ISTRI KONTRAK YANG DINGIN

ISTRI KONTRAK YANG DINGIN
Penyerangan ke2


__ADS_3

*Group Wiratama


Setelah kepergian manda dari ruangan lucas toni segera melanjutkan pembicaran yang tadi sempat tertunda.


"Apa yang mau kamu katakan".tanya lucas


"Ouchhh,ini tuan tadi nyonya sera menitipkan makan siang untuk anda".kata toni


"Sera datang kekantor?",tanya lucas dengan panik


"Iya 10 menit yang lalu nyonya datang,tapi untung resepsionis beralasan bahwa tuan sedang meeting dengan klien".jelas toni


"Bagus,,,,".kata lucas dengan leganya


"Tuan apakah anda akan kembali lagi dengan nona manda?".tanya toni dengan hati-hati


"Iya aku akan kembali lagi ke manda,dan segera menceraikan sera".kata lucas


"Menurut saya anda fikirkan dulu dengan matang-matang,jangan sampai anda menyesal nantinya".kata toni


"Apa maksutmu".gertak lucas


"Saya sudah menjadi asisten anda 10 tahun lebih,hanya saja saya tidak ingin tuan memilih langkah yang salah kedepannya,itu saja tuan yang ingin saya sampaikan saya pamit undur diri dulu,permisi tuan".kata toni


"Hem".kata lucas


Lalu toni segera meninggalkan ruangan lucas kemudian melanjutkan pekerjaan selanjutnya,ia tak lupa juga menuruh anak buahnya selalu mengawasi manda laura,karena ia sudah curiga sejaka pertama kali manda kembali lagi kesisi lucas.


Waktu menunjukkan pukul 17:00 malam,lucas memutuskan untuk pergi ke hotel miliknya yang tidak jauh dari kantornya karena dia ada janji bersama sahabatnya yang baru pulang dari luar negeri.Lucas memasuki mobilnya dengan toni yang mengendarai mobil mewah lucas.Namun saat mobilnya mulai berjalan tiba-tiba terdengan suara tembakan dari arah kiri lucas membuat ia semakin kesal.


"Brengsek".maki lucas


Ini bukan pertama kalinya nyawanya terancam,kali ini lucas benar-benar marah ia tidak segan membunuh semua musuh-musuhnya dengan tangannya sendiri.Dua mobil hitam yang baru datang milik pengawal lucas mulai melindungi bosnya dari serangan musuh.Lucas segera mengambil pistol yang selalu ia simpan didalam mobilnya lalu mulai menembak dari samping jendela mobilnya.Seperti biasa ia sudah sangat mahir dalam menggunakan pistol,jarang sekali target meleset apalagi jika ia lakukan dari jarak jauh.


"Dorrr".suara tembakan

__ADS_1


Kaca mobil yang anti pecah itupun bisa tertembus oleh peluru musuh,ini berarti bukan musuh yang bisa dianggap remeh pasti dibalik ini semua ada orang kuat dan itu semua pasti sudah direncanakan matang-matang .Lucas segera menekan tombol darurat diponselnya agar para gangster pengikut tahu kalau dirinya dalam bahaya.Suasana makin ricuh dan mereka saling tembak menembak,toni pun turut membantu juga,tapi itu masih kewalahan.Dibelakang ada dua mobil besar yang mulai mendekati mobil milik lucas ia segera mencari cara agar terhindar dari mereka.Ia pun memutuskan untuk melompat dari mobil dan ia terjatuh terbalik kepalanya terhantam aspal sehingga membuat darah terus bercucuran.Toni masih didalam mobil ia berencana akan mengecoh para musuhnya itu.


"Lucas".panggilnya,ya diki teman lucas yang sama 1 komplotan dengannya datang setelah mendapat sinyal darurat dari ponselnya.


"Hahaha,kau mau menghilang dari dunia ini?dasar bodoh,bisa-bisanya kau lengah".kata diki


"Diam kau,jangan biarkan mereka tersisa satupun habisin semua musuh musuh itu".geram lucas


"Tentu saja ,mereka cari mati karena telah berani mengusik kehidupan kepala Geng Naga Hitam kita".kata diki


"Tidak semudah itu mereka membunuhku".kata lucas lalu tersenyum sinis


"Aku akui kau memang meiliki seribu nyawa ".kata diki


"Jika Farhan tahu kalau kau hampir mati begini,dia pasti akan segera kembali dan mengahncurkan mereka semua".jelas diki


"Dia sudah kembali".kata lucas


"Apa,kapan dia kembali dan sekarang dimana?".tanya diki beruntun


"Rencana tadi aku ingin menemuinya tapi tak kusangka,ini akan terjadi".kata lucas


Diki yang melihat darah yang terus bercucuran dikepala lucas,ia segera mengajak nya masuk kedalam mobil,dan para penyerang sudah mulai ditakhlukan.Ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


"Kita ketempat haikal".kata diki


"Tidak,bawa aku kembali kevila luxury dan hubungi haikal serta rizal kita bicara divilaku saja".kata lucas


"Oke".jawab diki lalu menginjakkan pedal gas dengan keras.


Sera yang baru tiba divila segera menuju kamarnya untuk bersih-bersih,karena tubuhnya yang sudah mulai lengket karena seharian sibuk berpergian.Ia hari ini memang meminta untuk pulang lebih awal setelah mengantar kak farhan dan intan sahabatnya itu mencari hotel terdekat.Karena tak mungkin mereka malam-malam langsung kembali kerumahnya.Ia mulai masuk kemar mandi,setelah beberapa menit ia keluar kemudian mulai melakukan aktivitas routine setiap malam yang dilakukan kebanyakan para wanita.Setelah itu ia membaca buku diatas ranjang dengan santai dan damainya.


Dalam perjalan pulang lucas terus saja tersenyum tidak jelas sehingga membuat diki ingin sekali mengahajar kepalan lucas agar sadar dari kegilaanya.Entah apa yang ada dalam pikirannya hingga membuat ia senyum sendiri.Padahal dalam fikiran lucas ia memikirkan sera,ia ingin tahu apakah wanita dingin itu akan khawatir melihat kepalanya yang bercucuran darah.Itu semua membuat lucas semakin tersenyum girang.


"Lucas tuanku tersayang,kau kali ini membuatku muak saja".ejek diki

__ADS_1


Tidak ada raut wajah kesakitan yang terpampang hanya kesenangan.Jika orang normal ia akan merasakan kesakitan namun lucas malah menjilati darah yang menetes dikepalanya,seolah mendapat sesuatu yang segar di indra pengecapnya.


Beberapa waktu kemudian mereka sampai divilla luxury milik lucas,ia segera turun dari mobil lalu bergegas masuk kedalam villa.Bi inah yang melihat tuannya kembali dengan bercucuran darah mulai panik.


"Tuan apa yang terjadi".tanya bi inah


"Tidak kenapa-napa bi,jangan khawatir...sera apa ada dikamar?".tanya lucas


"Iya tuan nyonya juga baru saja pulang".kata bi inah yang mulai sedih melihat keadaan tuannya


"Baiklah terima kasih bi".kata lucas


"Kau tunggu diruang kerjaku!".titah lucas


"Oce".kata diki


Lucas lalu pergi meninggalkan bi inah dan juga diki ,ia berjalan menuju kamar sera yang berada dilantai satu.Setelah berada didepan kamar sera ia segera memutar knop pintu,lalu masuk kedalam kamar sera,terlihatlah seorang gadis cantik yang sedang membaca buku diatas ranjang dengan rambut yang masih basah,tidak memungkinkan membuat sera semakin cantik.Lucas berjalan mendekati ranjang sera,dengan terkejut sera menutup bukunya lalu menoleh kearah lucas,Dan tanpa sadar ia menetskan air mata dalam hatinya iya ikut merasakan sakit yang begitu mendalam.


"Apa yang terjadi?".tanya sera dengan wajah begitu tulus


"Hal biasa yang sering terjadi".kata lucas dengan santai


Mendengar ucapan lucas dengan santainya membuat sera semakin panik dan terlihat wajah lucas semakin pucas,ia segera mengambil tisue yang ada dimeja rias,lalu menyapukan denga hati-hati kewajah lucas untuk membersihkan darah yang bercucuran.


"Kita harus pergi ke rumah sakit sekarang".kata sera dengan nada yang begitu berat karena menahan tangisannya


"Cukup kau saja yang mengobatiku".kata lucas


"Tidak,aku bukan dokter nanti kalau lucanya terjadi infeksi bagaimana".kata sera


"Aku akan mati dan kau akan bebas sera".kata lucas dengan tersenyum


Mendengar ucapan lucas itu ,semakin membuat hati sera semakin sakit ia tidak pernah sekalipun memikirkan lucas untuk mati,walaupun kadang dia diperlakukan kasar sekalipun.Ia tak ingin lucas mati begitu saja,ia masih ingin hidup lebih panjang bersamanya.Sera pun semakin meteskan air matanya dan menahannya kembali,melihat sera yang begitu sedih lucas menarik tangan sera kedalam pelukannya.


"Jika kau tak menginginkan mati,aku tak akan mati sayang".kata lucas dengan begitu lembut,membuat hati sera sedikit tengang dan bahagia karena lucas memanggilnya sayang.

__ADS_1


"Kau bodoh seperti anak kecil,kenapa bisa terluka seperti ini,sekarang kau harus diobatin dulu hiks,,,hiks".kata sera


"Tentu sayang".ucap lucas


__ADS_2