
Karin berjalan keluar dari kamar nya, tak lupa mengambil note yang setiap pagi di dapat nya.
"selamat pagi istriku, jangan lupa makan, jaga kesehatan mu, maaf kan aku. Aku mencintaimu"
Begitulah isi note kecil itu, kemudian karin bejalan menuruni anak tangga satu persatu. Di lihat para pelayan yang berlalu lalang membersihkan rumah ini.
"aku tak tau akhirnya akan seperti apa" gumam karin
"pagi nyonya" sapa pembantu di sana, yang sudah tau masalah rumah tangga nyonya mereka. Karin hanya tersenyum membalas sapaan mereka
"nyonya kuat banget ya, masih bisa tersenyum di saat kondisi nya kayak gini" ucap pembantu di sana saat karin sudah menghilang dari pandangan mereka
"kasian ya, orang baik memang banyak cobaan" jawab yang lain nya lagi
"semoga nyanya selalu bahagia" lanjut yang lain nya lagi
"aamiin" sahut mereka serentak
Shafa yang melihat para pebantu begitu menyayangi nyonya mereka menjadi kasian dan merasa amat bersalah pada wanita sebaik karin.
****
Karin sampai di rumah sakit dengan aman dan selamat. Dia sudah membuat janji, jadi tidak perlu menunggu antrian langsung bisa masuk saja kedalam ruangan pemeriksaan.
"gimana kabar nya bumil, belum waktunya pemeriksaan loh" ucap meisya, dokter kandungan sekaligus sahabat baik nya karin. Mereka sudah bersama sama saat menduduki bangku sekolah menengah atas sampai kuliah di tempat yang sama hanya beda fakultas.
Tiba tiba meisya melihat mata karin yang nampak berbeda dari hari hari sebelum nya.
"lo kenapa" tanya meisya serius, meisya adalah sahabat yang sangat peka akan keadaan sekitar nya
"hiks.....hiks...." bukan nya menjawab, karin malah menangis sambil menundukkan kepalanya
"lo kenapa karin, ayo cerita sama gw" ucap meisya lagi sambil mengelus pundak karin
"gw gak tau harus gimana mey hiks.... Gw gak tau hiks..." kata karin sambil sesegukan
Karin menceritakan semua yang menimpa pernikahan dan rumah tangga nya, ia tau ini adalah masalah pribadi tidak baik menceritakan pada orang luar, walaupun pada sahabat baik nya sekalipun.
Setelah mendegar cerita dari sahabat nya itu, tentu saja meisya menjadi emosi. Kenapa suami sahabat nya tidak menolak untuk menikah lagi. Namun dia juga tidak bisa berbuat banyak, ia tau semua ini pasti ulah orang tua suami sabahat nya itu.
"jadi sekarang lo mau gimana" tanya meisya pada karin
"gw gak tau mey, gw bingung" jawab karin dengan isakan kecil
"apapun keputusan lo, gw bakal tetap berdiri di barisan terdepan untuk ngedukung lo" kata meisya sungguh sungguh
"kalau gw mau pergi, lo gimana" tanya karin
"gw bakal tetap mengukung lo, kalau itu bisa buat lo bahagia" jawab meisya dengan yakin
"makasih mey" lirih karin sambil memeluk meisya
"sama..."
"auwh......" belum selesai meisya berbicara tiba tiba perut karin kembali sakit, dia memekik kesakitan sambil memegang perutnya
__ADS_1
"lo kenapa kar" tanya meisya panik
"sakit mey auwh...." jawab nya menahan sakit
"ayok sini baringan kar" pinta meisya menuju tempat yang biasa melakukan pemeriksaan pada pasien pasien nya
"udah mey, udah baikan" lanjut karin sesaat kemudian
"lo sering kaya gini" tanya meisya serius, dan di jawab anggukan oleh karin
"sejak minggu terakhir" tanya meisya lagi dan di jawab anggukan lagi oleh karin
"yaudah kita usg dulu" ucap meisya sambil menyibak pakaian karin
****
Saat ini karin sedang mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang. Sambil terus mengelus perut nya yang sedikit buncit, dia teringat ucapan meisya tadi.
Flashback on
"astaga kar, bayi lo kembar. Kemarin kok gak nampak ya, nyunsep di mana itu kecebong" histeris meisya saat mengetahui sang sahabat mengandung anak kembar
"kar, lo gaboleh stres, lo gak mau kan anak lo kenapa kenapa. Keram yang lo alami itu gara gara lo stres, kalau ini sampai belanjut gw gak tau bayi lo bakal baik baik aja" ucap meisya serius
Flashback off
Ucapan meisya terus tengiang ngiang di kepala karin.
"maaf sayang, harus datang dengan situasi kayak gini" ucap karin sambil mengelus elus perut nya
BRak.....
Di tempat lain, tepat di kediaman el dan karin. Tiba tiba foto pernikahan mereka yang di pajang di ruang tamu tiba tiba terjatuh. Foto dengan bingkai yang sangat besar itu tiba terjatuh tampa ada hembusan angin sedikit pun. Dan berhasil menarik perhatian pebantu di sana, akibat suara nya yang keras
Mobil karin terpental begitu jauh kelakang, saat itu seakan akan dunia berhenti.
"karin datang ma pa, tunggu karin" ucap nya sebelum kehilangan kesadaran
*****
IGD
Terlihat meisya yang sedang menangis dengan kencang di depan ruangan sang sahabat. Baru beberapa menit yang lalu mereka bertemu, kini sudah bertemu lagi dengan keadaan yang seperti ini.
"karin..." terdengar suara teriak berat dari lorong lorong rumah sakit
"mey karin kenapa" tanya el, ya el bertanya dengan nafas terengah engah akibat berlari
"bangsat, bajingan, brengsek, lo hiks..... Lo manusia yang brengsek yang pernah gw temui hiks......" maki meisya sambil memukul keras bidang dada el
"permisi dengan keluarga pasien" ucap sang dokter yang tadi keluar dari ruangan karin
"saya dok" jawab el dengan suara bergetar
"pasien mengalami pendarahan tuan, kita harus segera melakukan operasi agar bisa menghentikan pendarahan dan menyelamatkan janin pasien" ucap sang dokter
__ADS_1
DEG.....
"j...janin" tanya el dengan suara bergetar
"benar tuan, istri anda sedang mengandung" jawab dokter itu bingung
"namun hanya ada sedikit kemungkinan janin yang pasien kandung selamat, melihat bagaimana benturan keras mengenai perut nya. Anda harus segera mengambil keputusan tuan kita akan melakukan dua operasi. Menyelamatkan janin pasien dan menyelamatkan nyawa pasien" ucap dokter itu buru buru karna waktu nya tidak lama
JLEB......
Napas el seakan berhenti mendengar apa yang dokter itu katakan. Bukan ini yang dia inginkan, semua tak berjalan seperti apa yang dia harapkan
"tolong selamatkan istri saya dok" ucap el dengan nada memohon
Setelah mengurus segala nya, kini el natap meisya penuh tanya dan penuh harap
"mey, jelaskan pada ku" ucap el dengan nada lirih
"kau tau el, dari banyak nya manusia yang kutemui di rumah sakit ini, di negara ini, di dunia ini, hanya kau yang paling paling bajingan, kau adalah orang yang paling brengsek dari yang terbrengsek didunia ini!" pekik meisya pada el
"kau adalah pria yang sangat bodoh, kau tak tau apa yang istri mu alami selama ini, apa kau tau istri stres akhir akhir ini, apa kau tau istri mu sedang hamil, dan istri mu sedang mengandung anak kembar!!, apa kau tau el?"
"tapi mungkin kau tidak akan bisa bertemu dengan ponaan ponaan ku setelah apa yang terjadi hari ini" kata nya dengan sinis
"ii...istri ku mengandungg anak kembar" gumam nya dengan lirih namun masih di dengar oleh meisya
"kau tak pantas menyembut nya dengan sebutan istri, dan kau lebih lebih tak pantas mendapat gelar suami dan ayah!!" teriak meisya tepat di hadapat el
Lutuh el seketika melemas dan luruh ke lantai dingin rumah sakit. Dia benar benar bukan suami yang baik untuk istri bidadari nya dan dia bukan ayah yang baik untuk calon anak anak nya kelak.
Kemudian el bangkit dari duduk nya menuju dinding kaca ruang IGD, dia menempelkan tangan nya ke dinding itu
"maafkan aku sayang" ucap el dengan air mata yang mengalir. El teringat akan percakan nya dengan sang istri sehari setelah pernikahan mereka
FLASHBACK ON
"sekarang kau tidak sendiri lagi sayang" ucap el sambil mengelus rambut kiran
"aku akan selalu melindungi mu ketika ada orang yang mau menyakiti mu, fisik maupun hati mu" janji nya dengan sungguh sungguh
"jika kau menyakitiku" tanya kiran membuat el gemas
"aku tidak akan membentak ataupun memukul mu" jawab el sambil bersandar di bahu sang istri
"jika kau menyakiti hati ku" tanya el lagi, seakan dia tau rumah tangga nya tidak akan berjalan dengan baik kedepan nya
"jika itu benar benar terjadi, dan sangat menyakitkan untuk mu, jika tidak bisa di maafkan. pergi, tinggalkan aku sendiri, lari sejauh apa yang kau sanggup, jangan melihat kebelakang. Percayalah jika kau melihat ke belakang saat itu, maka kau akan melihat sosok yang sangat menyedihkan sedang menangis merutuki penyesalan yang telah ia lakukan" jawab el dengan sungguh sungguh sambil menatap manik mata sang istri, sambil memperjelas "itu tidak akan terjadi" walaupun dia tidak yakin bahwa semua akan "baik baik saja"
"tapi percayalah padaku aku tidak akan memalukan hal yang akan membuat bidadari ku ini pergi dari ku" lanjut nya sambil mengecup kedua mata sang istru dan di jawab dengan senyum tulus kiran
FLASHBACK OF
"ini masih terlalu pagi, ini masih terlalu awal, aku tau aku salah tapi ku mohon jangan lakukan itu hiks.... Aku pernah menyuruh mu pergi sejauh apa yang kau sanggup tapi tidak sejauh ini hiks.... Aku mohon aku menyesal, seharus nya aku berkata "tolong bertahan lah di saat saat seperti itu" bukan malah menyuruhmu pergi, meninggalakan aku sendiri dengan rasa sakit ini" el menangis dengan meraup kaca ruang IGD itu. Menyesal sungguh sangat menyesal
Tak tau lagi bagaimana rasa sakit sang istri, harus mengalami sakit yang datang berturut turut.
__ADS_1