
Di depan rumah mewah , kedua pasangan pengantin itu telah sampai di halaman rumah seorang Demian , ya tadi setelah mereka berpamitan Demian langsung mengajak sang istri Zevia untuk tinggal di rumah barunya . Demian tidak mau tidur di hotel yg sudah di sewa oleh keluarganya , itulah kenapa saat ini mereka di depan rumah yg sangat mewah .
“ Bawa semua barang nya , jangan ada yg tertinggal “, Demian menyuruh Zee untuk membawa semua koper yg sudah di turun kan dari bagasi , Zee yg tau bahwa Demian belum menerima kehadirannya , akhirnya meng iyakan apa yg di katakan sang suami .
Baru saja , Zevia ingin meminta bantuan bodyguard , tiba - tiba suaminya berkata
“ Jangan ada yg membantunya , jika kalian tidak ingin kehilangan apapun di tubuh kalian “ semua yg ada di sana hanya diam menunduk , mereka tidak mau mati sia - sia , walaupun merasa kasian pada istri sang tuan , tapi jika tuannya sudah melarang mereka bisa apa .
“Huftt ,, ternyata punya suami tidak menjamin hidup bahagia “, Zevia hanya bergumam , takut jika kata - katanya menyinggung sang suami.
Sedangkan Demian sudah berada di dalam kamar , tanpa memperdulikan Zevia yg kesusahan membawa koper mereka .
Setelah menaiki tangga terakhir , akhirnya Zevia sampai di sebuah kamar yg luas , cat dinding berwarna putih tulang , serta dengan peralatan yg sudah terletak rapi di dalam ruangan itu .
Baru saja ingin melangkahkan kakinya , tiba- tiba suara seseorang menghentikan langkah nya .
“Siapa yg menyuruhmu masuk ke dalam kamarku hah !! Jangan injakkan kaki mu yg kotor itu di dalam kamar ku !!” Perkataan yg begitu menusuk di hati Zee , padahal ia adalah istri , tapi kenapa ? suami nya tega berkata seperti itu padanya .
“ La-Lalu , saya harus dimana tuan ?” Zee bertanya karena dia tidak tau harus di mana .
__ADS_1
“Pelayan sudah menyiapkan kamar untuk mu, bawa barang - barang murahan itu dari kamar ku , aku tidak mau kamar Ku menjadi kotor karna Hama sepertimu “!
JLEBBB
Sakit , seluruh raga Zee seolah ingin keluar dari jiwanya , seorang suami begitu tega mengatai istrinya Hama . Namun Zee hanya bisa diam , meskipun perkataan itu menyakiti dirinya , dia tetap berusaha kuat di depan sang suami .
Perlahan Zee keluar dari kamar itu , di luar sudah ada pelayan yg akan mengantarkannya ke kamar yg sudah di sediakan untuk nya .
Setelah sampai di ruangan yg di bilang cukup luas , Zee merebahkan tubuhnya di kasur yg ada di kamar itu , pikirannya menerawang entah kemana , harapan yg ia tanam , runtuh setelah mendengar perkataan yg begitu menyakiti hatinya . Tak terasa air mata yg sudah dia tahan , perlahan tumpah di dalam kamar bernuansa putih itu .
Dia menangis dalam gelapnya malam , merenungi nasib yg selalu tak adil padanya . Mengapa semua orang bisa bahagia ? Sedangkan dirinya selalu mendapat kesedihan ? Apa dia tidak pantas untuk bahagia .
“ Semua hanya tinggal harapan , dan bodoh nya aku berharap pada orang yg salah “ Zee menangis semakin kencang , mengapa dia begitu yakin bahwa hidup nya akan berubah setelah menikah , padahal dia tau dirinya hanya di jadikan penebus hutang oleh keluarga tirinya . Bodoh , memang Zee akui sangat bodoh , mengapa ia terlalu yakin bahwa laki - laki yg menjadi suaminya itu akan membawa kebahagiaan dalam hidupnya , bukan bahagia yg ia dapat , melainkan luka baru yg suaminya berikan .
Skippp
Pagi hari seorang gadis cantik tengah sibuk dengan peralatan dapur yg dia pegang sedari tadi , tangan tanpa lelah memotong dan memasukkan bumbu kedalam masakan yg dia buat sejak pagi tadi .
Tap , tap , tap
__ADS_1
Zevia menoleh ke arah tangga , dia terpesona saat matanya melihat sang suami begitu gagah dengan jas yg melekat pas di tubuhnya , Hingga suara teriakan membuat dirinya sadar dari lamunannya .
“Apa yg kau lihat hah !?? Apa kau hanya ingin melihat ku ?!! Cepat kerjakan pekerjaan mu , aku lapar dan ingin segera berangkat ke kantor , Jangan menghabiskan waktu ku hanya karna ulah mu yg tak tau diri itu !” . Tanpa perasaan Demian berkata seperti itu pada Zevia .
Dengan angkuhnya Demian berjalan ke arah meja makan , di sana sudah ada beberapa nasi dan lauk . Kemudian dia menatap seorang wanita yg ingin duduk di meja makan bersamanya .
“ Aku tidak menyuruhmu makan bersamaku , pergi dari hadapan ku !! Jangan membuat selera makan ku hilang , karena melihat wajah mu yg jelek itu “
Perkataan suaminya sungguh membuat dirinya berhenti untuk menggeser kursi yg ada di sana , dia kemudian bergegas pergi dari hadapan sang suami yg bahkan tak peduli tentang perasaannya .
Tak berselang lama , dia melihat punggung kokoh suaminya itu hilang di balik pintu , suaminya sudah berangkat kerja tanpa pamit pada dirinya .
“ kenapa kamu menerima perjodohan ini , jika kau tak menerimaku di hatimu “ . Lagi dan lagi Zee harus menelan rasa sakit di hatinya karena perlakuan sang suami .
Dengan sabar , Zee kemudian melangkah ke meja makan , karena perutnya yg begitu lapar , di tambah dia belum makan dari semalam . Di meja makan dia sarapan seorang diri .
Haiii 🤗
Jangan lupa suport aku terus ya kakak “
__ADS_1
Maaf bila ada kesalahan dalam menulis 🙏🙏
Masih mau lanjut ????