuanya sudah siap, mari kita berangkat sekarang" kata Pak Agus.

__ADS_1


Mereka semua kemudian pergi menuju pantai yang paling terkenal di kota L.


Tak butuh waktu lama, mereka semua sampai di pantai paling indah yang ada di kota L, karena jarak antara hotel dan pantai yang memang tidak begitu jauh.


karena keindahan pantainya banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke sana, baik wisatawan lokal maupun manca negara. Mereka semua biasa menghabiskan waktu untuk berkeliling melihat pemandangan atau sekedar menikmati sunset di pagi dan sore hari.


Sesampainya mereka semua di pantai, mereka langsung di suguhkan dengan pemandangan yang sangat indah. Putihnya pasir pantai dan birunya air laut, bisa membuat orang terpesona saat melihatnya.


Jasmine dan seluruh tim kerjanya langsung di sibukkan dengan pometretan untuk peluncuran salah satu produk terbaru dari sebuah perusahaan.


"Wajahnya di angkat sedikit ya Mbak!" Kata Jasmine, pada salah seorang model.


"Oke. Ya bagus"


Cekrek... cekrek...


Jasmine memotret para model, yang sedang berpose sambil memegang sebuah produk perusahaan yang akan di luncurkan.


"Bagaimana hasil fotonya Jasmine?" Tanya Pak Agus.


"Cukup bagus Pak. Tapi sepertinya kita perlu  menambah sedikit pencahayaannya, agar hasil fotonya lebih bagus lagi" kata Jasmine.


"Iya, baiklah. Nanti saya akan suruh Kiki untuk menambah lampu LED nya lagi. Sebaiknya kita istirahat dulu Jasmine" ucap Pak Agus.


"Iya Pak" Jasmine.


"Oke semuanya, sebaiknya kita istirahat dulu sebentar" teriak Pak Agus.


Semua orang langsung menghentikan aktifitasnya dan beristirahat. Termasuk juga Jasmine, dia langsung menyimpan kameranya ke dalam tas khusus untuk kamera. Kemudian dia mengambil kamera yang lebih kecil dan mengantungnya di leher.


Jasmine berencana akan memanfaatkan waktu istirahatnya untuk menyusuri keindahan pantai berpasir putih yang paling terkenal di kota L itu.


Birunya air laut berpadu dengan putihnya pasir pantai yang membentang indah di sepanjang pesisir, membuat mata Jasmine terkagum melihat keindahan itu.


Sungguh Maha suci Allah dengan segala kuasa-Nya, yang telah menciptakan alam semesta dengan begitu indahnya.


Sesekali Jasmine memotret aktifitas para nelayan dan wisatawan yang berada di pantai itu. Lelah berjalan-jalan menyusuri pesisir pantai, Jasmine lalu mendudukkan tubuhnya di atas pasir pantai. Semilar angin pantai menyapu wajah cantiknya. Jasmine duduk dengan termenung. Matanya menerawang jauh menatap ke arah laut.


Jasmine teringat akan masa lalunya 7 tahun yang lalu. Yaitu kenangan terakhirnya bersama orang tuanya, sebelum kedua orang tuanya meninggal karena sebuah kecelakaan mobil yang menimpa mereka.


.


.


.


Jangan lupa buat tinggalin like dan komen kalian di karya Author Ya.🤗💛

__ADS_1


__ADS_2