
jam 10 : 30
siang ini cia berniat mendatangi kantor suami untuk mengantar makan siang, cia memang selalu memasak sendiri, dan mengurus rumah sendiri.
dia menatap dirinya di pantulan cermin kamar mandi. melihat banyak tanda tanda merah kebiruan di sekujur tumbuh nya.
"andai kau mencintai ku, mungkin aku akan sangat senang mendapat ini di sekujur tubuh ku" lirih cia tersenyum getir
sekitar 30menit kemudian cia keluar dari kamar mandi. memakai baju terbaik yang ia miliki, dan sedikit berdandan.
cia menggunakan baju gamis putih dan hijab segi empat berwarna lilac. kombinasi yang sangat bagus untuk kulit putih milik cia
****
cia berjalan memasuki kantor sang suami setelah turun dari mobil pribadi di rumah nya, dan jelas dengan seorang supir.
orang mengira aska adalah suami yang sangat sangat baik dan perhatian pada sang istri karna cia memiliki segala nya, barang barang mewah, dan segalanya yang berbaur dengan harta dan uang. namun mereka tak pernah melihat sisi lain dari dika askara pratama.
cia akui dia tak pernah kesusahan soal uang, namun yang cia butuhkan hanya cinta dari sabg suami. uang bisa di cari bersama sama, tapi perjuangan cinta untuk mendapat kasih sayang tak bisa di lakukan sendiri.
percuma toh cia berjuang, jika aska nya tidak. hasil akhir nya bakal tetap zonk
sambil menenteng kotak bekal makan siang cia berjalan dengan anggun ke dalam kantor. tak lupa dengan tatapan memuja dari karyawan. tak terkecuali keryawan perempuan
"selamat siang nyonya prisilia"
"selamat siang nyonya"
"ahh nyonya cia cantik banget, boleh aku memeluk mya"
"gemas nya, aku ingin mencubit pipi nya"
"lihat lah senyum nya sangat manis"
"andai saja aku suami mu"
"selamat siang semua nya, jangan lupa jaga kesehatan kalian" jawab cia sambil tersenyum pada semua karyawan di sana
"permisi nyonya ingin bertemu tuan aska" tanya seorang pria yang tak lain adalah asisten aska
"iya, apa mas aska ada di ruangan nya" jawab cia walaupun sedikit gugup
"tuan aska baru saja meeting nyonya, mungkin akan lama" ucap sang asisten tak enak hati saat melihat wajah murung sang istri bos
"bagaimana kalau nyonya menunggu di ruangan tuan saja" tawar sang asisten
"apa tak masalah?" tanya cia tak enak
"tidak nyonya, mari!" ajak asisten itu
*****
di belahan dunia lain, terlihat dua pria paruh baya yang saling menatap. satu menatap dengan teduh dan rasa bersalah yang satu lagi menatap dengan tatapan benci dan kemarahan
"maafkan aku" ucap pria dengan tatapan teduh
"kenapa harus gw?" sahut pria satu nya
__ADS_1
"kenapa harus gw yang menira semua hal yang lo lakuin?" lanjut nya lagi
"lo tau, gw sangat menderita selama ini!"
"kalau lo pengen kehilangan, jangan buat gw ikutan kehilangan!"
"gw hancur, gw gak bahagia, gw menderita, percuma uang gw banyak kalau kehagian gw gak ada!"
"dia pergi ninggalin gw dengan semua rasa ini!" curahan hati pria paruh baya itu terdengar memilukan
"maafkan aku" hanya kata itu yang terdengar di telinga pria dengan tatapan benci itu
"apa dengan maaf semua bakal selesai" tanya pria itu
"kamu sudah menikah dan memiliki putri yang cantik, lupakan masa lalu mu dan hiduplah di masa sekarang. berusaha lah mencintai istri mu sendiri ray, jangan berlarut larut. berdamai lah dengan takdir" nasehat pria itu dengan rasa bersalah
"apa kau bisa berdamai dengan takdir, apa kau sudah bisa melupakan apa yang telah terjadi, apakau akan memulai semua nya dari awal?" tanya ray dengan nada mengejek
"jawaban nya "tidak" and maybe never" lanjut nya lagi dan kemudian bangkit dari duduk nya
"apa yang kau inginkan ray?" tanya pria itu putus asa
"aku ingin membuat mu merasakan kehilangan seperti yang ku rasakan" jawab nya dengan sedikit menoleh
"kau ingin menghilangkan apa dari ku ray, apa tak cukup penderitaan ku selama ini?" tanya nya dengan suara bergetar meningat kenangan kelam hidup nya
****
di sini lain terlihat aska memasuki ruangan nya tepat pada pukul 01:47. terlihat wajah lelah milik aska memasuki ruangan nya.
sesaat sampai nya di dalam aska melihat cia wanita yang dia benci sedang terlelap di sofa ruangan kerja nya dengan posisi sedang duduk dan tak lupa kotak bekal di meja depan sofa
dengan langkah lebar aska berjalan menuju sofa itu, di tarik nya tangan sang istri dengan kasar.
"ngapain lo enak enak kan tidur di sini hah!" bentak aska dengan nada tinggi, membuat mata cia terbuka lebar
"aku hanya ingin mengantar makan siang" ucap cia pelan sambil meringis menahan sakit di pergelangan tangan nya
"ngapain sok sok baik lo wanita mu**ran, gw punya uang buat beli makan sendiri!" tegas aska
"mas lepasin dulu... sakit banget" ringis cia berusaha melepaskan tangan nya yang di genggam aska
"cih...." decih aska sambil menekan kuat tangan cia
"sakit hah...." tanya nya pada cia yang di gubris oleh orang yang di tanya
"ish... lepas mas... sakit..." pinta cia lagi
tangan aska naik ke atas leher nya dan memcekit leher cia dengan keras. cia yang kesusahan bernafas mencoba memberontak.
"mulai besok jangan pernah ke sini lagi, ini hanya sedikit peringatan pada mu" tegas el melepaskan cia dan berjalan menuju kusri kebesaran nya, cia yang lemas langsung melorot ke lantai.
tak lama kemudian cia bangkit dari duduk nya dengan tergesa gesa mengambil tas nya dan pergi meninggkal kan bekal makan siang yang tadi di bawa nya.
cia tak sadar dan lupa mengambil ponsel nya yang di letakkan di samping kotak bekal itu akibat rasa sakit dan takut.
****
sekitar jam 02:30 aska bangkit dari duduk nya akibat rasa perih pada perut nya yang belum di isi.
__ADS_1
dia menatap ke arah sofa melihat tato bag yang tadi di bawa istri nya. dengan langkah pasti aska berjalan ke arah sofa nyan mekihat tato bag itu.
kemudian penglihatan nya teralih kan ke arah handphone dengan gigitan apel di belakangnya itu. alex mengambil nya dan menghidupkan nya, di lihat di layar pertama terdapat foto pernikahan mereka di sana cia tersenyum dan tampak sangat bahagia tapi tak untuk aska yang hanya tersenyum tipis saja
hati nya sedikit berdesir melihat itu, namun kemudian segara di tepiskan. aska membuka aplikasi album dan melihat banyak sekali kata kata di sana.
... ...
...*perjuangan tak pernah mengkhianati hasil....
namun jika kau tetap tidak berhasil.
...maka jangan menyerah sampai tuhan berkata...
..."pulanglah, setidak nya kau sudah berusaha untuk berhasil"...
...~...
...aku tak akan menyerah...
...namun saat nanti aku menyerah, percayalah aku benar benar sudah sangat lelah...
...~...
...kamu adalah pria baik...
...dan kurasa kamu hanya butuh bahu untuk bersandar, dan badan untuk memberi mu pelukan. aku bisa memberi nya tapi kau tak meminta nya padaku...
...~suami...
...aku tak pernah merasa berharga...
...namun saat kau datang aku menarik kata kata ku. dan ku harap kau bisa membuat ku merasa mahal dan sangat berharga bagimu juga...
...~...
...aku akan tetap berusaha menjadi payung mu sampai pelangimu datang. namun jika boleh meminta aku tidak ingin hujan reda agar aku selalu bisa menjadi payungmu. ...
...meskipun saat ini kau belum membutuhkan payung ini*...
...~...
aska membaca satu persatu kata kata itu seolah olah memang di tuliskan untuk nya, entah apa yang di rasakan saat ini. namun hati nya merasa tak enak
.
.
.
.
.
.
.
happy reading
__ADS_1
maaf banyak typo