Istiqomah Cintaku

Istiqomah Cintaku
Eps 06


__ADS_3

Sepeda motor matic yang di beli Jasmine dengan uang hasil kerja kerasnya di gunakan oleh Andi untuk pergi ke sekolah.


Andi memang selalu menawarkan diri untuk mengantarnya pergi bekerja. Namun Jasmine selalu menolak di antar oleh Andi, ia tidak ingin adiknya itu terlambat ke sekolah hanya untuk mengantar dirinya bekerja karena jalan menuju studio tempat Jasmine bekerja berlawanan arah dengan jalan ke sekolah Andi. Jadi, jika Andi mengantar jasmine pergi bekerja kemungkinan besar Andi bisa terlambat pergi ke sekolah karena harus menempuh dua kali lipat perjalanan agar bisa sampai di sekolah. Oleh karena itu, Jasmine selalu naik angkutan umum atau bus ketika pergi ke studio.


"Hai Jas, udah mau berangkat kerja ya?" Tanya seorang lelaki tampan saat Jasmine lewat di depan rumahnya. Dia adalah Aji Ferdian, tetangga Jasmine.


"Iya" jawab Jasmine.


Aji lalu menghampiri Jasmine dengan menaiki motor gedenya.


"Ayo naik, biar aku antar. Sekalian aku juga mau berangkat kerja" tawar Aji. Tidak hanya memiliki wajah yang tampan tapi Aji juga pemuda yang sangat baik.


Aji memang kerap kali menawarkan diri untuk mengantar Jasmine ke studio, namun Jasmine selalu menolak tawaran Aji dengan berbagai alasan.


"Makasih Ji. Tapi Aku naik bus di depan saja" Tolak Jasmine, sebenarnya ia juga tidak tega jika terus-terusan menolak niat baik Aji. Tetapi Jasmine juga merasa tidak enak jika ia harus merepotkan tetanganya itu.


Wajah Aji terlihat kecewa, tapi dengan cepat ia merubah ekspresinya wajahnya kembali seperti semula. Ini sudah kesekian kalinya Jasmine menolak niat baiknya. Ia tidak tahu pasti apa yang membuat Jasmine selalu menolak bantuan darinya.


"Ayo lah Jas, tempat kerja kamu sama tempat kerja aku kan searah. Di dalam bus itu sumpek, nanti cantiknya ilang loh" kata Aji menggoda Jasmine. "Jadi lebih baik kamu ikut aku biar aku antar ke studio". Kata Aji lagi.


Jalan menuju studio tempat Jasmine bekerja memang searah dengan kantor tempat Aji bekerja. Jadi tidak masalah jika Aji mengantar Jasmine karena ia tidak akan terlambat untuk ke kantor karena tempat kerja mereka searah


Aji sudah menyukai Jasmine sejak SMA. Tapi perasaannya itu hanya bisa ia sembunyikan, tanpa bisa ia ungkapkan. Dulu ia memang pernah mengungkapkan perasaannya pada Jasmine, tepatnya setelah acara kelulusan SMA mereka. Aji mengungkapkan perasaannya pada Jasmine, jika selama ini ia mencintainya.


Tapi sayang harapannya tidak sesuai dengan kenyataan ternyata Jasmine menolak perasaannya. Padahal Aji adalah pemuda yang baik dan wajahnya pun juga tampan. Tetapi tetap saja Jasmine menolak untuk menjadi pacarnya.


Aji sangat kecewa ketika Jasmine menolak perasaannya, tapi ia berusaha menerima semuanya dengan hati yang besar. Walaupun mendapat penolakan dari Jasmine tetapi ia tetap tidak membenci wanita yang di cintainya itu. Bagi Aji mungkin saat itu Jasmine ingin fokus melanjutkan sekolahnya sehingga dia tidak ingin menjalin hubungan spesial dengan seorang pria.

__ADS_1


Sementara Jasmine hanya tersenyum mendengar godaan Aji.


Di saat mereka sedang mengobrol, seorang wanita paruh baya tiba-tiba saja keluar dari rumah dan langsung menghampiri Aji dan Jasmine.


"Kamu belum berangkat ke kantor Ji. Ibu kira kamu udah berangkat dari tadi" kata wanita paruh baya tersebut, ketika sampai di depan Aji dan Jasmine.


Wanita itu adalah ibu dari Aji, yang bernama bu Sapnah.


"Iya Bu, ini Aji udah mau berangkat kok. Ayo naik Jas, biar aku antar kamu ke studio" kata Aji.


Mata Bu Sapnah lalu beralih pada Jasmine yang ada di depannya dan menatapnya dengan raut wajah tak suka.


"Pagi Bu Sapnah" sapa Jasmine ramah dengan senyum yang terukir indah di wajah cantiknya.


"Eemm pagi" jawab Bu Sapnah dengan nada malas.


Jasmine hanya tersenyum mendengar jawaban Bu Sapnah yang ogah-ogahan membalas sapaannya. Tapi Jasmine tidak ambil hati dengan itu, ia sudah terbiasa dengan sikap Bu Sapnah yang kadang acuh pada dirinya. Entah alasan apa? Jasmine pun tidak tahu dengan pasti penyebab Bu Sapnah tidak menyukai dirinya. Tapi itu juga tidak menjadi masalah untuknya, baginya yang terpenting adalah ia sudah berusaha untuk bersikap baik pada semua orang.


"Gak usah A..." belum sempat Jasmine menyelesaikan kata-katanya sudah di potong oleh Bu Sapnah.


"Ngapain kamu pakai nganterin dia kerja? Dia kan bisa naik bus atau taksi. Udah sana Ji mending kamu berangkat sekarang, nanti telat lagi" kata Bu Sapnah saat mendengar Aji akan mengantar Jasmine.


"Tempat kerja Aji sama Jasmine kan searah Bu. Jadi sekalian aja Aji antar jasmine, dari pada harus naik bus dan berdesak-desakan sama orang dan juga naik taksi kan biayanya mahal Bu. Jadi, kenapa gak sekalian berangkat sama Aji saja biar gratis" kata Aji tetap pada pendiriannya ingin mengantar Jasmine.


Jasmine hanya diam mendengar perdebatan antara ibu dan anak itu. Ia tidak ingin ikut campur dan membuat masalah menjadi semakin rumit.


Tidak ingin membuat ibu dan anak itu bertengkar karena dirinya, Jasmine memilih mengalah.

__ADS_1


"Udah Ji, gak papa. Benar kata Bu Sapnah, aku naik bus saja" kata Jasmine, ia memang tidak berniat untuk menerima ajakan Aji. Ia lebih lebih suka naik angkutan umum di bandingkan harus di antar oleh Aji.


"Tapi Jas" kata Aji. Ia merasa tidak enak hati terhadap Jasmine karena ibunya secara terangan-terangan menunjukkan sikap tidak sukanya pada wanita yang di cintainya itu.


Jasmine tersenyum, ia tahu Aji pasti merasa bersalah padanya.


"Gak papa kok Ji. Aku duluan ya Ji, Bu sapnah. Assalamualaikum" kata Jasmine dan langsung pergi menuju halte bus.


"Waalaikumsalam" jawab Aji.


Sementara Bu Sapnah hanya acuh tidak menjawab salam dari Jasmine.


"Tuh kan sudah ibu bilang, dia itu bisa berangkat kerja sendiri. Jadi kamu tidak perlu repot-repot nganter dia" kata Bu Sapnah setelah Jasmine pergi dari sana.


"Bu, ibu seharusnya gak boleh bersikap kaya gitu sama Jasmine. Itu gak baik Bu" kata Aji. Ia merasa sikap ibunya sudah sangat keterlaluan.


"Udah kamu gak usah pakai nasehatin ibu segala, ibu tahu kok apa yang harus ibu lalukan. Mending sekarang kamu berangkat ke kantor, nanti kamu telat" kata Bu Sapnah.


"Iya. Aji berangkat sekarang ya Bu. Assalamualaikum" kata Aji dan langsung pergi ke kantor.


"Waalaikumsalam" jawab Bu Sapnah, setelah melihat kepergian Aji, Bu Sapnah langsung masuk kembali ke dalam rumah.


***


Sementara itu di kediaman keluarga Kusuma, semua orang terlihat menikmati sarapan pagi ini.


"Bagaimana Fania? Apakah sudah ada kabar baik untuk kita semua?" Tanya Wulan ibu dari James Grico Kusuma, sekaligus mertua dari Fania Olivia. Maksud wulan dengan kabar baik adalah kehadiran anggota baru di keluarga mereka yaitu kabar kehamilan Fania.

__ADS_1


"Maafkan aku Ma, aku masih belum hamil" kata Fania tertunduk sedih. Ia merasa sangat bersalah karena sebagai satu-satunya menantu di rumah itu, ia belum bisa memberikan seorang anak.


Hai! Hai! Para readers jangan lupa buat like dan komennya ya😁


__ADS_2