Istri Figuran Boss Mafia

Istri Figuran Boss Mafia
Prolog


__ADS_3

"****!" umpat Kayvaro ketika membaca sebuah surat di atas ranjang, yang seharusnya akan menjadi tempat penyatuan dua insan malam ini.


"Baiklah jika itu yang kau mau, maka kau akan mendapatkan nya. Bagaimana rasanya menikah dengan seorang boss mafia kejam seperti ku." Ucap nya lagi sambil meremas surat yang sedari tadi di pegang nya, lalu di campakkan nya ke sembarang tempat.


Varo keluar dari kamar tersebut menuju aula tempat dimana seharusnya pernikahan nya akan di langsung kan. Varo menghentikan langkah nya saat melihat seseorang di depan pintu kamar tersebut.


"Rhai, tetap lanjutkan acara pernikahan nya!" Perintah Varo saat melihat kaki tangan nya sudah menunggu di depan pintu kamar tersebut.


"Tapi tuan, apakah nona Yoona sudah kembali?" tanya Rhai yang sedari tadi masih terus meng-update informasi dari orang-orang suruhan nya, yang di minta untuk mencari keberadaan calon istri boss mereka yang menghilang sebelum acara pernikahan itu di mulai.


"Katakan kepada orang tua Yoona, bahwa aku akan menikahi kakak nya. 20 menit dari sekarang, acara harus dimulai!" Perintah nya lagi kepada Rhai, yang membuat laki-laki itu sontak terkejut, namun tetap menganggukkan kepala nya karena tidak ingin melihat boss nya itu murka.


"Baik, Tuan. 20 menit lagi ikrar janji akan di langsungkan." Ucap Rhai sambil menundukkan kepala nya. Varo tidak memperdulikan nya dan kembali melangkah kan kaki nya menuju aula.


***


"Tidak Bu, aku tidak mau menikah dengan nya!" ucap seorang gadis yang tengah menangis sambil memeluk kaki seorang wanita paruh baya.


"Apa kau mau berakhir sia-sia dengan tidak menuruti permintaan boss mafia itu? apa kau tidak tau dia bisa saja melakukan segala cara, untuk membuat keluarga kita hancur?" ucap Nindi–wanita paruh baya itu dengan nada tinggi, lalu menendang gadis yang saat ini sedang memeluk kaki nya. Gadis itu terjatuh ke belakang, saat kaki ibu nya menendang nya.


"Tapi Bu, yang seharusnya menikah dengan boss mafia itu kan Yoona bukan Zoya, Bu," ucap gadis itu sembari mencoba untuk bangkit dan membenarkan letak kacamatanya.


"Aku tidak mau anak kesayangan ku menikah dengan seorang mafia. Aku tidak mau nyawa anak ku terancam di tangan nya," bentak Nindi.


"Tapi Bu, aku kan juga anak ibu. Apa ibu tega melihat ku menikah dengan pria kejam itu?" ucap Zoya sambil menangis sesenggukan.


"Aku tidak perduli dengan mu. Sekarang kau harus bersiap-siap, jangan sampai membuat boss mafia itu murka!" Perintah nya sambil mengarahkan gaun pengantin kepada anak tertua nya itu.


"Bu, aku mohon jangan biarkan aku menikah dengan nya. Pria itu mencintai Yoona, jadi dia tidak mungkin menyakiti Yoona, Bu." Pinta Zoya memohon sambil menarik tangan sang ibu.

__ADS_1


"Apa kau tidak mendengarkan ku? cepatlah bersiap dan jangan membantah lagi!" teriak Nindi yang membuat Zoya meringkuk ketakutan.


***


"Tuan Kayvaro Liam Adelard, apakah anda bersedia mencintai nona Zoya sebagai istri anda? menyayangi, menemani, mengasihi di kala susah mau pun senang?" tanya pendeta yang membantu dalam ikrar janji pernikahan tersebut.


"Saya bersedia." Jawab Kayvaro dengan nada dingin sambil masih menatap gadis di hadapan nya, yang saat ini masih menggunakan kain penutup tipis yang menutupi kepala serta wajah gadis itu.


"Nona Adeeva Zoya Azkadina, apakah anda bersedia mencintai tuan Varo sebagai suami anda? menyayangi, mengasihi, menemani di kala susah maupun senang?" Pendeta tersebut kembali memberikan pertanyaan yang sama kepada Zoya.


"Sa-saya bersedia." Jawab Zoya dengan sedikit terbata-bata, karena di hati nya sendiri pun tidak yakin sepenuhnya menerima pernikahan ini.


"Sekarang kalian berdua telah resmi menjadi pasangan suami istri. Tuan Varo, silahkan dilihat wajah istri anda!" pinta pendeta tersebut yang hanya di angguki kepala oleh Kayvaro.


Varo maju beberapa langkah ke depan, untuk lebih dekat dengan wanita yang baru saja resmi menjadi istri nya itu. Di angkat nya ke atas kain tipis yang menutupi wajah istri nya tersebut. Kayvaro membelalak kan kedua mata nya, ketika melihat wajah wanita yang beberapa saat lalu mengucapkan janji pernikahan dengan nya.


"Astaga, kenapa malah gadis culun seperti ini?" batin Varo yang langsung pergi meninggalkan tempat itu begitu saja. Meninggalkan banyak pertanyaan dan cemoohan dari orang-orang yang menghadiri pesta pernikahan tersebut.


"Rhai, minta semua orang untuk segera meninggalkan tempat ini. Pesta telah selesai!" perintah Varo yang hanya di angguki kepala oleh Rhai.


10 menit setelah itu, aula tersebut telah kosong.


*****


Di dalam kamar yang dari awal telah di siapkan menjadi kamar pengantin itu, kini hancur berantakan. Kayvaro begitu murka dengan gagal nya pernikahan yang sudah begitu sempurna ia siapkan.


Prang


Terdengar jelas suara barang-barang yang di hancurkan oleh boss mafia tersebut. Zoya hanya bisa duduk meringkuk sambil memeluk lutut nya. Ia sangat takut, bahkan hanya untuk membuka mata nya saja ia tidak berani.

__ADS_1


Kayvaro menghampiri Zoya yang sedari tadi hanya duduk menangis di sudut kamar.


Di tarik nya kuat rambut gadis itu yang membuat wajah nya seketika mendongak ke atas. Tangan kiri nya tidak tinggal diam dan ikut mencekik kuat leher Zoya yang membuat gadis itu kesulitan bernafas.


"Apa kau senang karena sekarang sudah menjadi istriku? ini kan yang kau mau? gadis culun seperti mu tidak akan pernah cocok bersanding dengan ku!" ucap Varo sambil menghempas kan tubuh Zoya. Zoya terhuyung ke belakang.


"Aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini, aku tidak mau menikah dengan mu," ucap Zoya tanpa sadar. Setelah mengatakan hal itu, ia benar-benar menyesali tindakan nya, yang bisa saja membuat nyawa nya melayang saat ini juga.


"Jangan munafik, culun! kalau bukan karena kau, saat ini aku pasti sudah menikah dengan Yoona, wanita yang aku cintai. Kenapa kau begitu jahat merebut calon suami adik kandung mu sendiri?" Murka Varo sambil memberi tamparan ke kedua pipi Zoya, yang meninggal kan bekas merah disana. Ia tidak suka jika ada orang yang berani menjawab kata-kata nya.


Kayvaro keluar dari kamar tersebut, dengan membanting keras pintu kamar itu dan berlalu pergi entah kemana meninggalkan istri nya.


Sedangkan di dalam kamar, Zoya masih menangis sambil memegangi kedua pipi nya yang terasa panas, serta sudut bibir nya yang mengeluarkan darah.


Tiba-tiba saja pandangan Zoya teralihkan ke arah gulungan kertas yang berada di dekat nya. Di ambil nya gulungan kertas tersebut lalu di buka nya.


Dear, Varo


Varo sayang ... maafkan aku yang tidak bisa melanjutkan pernikahan ini dengan mu. Tidak mungkin aku menikah mendahului kakak ku, sedangkan selama ini tidak pernah ada pria yang mau mendekatinya.


Menikahlah dengan kakak ku, aku yakin kalian akan bahagia. Aku sangat mencintaimu Varo, tapi aku juga menyayangi kakak ku. Aku merelakan mu untuk kakak ku, dan aku harap kamu bisa membuatnya bahagia.


^^^Arisha Yoona Arabella^^^


Setelah membaca surat itu, Zoya menangis sejadi-jadinya.


"Aku tidak bahagia Yoona. Kenapa kamu mengambil keputusan secara sepihak? kenapa kamu tidak bertanya kepada ku terlebih dulu ..." Teriak Zoya dengan nafas yang tersengal-sengal karena tangisan nya.


"... apa ini yang kamu sebut bahagia Yoona? aku di paksa menikah dengan pria yang tidak aku cintai. Aku di permalukan di hadapan semua orang, ketika dia meninggal kan ku begitu saja saat janji pernikahan baru saja di ikrarkan. Bahkan dia juga menampar ku Yoona, apa ini yang kamu sebut dengan behagia?" lanjut nya lagi sambil memegangi dada nya yang terasa sakit karena terlalu banyak menangis.

__ADS_1


__ADS_2