
Banyak orang berlalu lalang , mereka sibuk dengan urusan masing-masing .
“ Setelah ini kita mau kemana ?” Tanya Zevia , dia tidak bisa kembali ke rumah tanpa izin suaminya , di tambah dirinya baru saja di usir , dan tidak boleh kembali kecuali suaminya menyuruhnya untuk pulang .
“ Loe gak punya rumah ?” Pertanyaan yg seakan membuat dunia Zevia runtuh , dia memang belum punya rumah , jangan kan rumah , bahkan kandang ayam pun dia tidak punya .
“ Emm , aku tidak punya rumah , apa lagi aku baru di usir dari rumah suamiku “ dengan rasa malu Zee berkata yg sebenarnya pada sahabat nya . perkataan Zee membuat Rena kaget , dia tidak tau kalau wanita yg bersamanya ternyata sudah menikah , dan yg membuat dirinya heran , kenapa suaminya tega mengusir istrinya sendiri .
“ Apa loe mau ikut ke rumah gw ?” Zevia melirik sekilas ke arah sahabatnya itu , jika dia bisa dia akan menolak , tapi dirinya juga bingung harus tidur di mana , apalagi ini sudah hampir pagi .
Zevia hanya mengangguk , ia tidak tau harus kemana , melangkah tanpa arah itu melelahkan .
“ Baiklah ,, habis ini loe ikut gw pulang “ . Karena tidak menerima jawaban dari Zee , Rena pun berniat ingin mengajak Zee pulang ke rumah nya .
Mereka berdua kini sedang di klinik terdekat . Karena dari tadi Zee tidak berhenti mengoceh menyuruh sahabatnya itu untuk ke rumah sakit . Awalnya Rena menolak , tapi karena Zee kekeh akhirnya dia pun mengiyakan permintaan sahabat nya itu untuk ke rumah sakit .
Jarak mereka ke rumah sakit cukup jauh . Untung nya ada sebuah klinik yg buka 24 jam .
__ADS_1
“ Hufttt ,, badan ku rasanya lelah , kalo Nana sendiri lelah gak ?” Zevia spontan memanggil nama Rena dengan sebutan Nana , Dan itu membuat Rena terkejut lalu tersenyum , pasalnya tidak ada yg memanggil dirinya Nana kecuali Neneknya yg sudah meninggal .
“ ayo kita bayar administrasinya , terus kita pulang“ Rena begitu senang , ternyata Tuhan mengirimkan sosok yg sama persis seperti neneknya , penyayang , dan perhatian .
Walaupun mereka baru saling kenal , Rena yakin bahwa Zevia adalah sosok wanita penyayang . jika tidak , mana mungkin dia mau membantu orang Asing yg tidak dia kenal .
Setelah mereka selesai membayar administrasi rumah sakit , mereka berdua melangkahkan kakinya keluar menuju jalan raya .
Dua wanita itu tengah asik mengobrol di sepanjang jalan , menceritakan tentang kehidupan masing-masing , hingga ke rana yg lebih pribadi .
Setelah berjalan cukup jauh , akhirnya mereka tiba di sebuah gedung apartemen yg sedikit kotor dan tak layak di tempati .
“ hey ayo , mau masuk gak ? Apa mau jadi patung di sini ?” Rena sedikit kesal , sebab dari tadi dirinya di abaikan karena sahabatnya sibuk dengan dunianya sendiri .
“ ehhh ,, emm ayo masuk “ Zevia dengan gugup mengikuti langkah kaki Rena menuju lift yg ada di gedung itu .
Lantai 3 di pintu paling ujung , di sanalah tempat tinggal Rena . Mereka berdua masuk ke ka dalam apartemen dengan diam tanpa ada yg bersuara . Setelah masuk ke dalam , lagi dan lagi , Zevia di buat takjub , jika dari luar biasa saja , maka berbeda saat masuk ke dalam apartemen itu . Ruangan yg bernuansa modern , dengan lampu gantung yg indah , sofa yg tertata rapih , dan di pojok ruangan ada sebuah piano yg seperti nya itu milik Rena .
__ADS_1
Setahu dia jika apartemen ini bisa di bilang jarang sekali ada yg tinggal di tempat ini , karena menurut mereka ini kurang layak . Namun berbeda dengan apa yg di lihat Zee , dia begitu takjub saat masuk ke dalam apartemen sahabatnya .
Sangat jauh berbeda dengan apa yg ia dengar dari masyarakat maupun di Google . Justru dirinya pengen rumah sederhana dengan desain yg persis seperti apartemen sahabat nya Rena .
“ Wahh , ternyata benar apa kata pepatah , jangan melihat dari luarnya , terkadang apa yg ada di luar berbeda saat kita masuk lebih dalam “ Zevia seakan lupa , bahwa dirinya seorang tamu karena takjub dengan apa yg ia lihat .
“ Duduk lah , gw buatin minum . Oh ya anggap aja rumah sendiri , karena sekarang loe bukan hanya sahabat gw tapi juga saudara kakak perempuan gw “ Rena menyuruh Zevia untuk duduk di ruang tamu , dia akan membuatkan sahabatnya itu minum karena dia yakin pasti Zee kehausan karena jalan terlalu jauh , apalagi tadi mereka habis lari - larian karena kabur dari orang - orang jahat .
“ Tunggu , tadi kamu bilang apa ? Saudara kakak perempuan ? Emang kamu gak punya kakak perempuan ? Ehh maaf kalo aku lancang “ Pertanyaan Zee membuat langkah Rena terhenti , lalu dia berbalik dan berkata
“ Dulu aku punya seorang kakak perempuan , Tapi setelah kejadian yg membuat ia trauma apalagi sampai membuat dirinya gila , dia malah memilih untuk pergi selama - lamanya “ Senyuman yg membuat seorang Zee terharu , dia tau bahwa itu hanya senyum terpaksa demi menutupi kesedihan .
“ Kamu gak perlu sedih , kan sekarang ada aku , anggap aku kakakmu sendiri ok ?” Zee tersenyum dan menyemangati sahabat nya itu . Dia tau kehilangan orang yg kita sayang tidak lah -mudah , ada sedih di dalam hati setiap ingat akan kenangannya , itu lah yg di rasakan Zevia saat orang tuanya meninggalkan dirinya seorang diri untuk selama - lamanya .
Hallo buat yg baca 🤗
Gak ada bosen “ nya aku minta maaf , kalo misal ada typo tolong kasi tau aku ya 😚😚
__ADS_1
Selamat membaca
Jangan lupa bantu share , like & komen 👍