Istri Hijab Ku

Istri Hijab Ku
part 4


__ADS_3

Setelah 12 jam melakukan dua operasi kini salah satu dokter keluar dari ruang IGD itu. Dia menatap kasihan pada el yang nampak hancur itu, dengan pakaian yang sudah kusut itu el bangun dari duduk nya.


"heumm" helaan nafas sang dokter sebelum memulai pembicaraan


"syukur bayi yang sedang pasein kandung bisa di selamatkan dan sekarang dalam keadaan stabil, hanya saja janin pasein sedikit lemah" ucap sang dokter membuat senyum el melebar


"tapi..." potong dokter paruh baya itu


"pasien mengalami koma kematian, di mana jiwa pasien sudah mati namun tubuh nya masih hidup layak nya seperti kita. Tetapi jiwa pasien tidak benar benar mati, jiwa nya hanya berkeliaran. Pasien akan koma seumur hidup sampai maut benar benar mengambil pasien. Kita hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban membuat pasien sadar. Kami sebagai dokter hanya bisa melakukan yang terbaik, selebih nya tuhan yang memegang kendali"


Jedarr


baru saja di terbangkan setinggi langit kini sudah di tampar kenyataan yang lebih lebih sakit lagi. Bisakah semua di ulang kembali, untuk beberapa jam ke belakang saja.


"janin yang pasien kandung akan terus berkembang selama asupan makanan terus berjalan. kita akan terus menginfus pasien" lanjut sang dokter lagi


"sa...saya... bo..boleh melihat istri saya dok" dengan suara bergetar el bertanya pada dokter itu


"silahkan tuan, tapi hanya sendiri" ucap sang dokter pada el.


Kiran masih harus di rawat di ruang igd karna keadaan yang masih belum stabil.


****


El menatap teduh wajah sang istri yang terlelap di alam bawah sadar nya, masih terlihat cantik walau dengan luka di wajah nya yang sudah di perban.


"maaf" lirih el menahan sesak di dada nya


"maafkan aku hiks....." lanjut nya lagi dengan air mata yang kembali menetes


"tolong hiks... Maafkan aku hiks...." el menangis sambil memegang tangan sang istri, yang di perkira kan tidak akan bangun lagi.


"tolong bangun lah, kita akan memulainya dari awal, sayang bangun lah hiks...." tangis el semakin pecah


"kau sudah berjanji akan bersama ku sampai kita tua nanti sayang, kau berkata ingin ke pantai menikmati matahari tenggelam bersama saat rambut kita sudah memutih bukan, melihat anak dan cucu cucu kita tumbuh menjadi anak anak yang menggemaskan hiks...... Kau berjanji padaku kiran, kau berjanji hiks... Bagun kiran bangun tepati janji mu itu hiks....... Bangunn hiks.." impian kecil yang belum pernah di rasakan dua insan itu


Tuhan tidak pernah menguji mereka setelah mereka menikah dan hidup bersama, namun ketika tuhan menguji mereka, ujian yang tuhan berikan sangat sangat menyakitkan. Rasanya ingin el saja yang menggantikan posisi kiran saat ini


El teringat akan satu momen bersama istri tercinta, di mana memperdebat kan nama panggilan ketika sudah memiliki anak nanti


FLASHBACK ON

__ADS_1


"tidakk, aku tidak mau sayang!" kesal kiran pada el


"why honey" tanya el bingung


"anak ku kelak akan memanggil ku BUNDA!!" tegas el


"anak KITA honey, kecuali kau menikah dengan orang lain, tapi itu tidak akan pernah terjadi" tegas el


"yayayaya" dengus kiran dengan wajah menjengkelkan


"tapi aku ingin anak kita memanggil ku papa honey" pinta el pada kiran


"tidak masalah" ujar kiran enteng


"terima kasih saya-"


"tapi mereka akan tetap memanggil ku BUNDA" potong kiran dengan cepat


"bagaimana bisa begitu, jika mereka memanggil mu bunda mereka harus memanggil ku dengan sebutan ayah" kesal el sambil mencibik kan bibir nya


"siapa yang berkata seperti itu" tanya el


"bukan kah kebanyakan orang tua begitu" tanya el balik


"kita akan berbeda sayang bunda dan papa, bagaimana kau setuju" ucap kiran


"oke baiklah" jawab el sambil mencium kening kiran


FLASHBACK OF


"bangun lah, buah hati yang kita tunggu selama ini akan segera hadir. jangan buang waktu mu untuk tidur"


al terus berbicara seperti orang bodoh, berbebicara dengan sang istri berharap sang istri bangun dan berkata


"tenanglah al aku di sini baik baik saja"


namun semua nya hanya hal yang mustahil terjadi, walaupun ia tau tidak ada yang mustahil di dunia itu dengan kehendak tuhan


****


waktu terus bergulir hingga sang matahari pun menunjukkan wujud nya, menyinari bumi agar semua ceria dengan kehadirannya. namun tidak berlaku untuk al yang saat ini terlelap sambil duduk di kursi samping brangkar sang istri dengan tangan di lipatkan pada kasur itu.

__ADS_1


"euh...." lenguh al merentangkan badan nya yang terasa kaku


"kukira semua hanya mimpi, semalam aku berdoa di dalam mimpiku agar ketika ku terbagun keesokan hari nya semua nya hanya palsu" lirih el pelan


jam menunjukan pukul setegah delapan. kini el sedang berfikir apa yang akan terjadi kedepannya. hidup tampa kiran sama saja seperti rumah tampa atap, mungkin dia bisa hidup ketika rumah tampa lampu, tapi dia tidak akan bisa hidup di rumah yang tampa atap.


el memang tidak terlalu dekat dengan orang tuanya, hanya kiran lah yang benar benar dekat dengan el. namun bagaimana pun orang tua el, mereka tetap lah orang tua nya


****


waktu terus berjalan tampa terasa satu bulan telah terlewat kan dengan sia sia, tidak ada perubahan pada tubuh sang istri


****


satu bulan setelah, kini usia kandungan kiran sudah memasuki bulan ke tiga. terlihat perut kiran yang sedikit membuncit


****


tiga bulan telah berlalu, kini kandungan kiran sudah memasuki bulan ke 4. bulan ke 4 ini sudah bisa melihat jenis kelamin dari calon bayi itu


"selamat tuan bayi anda laki laki dua dua nya" ucap sang dokter dengan wajah senang, walaupun ada rasa iba pada calon ayah itu.


seharus nya keluarga kecil ini sedang berbahagia dengan kabar baik ini, namun kebahagian itu harus tersisih kan akibat keadaan sang istri


"terima kasih dok" ucap el dengan air mata yang mengalir, terharu sekaligus sedih atas apa yang menimpa keluar nya saat ini


"kau dengar sayang anak kita laki laki" ucap el pada kiran setelah sang dokter keluar dari ruangan itu


"ku harap mereka tidak seperti papa nya ini" lanjut nya lagi dengan satu tangan mengelus rambut sang istri dan satu tangan nya lagi menggenggam erat tangan sang istri


"bangun lah sayang, mereka membutuhkan mu"


****


8 bulan berlalu kini kandungan kiran sudah memasuki trimester terakhir.


saat ini el sedang berdiri di luar ruangan operasi, menanti buah hati yang beberapa menit lagi akan hadir


beberapa saat kemudian terdengar tangis bayi dari dalam ruangan operasi itu, el tersenyum lega namun hingga beberapa menit kemudian tak terdengar suara bayi.


bukan kah anak nya kembar, seharus nya ada 2 suara tangis bayi. dengan rasa cemas el mondar mandir di depan pintu ruang IGD itu.

__ADS_1


sudah dulu ya😁


__ADS_2