Istri Figuran Boss Mafia

Istri Figuran Boss Mafia
one night stand


__ADS_3

Tepat pukul 03:00 pagi, Varo pulang ke tempat dimana ia meninggal kan istrinya setelah kemarin acara pernikahan mereka.


Varo kembali dengan keadaan dalam pengaruh minuman keras, namun kesadaran nya tetap masih aman.


Varo membuka pintu kamar tersebut lalu menutup nya kembali dengan keras. Terlihat seorang wanita yang sedari tadi menunduk, kini mendongak kan kepala nya, menatap ke arah pintu.


Zoya terbangun dari tidur nya, akibat suara keras dari pintu. Karena terlalu lelah menangis, ia pun tertidur sampai tidak sadar waktu sudah menunjukkan jam 03:00 pagi.


Dengan langkah gontai, Varo menghampiri Zoya yang sedari tadi tidak beranjak dari sudut kamar. Ketika Varo pergi sampai ia kembali, Zoya tidak berpindah dari duduk nya.


Zoya kembali menunduk dan memeluk erat lutut nya. Ia sangat takut jika pria di hadapannya ini kembali menyakiti nya, baik itu fisik maupun batin nya.


"Culun!" panggil Varo yang tidak di perdulikan sama sekali oleh Zoya.


"Culun, apa kau tidak punya telinga, jadi tidak bisa mendengarku?" Zoya hanya diam sambil masih menunduk.


"Apa kau tidak punya mulut untuk menjawab ku haa?" teriak nya yang mulai kesal. Namun Zoya masih saja diam.


Varo yang kesal pun hanya bisa berbalik dan berjalan menuju ranjang di kamar tersebut.


"Biar saja kau tidur di temani oleh tikus-tikus kecil dan kecoa!" ucapan Varo yang baru saja di lontarkan nya berhasil membuat Zoya bangkit lalu berlari ke arah ranjang dimana Varo berada.


"Ti-tidak, aku tidak mau!" ucap nya dengan menutup mata sambil menggelengkan kepalanya.


"Ternyata kau takut dengan tikus dan kecoa. Baiklah, mulai besok kau akan tidur di gudang." Ucap Varo dengan sedikit tersenyum, tentunya senyuman licik.


"Ja-jangan, aku mohon!" pinta Zoya memohon sambil mengatupkan tangan nya di depan wajah nya.

__ADS_1


"Aku senang karena aku tidak perlu bersusah payah untuk menyiksa mu," ucap Varo sambil tertawa keras, yang membuat Zoya kembali menangis.


"Aku mohon Varo!" pinta nya lagi dengan sedikit terisak.


"Berani sekali kau memanggil nama ku!" murka nya lalu memandang tajam ke arah Zoya.


"Ma-maaf tuan, aku mohon!" Zoya semakin bingung ingin melakukan apa.


"Kau salah jika memohon kepadaku. Apa kau tidak tau, selain boss mafia, aku juga seorang psikopat," ucap nya sambil menarik rambut Zoya yang berdiri tak jauh dari nya.


Zoya begitu ketakutan mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Varo.


"Sa-sakit tuan, aku mohon lepaskan aku!" pinta Zoya untuk kesekian kali nya, yang membuat Varo semakin senang menyiksa nya.


"Aku akan melepaskan mu, jika malam ini kau mau melayani ku." Ucap Varo dengan santai, namun tidak dengan Zoya yang merasa nafas nya sudah sangat berat.


"Apa tuan akan melepaskan ku jika aku melayani mu?" tanya Zoya dengan suara berat, walaupun ia tidak yakin dengan keputusan nya.


Kayvaro hanya mengangguk, lalu kembali menarik kuat rambut Zoya yang sedari tadi masih ia cengkram kuat. Zoya terjatuh di atas ranjang, sambil berteriak karena merasakan sakit yang teramat dalam pada kepala nya.


Ketika melihat Zoya sudah terbaring di atas ranjang, Varo dengan begitu cepat melanjutkan aksi nya, dan menindih tubuh gadis itu. Ia menganggap pertanyaan yang di lontarkan oleh istri nya tadi adalah sebagai bentuk persetujuan nya.


Zoya merasakan aroma minuman keras yang begitu menyeruak di hidung nya, ketika Varo semakin mendekat kepada nya. Ia tidak bisa melawan, karena tenaga pria itu sangat kuat.


Varo melepaskan ikatan rambut Zoya, dan melempar ke sembarang arah kacamata gadis itu yang ikut di lepaskan nya. Lalu dengan cepat, ia merobek baju yang melekat di tubuh wanita yang telah resmi menjadi istri nya itu.


***

__ADS_1


Zoya terbangun dari tidur nya. Ia merasakan sakit di seluruh anggota tubuh nya, terutama pada intinya. Zoya menangis mengingat kembali kejadian semalam yang membuat nya sakit, bukan hanya hati nya tapi juga fisik nya.


"Ingatlah, anggap kita hanya melakukan one night stand saja. Jadi lupakan apa yang baru saja terjadi!" ucap nya ketika baru saja selesai dengan kegiatan nya.


Dengan begitu mudah nya ia mengucapkan kata-kata se menyakitkan itu, ketika baru saja mengambil sesuatu yang sangat berharga dari seorang gadis, yang notabene nya adalah istri nya sendiri.


"Apa tuan akan melepaskan ku?" tanya Zoya dengan begitu takut.


"Apa kau pikir semudah itu aku akan melepaskan mu? dasar bodoh!" umpat nya sambil beranjak dari tidur nya.


"Tapi tadi tuan sudah berjanji akan melepaskan ku, jika aku bersedia untuk melayani anda?" tanya Zoya lagi yang sudah semakin takut. Varo mendekat ke arah nya dan kembali mencengkram erat dagu wanita itu.


"Aku tidak mengatakan apa pun, hanya kau yang berasumsi seperti itu. Ingatlah, mulai hari ini, hari-hari mu kedepannya akan seperti di neraka!" ancam Varo yang membuat Zoya kembali menangis dan meringis merasakan sakit.


Setelah membuat istri nya tersiksa, Varo kembali memakai baju nya lalu pergi lagi entah kemana, meninggalkan Zoya yang masih menangis.


Zoya merasa hari-hari bahagia nya akan segera berakhir. Ia merasa sangat hancur, ketika kehormatan nya dengan paksa di renggut oleh suami nya sendiri. Tanpa berterimakasih, malah menyuruh nya untuk melupakan kejadian yang baru saja terjadi.


Zoya masih tidak menyangka dengan apa yang baru saja di alaminya. Dalam satu hari, hidup nya berakhir seperti ini. Menikah dengan boss mafia yang seharusnya menjadi adik ipar nya sendiri. Di tinggal ketika baru saja selesai mengucapkan janji pernikahan. Mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari suami nya. Di renggut paksa kehormatan nya, dan seolah tidak terjadi apa-apa.


Zoya hanya bisa menangis mengingat kejadian yang terjadi pada diri nya semalam.


Zoya bangkit dari tidur nya menuju kamar mandi, Ia meringis ketika merasakan sakit di daerah inti nya. Di pakainya selimut tebal untuk menutupi tubuh polos nya. Terlihat jelas bercak merah di atas ranjang putih itu, yang membuat nya tak henti menangis.


Zoya menatap diri nya melalui pantulan cermin di kamar mandi. Banyak sekali bekas kemerahan tercetak di tubuh nya, yang membuatnya merasa jijik ketika melihat diri nya sendiri.


Di hidup kan nya shower untuk membasuh tubuh polos nya, ia menggosok dengan kuat setiap bagian di tubuh nya tanpa terlewati sedikit pun. Ia sangat marah kepada diri nya sendiri, kenapa begitu mudah nya menyerahkan kehormatan nya pada orang seperti Varo, walaupun notabene nya adalah suami nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2