Istri Hijab Ku

Istri Hijab Ku
part 1


__ADS_3

POV


23 maret


Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi ku, di mana kini aku sedang menatap kagum sosok pria tampan bertubuh tegap yang sedang duduk di samping ku ini.


Sah....


Kalimat yang di ucapkan beberapa menit yang lalu selalu terngiang ngiang di kepala ku. Aku tersenyum haru, hati ku berdetak dengan hebat, jika saja buatan manusia pasti sudah akan lepas dari tempat nya, pikir ku.


Perjalanan hidup ku berjalan dengan lancar, walaupun hanya sebatang kara. Mama dan papa ku pergi dengan meninggalkan banyak harta warisan.


Bisnis yang dulu di kekolah oleh sang papa, kini sudah pindah tangan ke padaku setelah kepergian nya.


Kini di samping ku sudah ada sosok pria tangguh dengan kesabaran 1000%. Pria yang akan menjagaku di saat aku takut, memelukku di saat aku sedang sedih, menasehati ku di saat aku salah, dan menggantikan sosok hero di dalam hidup ku (papa)


Pria yang ku anggap akan selalu bersamaku, walaupun aku tau perpisahan pasti ada. Entah itu kepergian atau kematian.


23 maret


Tanggal dan bulan yang sama, di mana sudah satu tahun kita menjalani hubungan rumah tangga ini dengan sangat bahagia.


Dan hari ini adalah tepat satu tahun kita bersama, bahagia??? Ya tentu saja. Dimana akan ada dua kebahagian yang datang berturut turut.


Namun kebahagian itu segara punah, aku yang sedari tadi tersenyum lebar menanti kepulangan sang suami kini senyum itu telah sirna.


"el" gumam ku lirih, sambil menatap tak percaya akan apa yang ku lihat saat ini.


Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa ini hanya mimipi, namun lagi lagi ucapan nya membuat ku semakin yakin bahwa ini nyata.


"sayang maaf"


"apa maksudmu el" tanya ku lirih


"kita sudah menikah, aku menikahi nya hisk.. Aku menikahi nya.. Maafkan aku hiks..." dia berjalan kepadaku sambil menangis, hah.. Bukan kah seharus nya di sini aku yang menangis


Kemudian aku menatap wanita yang sedari tadi hanya diam melihat ku dan suami ku, ahh suami ku, tidak tidak, suami kita.


Wanita dengan baju gamis syar'i dan hijab di kepala nya, ya... dari pakaian saja kita sudah jauh berbeda.


"jelaskan el" tanya ku dengan dingin, dan kemudian berjalan menuju sofa ruang tamu


Aku menatap kosong dua sejoli itu, entah lah rasanya sakit sekali.


"suami ku"


"suami kita" hah rasanya aku ingin tertawa dengan keras

__ADS_1


"aku di jodohkan oleh kedua orang tua ku dengan nya sayang" yah jika kalian mengira kita menikah tampa di ketahui oleh kedua orang tua nya, kalian salah besar.


Kami tidak menikah siri, pernikahan kami sudah sah menurut agama dan negara.


Tapi entah kenapa kedua orang tua el tidak menyukai ku, padahal aku tidak pernah membuat kesalahan pada mereka.


"aku tidak ingin di madu" gumam ku lirih dengan suara dingin


"maafkan aku sayang" jawab nya dengan suara bergetar


"aku tidak membencimu, tapi maaf aku juga tidak bisa menerima mu. Aku tidak bisa membagi milik ku dengan orang lain. Tapi jika kau mau akan ku beri dia untuk mu. aku tak rela jika milik ku di sentuh orang lain, lebih baik ku serahkan padamu dari pada harus memakainya bersamamu" ucap ku pada wanita yang duduk di samping el


"KIRAN APA YANG KAU KATAKAN" ucap el dengan nada suara tinggi


"aku atau dia" tanya ku pada el


"tolong aku tidak bisa" jawab dengan nada lirih dan wajah menyedihkan


"aku sudah menemukan jawaban nya, terimakasih" ujar nya sambil berjalan menuju kamar nya


"KIRAN" teriak el dengan menahan isak


****


Aku mengemasi barang barang ku, kamar ini sudah bukan milikku lagi. Ini bukan tempat untuk ku. Ku dengar suara gedoran pintu dari luar.


"kirannnnn"


"sayang......buka pintu nya"


"dengar kan aku"


"tolong lah hiks.. Jangan begini"


"sayang... Buka pintu nya"


"dengar kan penjelasan ku dulu"


Kata kata yang terus ku dengar, air mata ku jatuh, sakit sekali rasanya. Entah sudah berapa kali ku ucapkan namun rasanya tak pernah mengurang.


Kubuka pintu sambil menarik koper ku, aku akan pindah ke kamar yang lain. Untuk sementara waktu, sebelum semua nya jelas.


"sayang kau mau kemana" tanya nya dengan suara bergetar


"aku akan pindah dari sini, ini bukan tempat ku lagi" jawab ku


"apa yang kau katakan, jangan katakan itu hikss... Itu menyakiti ku hiks..." tangis nya pecah sambil memegang tangan ku memohon

__ADS_1


"dan kau pikir apa yang kau lakukan tidak menyakiti ku" tanya ku lagi


"maaf kan aku hiks... Maafkan aku hiks... Jangan tinggalkan aku" jawab nya dengan kedua tangan ku di letakkan di atas wajah nya


"aku tidak meninggalkan mu" ucap ku membuat dia terseyum senang


"tapi kau yang membuat aku meninggalkan mu" lanjut ku lagi dan seketika air mata nya luruh lagi


"tolong jangan katakan itu hiks...."


"kau menikahi nya tampa meminta izin padaku el" ucap ku


"aku tidak ingin menyakitimu" jawab nya


"tapi apa kau pikir sekarang kau tidak menyakitiku" tanya ku dengan suara bergetar


"maafkan aku"


"kenapa tidak menolak" tanya ku lagi


"aku tidak ingin menjadi anak durhaka" gumam nya


"apa saat kau menikahi ku kau merasa menjadi anak durhaka el" saat kita menikah orang tua el memang tidak merestui hubungan kami tampa alasan apapun dan menentang nya


"tidak begitu sayang"


"TERUS APA HAH, KAU MERASA MENJADI ANAK DURHAKA SAAT MENIKAHI KU, KAU MENYESAL TELAH MENIKAHI KU, KAU Auwhh...." tiba tiba perut ku keram, aku memegang perut ku


"sayang kau kenapa" terlihat wajah el yang panik


"jangan sekarang kumohon" ucap ku dalam hati sambil terus memegang perutku


Kubalik ke dalam kamar yang tadi ingin ku tinggali.


"sayang mag mu kambuh, kau sudah makan, obat nya di mana biar ku ambilkan" pertanyaan demi pertanyaan terlontarkan dari mulut nya, aku memang memiliki penyakin mag


"tinggalkan aku sendiri" ucap seraya menutup pintu


"sayang...." ujar el sambil menahan pintu


"kumohon el, tinggalkan aku" satu titik air mata luruh begitu saja, menahan rasa sakit yang datang bertubi tubi


Terlihat tangan el yang melemah, menurunkan tangan nya dari pintu


"maaf" kata terakhir yang ku dengar sebelum wajah tampan itu menghilang


Pov end

__ADS_1


__ADS_2