
hingga beberapa saat kemudian keluar dokter dari ruangan itu dengan tatapan mata yang sulit di artikan
"salah satu anak anda lahir dengan selamat tuan" ucap dokter itu membuat el bingung, salah satu
"namun, dengan berat hati kami menyatakan bayi anda yang lain tidak bisa di selamatkan tuan" ucap sang dokter penuh sesal
jleb...
"makk...maksud dokter a...anakk sa..saya meninggal dokk" tanya el dengan suara tertahan seperti ada yang mencekik leher nya, dengan berat dokter itu mengangguk
pecah sudah tangis el, bisakah aku bahagia tuhan, bisakah jangan menguji ku lagi tuhan. mungkin inilah yang sedang el pikirkan
namun tak lama kemudian terdengar suara kegaduha di dalam ruangan operasi itu membuat pikiran el kemana mana.
perawat dan dokter berlalu lalang keluar masuk ke ruangan sang istri operasi tadi
"a...ada apa dok, a... apa terjadi sesuatu dengan istri saya dok" tanya el pada dokter yang tadi berbicara padanya
"permisi tuan, kami akan mengusahakan yang terbaik" bukannya menjawab dokter itu malah berlari masuk kedalam ruangan itu
****
selang beberapa waktu keluar salah satu perawat wanita di sana
"permisi tuan, kondisi pasien kembali drop. anda bisa melihat kedalam tuan" ucap perawat itu seolah olah memberi waktu untuk sang suami bertemu dengan istri nya
****
kini lengkap dengan pakaian serba hijau el berdiri di samping kasur sang istri
"bangun lah sayang, kumohon... jangan tinggal kan aku... anak kita....anak kita pergi meninggalkan ku, mungkin dia sudah tidak percaya pada papa yang ini sehingga memilih pulang kembali. jadi bangun lah sayang anak kita membutuhkan bunda nya" lirih el dengan air mata yang mulai keluar lagi
"aku butuh kau sayang, jangan pergi seperti anak kita sayang. temani aku di sini membesarkan buah hati kita hiks...."
"kuhomon berbelas kasihan lah kepadaku hiks..."
"ku mohon tuhan, aku selalu meminta kepadamu walau tak pernah kau kabul kan, untuk kali ini saja kabulkan doa ku yang satu ini hiks...." tangis el sambil menadahkan tangan nya ke langit
sambil terus menatap langit langit kamar dan memohon kepada allah untuk membangun kan sang istri, tiba tiba terdengar suara monitor yang sangat nyaring di telinga el
Tit.....................
dengan tegang el membalik kan badan nya melihat alat monitor itu
deg.........
terlihat garis lurus di sana mempertandakan detak jantung sudah tidak ada. seketika jantung el ikut berhenti, seakan akan tidak lagi oksigen di ruangan itu. tak lama kemudian el terjaga dari lamunan nya dengan tangan gemetar menekan tombol di sana untuk memanggil dokter.
__ADS_1
*****
"maaf tuan, pasien tidak bisa di selamatkan. kami sangat sangat menyesal" lirih sang dokter
lengkap sudah penderitaan el saat ini, kehilangan dua malaikat sekaligus.
"bisa kah aku ikut bersama mu sayang"
"tidak tidak.... ini hanya mimpi. mimpi macam apa ini, jelek sekali"
"kita akan terus bersama iyakan sayang"
"aku ingin bangun dari mimpi ini, sungguh mengesalkan"
"tolong bangunkan aku dari mimpi ini"
"hiks.... tolong bangun kan aku hiks...."
"aku ingin bangunn hiks....."
"tuan.. tuan.... sadarlah tuan...." panggil sang dokter beberapa kali saat melihat el yang diam membisu di tempat
buk....
pukul sang dokter di pundak el, dan berhasil menyadarkan el dari lamunan nya.
*****
perpisahan memang sangat menyakitkan namun ada yang lebih lebih sakit dari itu. melupakan, melupakan kenangan yang kita ciptakan setiap detik, setiap menit, setiap jam dan setiap hari bersama satu dari ribuan orang yang pernah kita temui.
el menatap tak percaya akan apa yang di lihat saat ini, dua makam yang masih baru dapat di lihat dari tanah yang masih basah.
"hiks......"
"apa kalian kedinginan di sana hiks....." tanya el sambil memegang kayu yang tertancap di makam sang istri
"maafkan aku hiks.... aku telah gagal menjadi suami dan ayah yang baik hiks.... maafkan aku" tangil el semakin pecah sambil meletakkan kepala nya di gundukan tanah itu
ema istri kedua el yang hadir di sana bersama mertua nya menatap iba sang suami. semua ini salah nya, andai dia tidak hadir di kehidupan sepasang kekasih ini.
tak terkecuali orang tua el, mereka menatap sedih sang anak, mereka tak menyangka kepergian kiran akan berdampak besar bagi anak nya.
satu persatu pelayat hilang dari sana, bahkan meisya pun tak terlihat batang hidung nya dari kiran melakukan operasi tadi. kini hanya ada el, orang tuanya dan istri kedua nya di sana
"el ayo nak kita pulang hari semakin larut, dan lihat lah mungkin sebentar lagi hujan akan turun" ajak ibu el sambil memegang pundak anak nya
"puaskan kalian" guman el lirih dengan suara dingin
__ADS_1
"el...." lirih sang ibu
"puas kalian hahh!!" teriak el dengan amarah yang sudah membara
"el kau tidak boleh-" ucap ema
"diam kau!!" bentak nya pada ema
"semua nya gara gara kau, kau tau aku sudah memiliki istri tapi kau tidak menolak pernikahan sialan ini. wanita macam apa kau yang tega menyakiti wanita lain. istri ku jauh lebih baik dari kau, kau hanya menutup tubuhmu tapi menyakiti sesama mu!!" bentak el dengan suara tinggi pada ema yang diam membeku
"apa begini yang kau namakan wanita baik!!" tanya el pada tiga manusia di sana
"dan kalian, puas kalian menghancurkan kebahagian kami, bahkan kalian tak pantas mendapat gelar orang tua!!" ucap el pada ayah ibu nya
******
panggilan masuk dari meisya
📱: maaf ray
^^^📲: why honey^^^
📱: aku tidak bisa
📲 : tidak bisa apa sayang
📱: aku tidak bisa meneruskan pernikahan ini
📲 : apa maksudmu!
📱: aku minta maaf
📲 : jangan bercanda meisya, aku tidak suka!
📱: aku tidak bercanda, aku tidak bisa
📲 : kau di mana mei, aku akan datang kesana jelaskan nanti
📱: no ray, tolong jangan. aku benar benar ingin hubungan ini berakhir. temukan kebahagian mu sendiri, temukan wanita yang lebih baik dariku. kau tampan, kau kaya, kau baik, banyak wanita yang ingin bersama mu, tapi bukan aku.
📲 : sayang jika aku memiliki salah tolong maafkan aku, jangan begini, aku minta maaf tolong cabut kata kata mu tadi. kumohon
📱: semoga kau bahagia ray, aku akan selalu mengingat mu, nama mu akan tersimpan indah di dalam lubuk hati paling dalam milikku, dan kau akan selalu menjadi tokoh favorit dalam cerita ku
📲 : meisya aku akan men-
tut......
__ADS_1
panggilan berakhir