
Kejadian itu terjadi sepulang mereka dari pantai, setelah merayakan ulang tahun Jasmine yang ke-17 tahun.
Saat itu, mobil yang mereka kendarai di tabrak oleh seseorang dari arah belakang. Menyebabkan mobil mereka oleng dan hampir menabrak seorang pengendara sepeda motor yang ada di depannya. Beruntung sang Ayah dengan cepat langsung membanting stir mobil untuk menghindari sang pengendara sepeda motor. Tapi sayangnya, sebuah truk besar datang dari arah berlawanan dan langsung menabrak mobil mereka dengan sangat keras, mengakibatkan mobil yang mereka tumpangi terseret dan terguling beberapa kali.
Pada saat itu, kedua orang tua Jasmine langsung meninggal di tempat kejadian. Sementara ia dan adik laki-laki satu-satunya selamat dan langsung di larikan ke rumah sakit.
Mengingat semua kejadian itu, tanpa terasa air mata Jasmine jatuh. Ia begitu merindukan kehadiran kedua orang tuanya. Bahkan sampai detik ini suara gelak tawa orang tuanya masih terngiang jelas di ingatan Jasmine. Tetapi apalah daya, sebesar apapun rasa rindu yang Jasmine rasakan, ia tetap tidak akan bisa bertemu kembali dengan kedua orang tuanya dan ternyata Tuhan lebih sayang pada kedua orang tuanya. Hanya doa lah yang selalu Jasmine panjatkan pada yang Maha Kuasa, berharap kedua orang tuanya bahagia di surga sana.
Setelah kepergian ke dua orang tuanya, Jasmine hanya tinggal berdua dengan adik laki-lakinya, yaitu Andika Putra Nahla.
Jasmine menjadi tulang punggung sekaligus orang tua untuk adik laki-lakinya, yang saat itu masih kecil.
Jasmine bekerja keras untuk bisa membesarkan dan membiayai sekolah adiknya. Selama ini ia memanfaatkan bakat untuk menghasilkan uang. Jasmine terus mengasah keterampilannya dalam menggunakan kamera agar hasil foto yang dia dapatkan lebih bernilai seni tinggi. Setelah berlatih terus menerus tanpa rasa lelah, akhirnya semua kerja kerasnya membuahkan hasil. Ia berhasil menjadi seorang fotografer yang cukup handal dan ia juga mendapatkan pekerjaan tetap di sebuah studio foto yang cukup terkenal di kota J.
Tring... tringg....
Suara ponsel membuyarkan lamunan Jasmine. Ia langsung merogoh ponsel yang berada di kantong kemejanya.
"Assalamualaikum, halo"Jasmine
"............."
"Iya Pak. Saya akan segera ke sana" kata Jasmine pada seseorang di seberang telepon.
"............."
"Iya, waalaikumsalam"
Ternyata itu telepon dari Pak Agus, yang menyuruhnya agar cepat kembali untuk melanjutkan pemotretan.
Dengan tergesa-gesa Jasmine bangkit dari tempat duduknya dan langsung berlari kecil menuju tempat pemotretan.
Bruukkk...
"Aawww... aduh..." pekik Jasmine berbarengan dengan seorang wanita
Karena terburu-buru Jasmine tidak sengaja menabrak seorang wanita cantik yang ada di depannya.
__ADS_1
"Maaf maaf, saya gak sengaja. Mbak gak apa-apa kan?" Tanya Jasmine pada wanita cantik itu dan membantunya berdiri.
"Iya, saya gak apa-apa kok" jawabnya sambil tersenyum.
Mata Jasmine kemudian beralih pada Ice cream yang jatuh di atas pasir.
"Yah ice creamnya, saya benar-benar minta maaf Mbak. Saya nggak sengaja" kata Jasmine lagi. Ia benar-benar menyesal karena tidak berhati-hati saat berlari.
Jasmine kemudian mengeluarkan uang lima puluh ribuan dan memberikannya pada wanita cantik itu.
"Eeh tidak perlu di ganti" kata wanita itu menolak saat Jasmine memberinya uang. Ia tahu perempuan di depannya ini tidak sengaja menabrak dirinya.
"Gak papa Mbak, ambil saja. Anggap ini sebagai permintaan maaf dari saya" ucap Jasmine dan menyerahkan uang itu langsung ke tangan wanita itu. Kemudian ia berlalu pergi meninggalkannya.
"Tapi ini benar-benar tidak perlu di ganti" kata sang wanita, tapi terlambat di lihatnya perempuan di depannya sudah berlalu meninggalkannya.
***
"Sayang kamu habis dari mana?" Tanya James saat melihat istrinya.
"Habis beli ice cream buat kamu" jawab Fania.
"Hehehe tadi ice creamnya gak sengaja jatuh di jalan" jawab Fania cengengesan.
Melihat tingkah istrinya itu James hanya tersenyum.
"Ya udah gak papa. Nanti kita beli yang baru lagi" kata James dan Fania hanya menganggukkan kepalanya.
***
Sudah tiga hari, Jasmine beserta seluruh rekan kerjanya berada di kota L dan malam ini merupakan malam terakhir mereka berada di sana.
"Jas temenin aku minum-minum yuk" kata Kiki pada Jasmine yang tengah sibuk memasukkan semua baju ke dalam koper karena besok pagi-pagi sekali mereka semua sudah harus kembali ke kota J.
"Gak ah Ki. Aku males keluar kamar" tolak Jasmine.
"Ayo lah Jas, temenin aku buat minum yah. Ini kan malam terakhir kita di sini" bujuk Kiki.
__ADS_1
"Aku gak mau Ki. Kamu ajak yang lain aja sana" kata Jasmine memberikan solusi.
"Aku udah coba ajak yang lain, tapi mereka semua pada gak mau" ucap Kiki lesu. Pasalnya malam ini dia benar-benar ingin minum, ia ingin menghilangkan stres yang sedang di alaminya saat ini.
"Ayo dong Jas. Kamu kan gak harus pesen minuman kaya aku, kamu bisa pesen minuman yang lain kok. Nanti biar aku deh yang bayarin. Yah, mau yah" bujuk Kiki lagi.
Setelah berpikir, akhirnya Jasmine mengiyakan ajakan Kiki. Rasanya ia tidak tega membiarkan Kiki minum seorang diri dan juga ia takut kalau nanti terjadi sesuatu dengan rekan kerjanya itu jika di biarkan minum sendirian.
"Iya deh aku temenin kamu. Tapi minumnya di restoran hotel ini aja yah" kata Jasmine memberikan penawaran.
"Oke gak papa, yang penting kamu temenin aku minum" kata Kiki.
Sebenarnya Kiki merasa kecewa karena hanya bisa minum di restoran hotel. Tapi pikirnya tidak apa lah yang penting dia bisa minum-minum malam ini.
Jasmine dan Kiki kemudian pergi menuju restoran yang ada di hotel itu.
***
Sementara itu, hotel yang sama di kamar VIP.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya James saat melihat istrinya Fania nampak panik setelah menerima sebuah telepon.
"Maaf honey, sepertinya malam ini aku harus kembali pulang ke kota J"
"Kenapa harus kembali ke kota J? Apa ada masalah?" Tanya James lagi.
"Tadi Pak Uri nelpon, katanya mama ku sakit, aku takut mama kenapa-napa. Jadi, aku harus kembali ke kota J sekarang" kata Fania dengan wajah cemas.
"Baiklah kalau begitu, kita kembali ke Kota J sekarang"
"Jangan honey, kamu di sini saja. Biar aku saja yang kembali ke kota J. Kamu ingat, malam ini kamu ada pertemuan penting dengan seorang klien" kata Fania mengingatkan suaminya akan tujuan mereka di kota L, aitu untuk urusan bisnis sekaligus melakukan bulan madu.
"Iya aku ingat. Tapi aku gak bisa biarin kamu pulang sendirian ke kota J" kata James.
.
.
__ADS_1
.
Kembali lagi Author ingatkan pada para readers agar tidak lupa untuk memberikan like dan meninggalkan komen kalian😍😍😍