Istri Pilihan Putraku

Istri Pilihan Putraku
eps 22


__ADS_3

Sedangkan Zela hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Rey. Bagaimana bisa panas sedangkan di ruangan itu sudah ada AC yang cukup besar.


“ baiklah, hati hati di jalan mas” ucap Zela


“ baiklah, mas pulang ya. Eh iya kata Aiden nanti mampirlah sebentar ke rumah Aiden ingin mengatakan sesuatu denganmu” ucap Rey menyampaikan pesan dari sang anak


“ oke, nanti aku akan datang.” Ucap Zela


“ nanti aku akan menjemputmu kembali agar kita pulang bareng jadi tunggu mas ya.” Ucap Rey sambil berdiri


“ benarkah, uff.. syukurlah setidak nya uangku tidak akan berkurang” ucap Zela tenang sedangkan Rey terkekeh


“ dah, mas pamit dulu” ucap Rey sambil mengelus rambut Zela dengan lembut.


Zela yang mendapat perlakuan manis dari Rey terdiam mematung bahkan ia tidak sadar Rey sudah tidak ada lagi di sana.


“ uuuu, dia ternyata bisa manis juga” ucap Zela dengan suara kecil sambil tersenyum, pipi nya bahkan terasa memanas karena tersipu akan perlakuan manis tadi.


“ lama lama aku bisa meleleh akan perlakuan beruang kutup itu” ucap Zela sambil memegang pipi nya


“ oy.. kesambet setan entar baru tau rasa” ucap Celsi yang tiba tiba sudah ada di situ hingga membuat Zela terperanjat kaget karena nya.


“ uff…, kau ngagetin aja tau nya cel” ucap Zela kesal


“ eh… ni anak. Kayak mana ngagetin aku bahkan sudah memanggil manggilmu sejak tadi tapi kau tidak meresponnya karena kau asik melamun, bestie ” ucap Celsi


“ benarkah. Seperti nya kau salah lihat, aku tak melamun” ucap Zela mengelak


“ terserahlah terserah. Oh nya kalian ngapain aja di sini tadi” ucap Celsi menyelidik


“ ngapain apanya. Kita hanya ngobrol doang” ucap Zela menuju kursi kerja nya


“ masa, ngobrol doang. Lo yakin gak ngapain pain, secara kalian kan sudah jadi kekasih” ucap Celsi yang tidak percaya akan perkataan zela

__ADS_1


“ astaga cel, kita hanya ngobrol biasa aja serius.” Jawab Zela


“ kalau nggak lakuin yang aneh aneh kenapa muka tuan Rey tadi memerah sama muka lo juga merah tu ” ucap Celsi memainkan alis nya


“ astaga, kita hanya pecanda aja tadi sambil ketawa sampai ni wajah merah” jawab Zela


“ sudah lo ke sana gih, entar aku potong gajimu baru tau rasa” ucap Zela


“ ya, elah zel. Gitu amat sama sahabat sendiri” jawab Celsi manyun


“ kan ini memang jam kerja Celsi ku sayang” ucap Zela


“ ya, udah deh. OHH ya, tugas kampus kemarin kamu udah siap belum?” Tanya Celsi


“ tentu saja, ini kan sudah hampir 1 minggu cel. Jangan bilang kamu belum siap” ucap Zela menyelidik


“ hehehe… sahabat ku ini memang sangat mengerti aku” jawab Celsi cengengesan


“ bagi dong sayang, adik bayiku yang imut dan menggemaskan” kata Celsi membujuk sang sahabat


“ hahaha… kamu imut sih, lagian kan itu nama panggilan sayang aku sama kamu. Btw bagi ya” ucap Celsi sambil mengedip ngedipkan mata nya


“ dasar kamu, baiklah nanti akan aku fotoin ke kamu, udah puas.” Jawab Zela


“ puas bangat bestie, ya udah aku tinggal nya. Kakak cantik mau kerja dulu cari uang” ucap Celsi melanggeng pergi sedangkan Zela melongo melihat tingkah sahabat konyol ya itu, tapi jujur dia bahagia berada di dekat Celsi.


Zela memeriksa semua berkas berkas yang ada di meja kerja nya, menit demi menit berlalu tak terasa hingga jam sudah menunjuk angka setengah 6 sore. Zela langsung saja membereskan meja kerja nya dan mengambil tas nya karena salah satu karyawan nya tadi mengatakan bahwa Rey sudah menunggu di bawah.


“ mas…, maaf menunggu lama nya” ucap Zela merasa tidak enak terhadap Reyhan


“ nggak papa kok, santai aja. Saya juga baru sampai kok ” jawab Rey


“ ya, udah. Kita langsung berangkat aja yuk” ajak Rey, ia pun membukakan pintu mobil untuk Azela

__ADS_1


“ silahkan” ucap Rey dengan lembut membuat Zela tersenyum


“ apaan sih, lebay deh” gumam Zela sembari tersenyum


Mereka pun mulai meluncur ke kediaman Reyhan dan keluarga nya, sepanjang perjalanan mereka saling bercanda gurau hingga membuat suasana dalam mobil terasa nyaman, sesekali terdengar pula suara tawa mereka berdua. Hingga tidak terasa mobil yang mereka kendarai sudah sampai di kediaman Reyhan.


“ nggak terasa ya, zel” ucap Reyhan sembari keluar dari mobil di ikuti Zela


“ benar bangat mas, kayak nya baru tadi kita berangkat nya” jawab Zela


“ ternyata ngobrol sama kamu itu seru deh zel” kata Reyhan


“ mas bisa aja, mas juga asik teman cerita nggak datar datar amat seperti yang aku pikirkan” ucap Zela jujur


“ emang aku datarnya?” Tanya Rey tidak percaya


“ tentu saja mas, bahkan mas kayak balok es” ucap Zela sembari tertawa dia pun langsung berlari menuju rumah Rey, meninggalkan Rey yang terbengong mendengar jawaban Zela


“ dasar anak itu. Jujur amat” ucap Rey sambil melangkah menuju rumah


Aiden yang melihat sang mama yang sudah sedari tadi ia tunggu ternyata sudah datang sangatlah bahagia. Dia langsung saja melompat dari tempat duduk nya dan berlari ke arah Azela.


🌼🌼🌼🌼🌼


terima kasih sudah mampir para reader tercinta, author minta maaf nya kalau novel ini masih banyak kesalahan soalnya novel aku ini masih tahap perbaikan, jadi mohon memaklumi ya.


hari ini aku up ya dua eps karena kemarin aku nggak up jadi hari ini aku douple up guys.


dan yang paling penting para reader tercinta tinggal kan jejak yang banyak ya baru aku semangat menulis nya.


i love you all


❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


and bye bye


😚😚😚😚😚😚😚😚


__ADS_2