
Di ruangan yg luas , dengan warn bernuansa abu silver , seseorang tengah berdiri mengahadap ke arah jendela besar yg ada di depan nya .
“ Tuan , sebentar lagi ada rapat dengan perusahaan TG Group. Mereka ingin membicarakan soal kerja sama atas pembangunan hotel yg ada di pulau J “ . Alvin yg merupakan sekretaris dan juga tangan kanan seorang Kaivano , CEO muda yg namanya malambung tinggi setelah dia memimpin perusahaan sang Ayah , di tambah dirinya juga memiliki perusahaan yg tak kalah jauh dari ayah nya .
“ hemm , apa sudah siap “ sejak tadi dia hanya berdiri mengahadap gedung - gedung tinggi dari dalam ruangan itu . Dia menghadap ke bawah , dari kaca besar itu dia melihat jalan yg cukup macet di kota B tersebut hingga akhirnya Alvin masuk mengganggu ketenangannya .
“ Sudah tuan , semuanya ada di dalam berkas yg saya bawa .” Jujur saja , saat ini Alvin merasa gugup . Suara Kai yg sedikit berat itu , mampu membuat bulu kuduk nya berdiri , merinding dan takut itu yg Alvin rasakan .
Kai berdiri dari kursi kebesarannya , dia berjalan ke arah Alvin yg sudah menunduk dengan keringat yg membasahi wajahnya .
“ Hey , berhenti menunduk . Aku tidak akan membunuhmu , kecuali kau memiliki salah padaku “ Kai hanya menegur Alvin untuk tak menunduk terus . Apa dia tidak merasa sakit jika terus menundukkan kepala ke arah lantai . Sungguh perkataan Kai membuat seorang Alvin sedikit kesal , pasalnya dia sudah ketakutan setengah mati , malah si pelaku dengan sengaja mengejek dirinya seolah dia tak punya dosa .
“Dasar manusia kulkas “, batin Alavin meluapkan emosinya di dalam hati .
“ Heheh terimaksih , karena Anda telah mengejek saya pak bos , maaf saya permisi “ setelah mengucapkan itu , Alavin langsung ngacir keluar dari ruangan keramat itu . Karena ia yakin pasti sang bos yg tak tau diri itu akan melemparnya dari atas gedung jika membuat perasaannya tersinggung . Manusia aneh . Batin Alvin sambil geleng - geleng kepala atas kelakuan sahabat kecilnya itu .
Ya mereka bersahabat sejak kecil , hingga saat ini pun mereka masih menjadi sahabat , atau bahkan seperti saudara .
Itulah yg membuat Alvin menjadi sekretaris sekaligus tangan kanan seorang Kaivano. karena menurut Kai , Alvin tidak akan mengkhianati dirinya .
__ADS_1
Sedangkan Kai seolah tak peduli dengan ucapan sahabat nya itu , dia memang tidak terlalu peduli akan sekitar nya , apalagi hal konyol yg selalu para sahabatnya lakukan , lebih tepat nya BODO AMAT sama mereka . Tapi percayalah bahwa Kai begitu sayang dengan sahabat - sahabat laknat nya termasuk Alvin .
*^* skipp
Suara langkah kaki , membuat semua orang menunduk dengan keringat dingin membasahi dahi mereka .
Kaivano berjalan dengan gagah di antara banyak nya orang yg berlalu lalang . Dengan di dampingi Alvin di sebelahnya dan empat orang bodyguard di belakang nya yg berbadan kekar dengan ciri khas kepala botak .
Setelah sampai di sebuah ruangan yg cukup mewah , di sana sudah ada banyak karyawan dan para pejabat tinggi . Mereka sedang menunggu seorang Kaivano sang CEO untuk memulai rapat di pagi ini tak terkecuali Demian Gunawan juga hadir di sana , sebagai salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan yg di pimpin oleh Kaivano saat ini .
Setelah duduk di kursi kebesarannya , mereka semua memulai rapat dengan perasaan gugup yg luar biasa . Pasalnya mereka tau siapa orang yg tengah duduk dengan tenang di ujung kursi sana , Aura yg di ada di sekitar seakan menjadi gelap dan dingin karena seorang Kaivano . Ya dari tadi Kai memperhatikan apa yg di sampaikan oleh salah satu seorang laki - laki yg berdiri di depan dirinya .
Hingga akhirnya laki - laki itu melakukan kesalahan yg membuat semua orang gugup ketakutan setengah mati . Laki - laki yg melakukan kesalahan itu mengundang Aura gelap dari seorang Kaivano .
Dengan perlahan Kai berdiri , merapikan jas yg ia pakai lalu melangkah ke arah laki - laki yg tadi melakukan kesalahan . Semua orang yg ada di sana sudah berkeringat dingin , keringat mereka terus mengalir seolah hawa di sana begitu panas .
Tap Tap Tap
Sepasang sepatu hitam dengan kaki yg jenjang berhenti tepat di depan karyawan tadi .
__ADS_1
Mereka semua menunggu apa yg akan di lakukan seorang Kaivano , semua orang tau bagaimana sifat pemimpin kaivano , sifatnya yg dingin itu mampu membuat musuh diam tak berkutik seakan mereka mati di tempat .
“ Siapa nama mu “ Kai bertanya dengan suara berat nya . Mungkin bagi wanita itu sangat sexy dan indah untuk di dengar , namun berbeda bagi orang yg sudah tau bagaimana sifat seorang Kaivano .
“ ss-saya .. an .. Andi tuan “ laki - laki itu ketakutan bukan main . Dia tau siapa laki - laki yg ada di depannya ini .
“ Alvin “ panggil Kai dengan suara beratnya , kemudian dia malangkah keluar dari ruangan itu tanpa berbicara .
“ Rapat selesai , saya harap kalian semua paham dengan apa yg tuan saya ingin kan , dan Anda tuan Demian , lebih baik pekerjakan sekretaris anda dengan benar “ Telak , ucapan Alvin membuat Demian mengeram marah . Tidak ada satu orang pun yg bisa menjatuhkan harga dirinya , termasuk seorang Alvin sekalipun . Yaa laki - laki tadi adalah sekretaris Demian . Demian sendiri tidak tau mengapa sekretaris nya itu berbuat ceroboh sampai - sampai harga dirinya di injak oleh seorang Alvin .
Semua yg ada di sana semakin menunduk , sifat Alvin hampir sama dengan Kaivano .
Hai ketemu lagi sama aku 😁😁
Maaf ya kalo ada kesalahan dalam menulis 🙏🙏
Semoga senang dengan karyaku
Selamat membaca 😚
__ADS_1
Jangan lupa bantu suport , like & komen 👍👍👍👍
Babay 🤗🤗🤗