
Setelah berganti baju, reyhan dan yang lainnya pun pergi ke tempat yang di maksud reyhan, sebuah pantai yang luas dan indah.
Aiden sangat antusias melihat pantai indah yang ada di hadapannya itu, ia dengan tergesa gesa turun dari mobil dan langsung berlari mendekati pantai indah itu.
“ sayang, hati hati” teriak zela sambil mengejar aiden
“ wah.., mama kemarilah. Ini sangat indah” teriak aiden dengan semangat
“ yah, sangat indah. Sayang berdirilah di situ mama akan memfotomu” ucap zela mengambil hp miliknya
“ senyum yang lebar sayang” teriak zela
Ceklek
“ ye, anak dan ayah sama ajah di suruh senyum lebar malah hanya senyum tipis” gerutu zela
“ sayang senyum nya seperti ini,” teriak zela sambil menunjukkan senyum lebar miliknya
“ ahh, tidak usah mama, aiden sangat malas untuk berfoto toh aiden juga lebih tampan asli nya dari pada di foto” ucap aiden dengan pede, sedangkan azela dan celsi yang baru saja berdiri di dekat zela hanya bisa melongo saja melihat pedean bocah tampan itu.
“ astaga, untung ganteng beneran kalau tidak entahlah apa yang akan terjadi” ucap celsi
“ kau benar sahabatku” ucap zela, dan mereka saling rangkulan dan geleng geleng kepala dengan kompak
“ mama, tante cel. Kemari mari bermain air bersama” teriak aiden kearah zela dan celsi
“ tante cantik datang sayangku” teriak celsi dengan semangat berlari kearah aiden sambil menarik tangan zela
“ hais, cantik apaan lebih cantikkan aku juga. Sayang mama cantik dan seksi mu ini datang” teriak zela tidak mau kalah lalu ia dan celsi tertawa bersama melihat kelakuan mereka.
Mereka bertiga pun bermain air bersama, saling siram siraman, lari lari bersama, dan tertawa lepas bersama.
“ hais, cantik apaan aneh begitu” gerutu juan yang mendengarkan teriakan celsi tadi
“ lihat mereka, tertawa bahagia tanpa mengajak orang tampan ini” ucap reyhan sambil menghampiri zela dan yang lainnya meninggalkan juan yang melongo mendengarkan perkataannya
“ ya elah, dasar es batu lihatlah ia sangat pede sekali. Mereka memang sangat cocok menjadi keluarga sama sama unik” ucap juan sambil berjalan kearah nyonya elika dan tuan jimmy yang duduk dengan santai di kursi santai yang di sediakan di pantai itu
“ hei anak muda. Kenapa malah kemari” ucap tuan jimmy
“ ya mau duduklah om, mau apa lagi coba” ucap juan sambil duduk di salah satu kursi kosong. Ia sudah kompak dengan keluarga reyhan karena ia sudah menganggap mereka keluarganya juga.
“ tidak bisa anak muda. Sana gabung dengan mereka tidak kau lihat celsi cantik duduk sendiri sana temani.” Ucap nyonya elika
“ nggak mau tan, malas” ucap juan sambil menutup matanya
__ADS_1
“ hais ni anak asik molor aja,sana temani celsi dia cantik, baik kurang apa lagi. Kau boleh menjadikannya pacarmu tante dengar kau sudah putus dengan pacarmu yang entah ke berapa itu?” ucap nyonya elika sambil menjewer telinga juan
“ ai..ai..ai, tan.. telinga juan bisa copot nantinya. Baiklah baiklah juan akan ke sana” ucap juan akhir nya
“ gitu dong. Tapi jangan kau apa apa kan gadis cantik itu ya, nikahi dulu” ucap tuan jimmy menggoda juan sambil menarik turunkan alisnya
“ eih, apaan sih om. Gaje bangat deh” ucap juan melangkah menjauh dari sana. Menghampiri celsi yang hanya duduk sendiri menatap ke arah zela, reyhan, dan aiden dengan tersenyum
“ jangan senyum senyum sendiri entar ke sambet setan” ucap juan sambil duduk di dekat celsi
“ hei, apaan sih loh. Dasar aneh” ucap celsi sekilas menatap juan lalu mengalihkan pandangannya kembali melihat ke arah zela dan yang lain yang tampak tertawa renyah bersama
“ heis, dia cuek amat deh jadi cewek. Dan apa dia bilang gue aneh emang nggak ke balik nya” gumam juan sambil menatap ke arah celsi yang tersenyum sangat manis sambil menatap ke arah di mana aiden dan yang lain.
“ cantiknya” gumam juan tanpa sadar, celsi yang mendengarkan gumaman juan menatap juan hingga membuat juan gelagaban
“ terima kasih. saya tau saya cantik, tapi tidak usah menatap saya terus menerus entar kamu jatuh cinta lagi sama saya” ucap celsi dengan pedenya
“ a..a. aku tak melihatmu. Aku melihat ke arah sana yah arah sana” ucap juan terbata dengan menunjuk ke arah sebelah celsi untuk mengelak
“ dasar aneh, sudah ketahuan masih saja mengelak” ucap celsi
“ baiklah, ya aku melihatmu” ucap juan, ia mengira celsi akan besar kepala tapi dia ternyata salah celsi bahkan tidak bereaksi
“ celsi” ucap celsi sambil tersenyum tanpa menjabat tangan juan
“ cantik tapi sangat cuek” ucap juan di dalam hati
Ia mengira celsi sama dengan gadis yang lain, bila hanya di tatap dengan nya gadis itu akan klepek klepek. Dia bahkan mengira ketampanan nya sudah berkurang.
“ seperti nya kau sangat dekat dengan nona zela?” Tanya juan membuka obrolan di antara mereka agar tidak canggung
“ ya, dia adalah sahabatku satu satunya bahkan dia sudah ku anggap adikku.” Ucap celsi sambil terus tersenyum ia bahagia bila melihat zela bahagia
“ ya, itu sangat tampak. Kelihatan juga kau sangat menyayangi nya” ucap juan sambil ikut menatap ke arah reyhan dan yang lain ia juga tertawa saat melihat reyhan terjatuh karena di dorong oleh zela dan aiden.
“ ya, aku sangat menyayangi nya, zela bagiku adalah sosok malaikat penolong bagiku. Tanpa nya aku bukanlah siapa siapa dan aku tak akan bisa seperti sekarang.” Ucap celsi tulus
“ dan kau pun ku lihat sangat dekat dengan tuan reyhan?” Tanya celsi sambil menatap juan, juan yang di tatap celsi entah mengapa menjadi gugup detak jantungnya pun sangatlah cepat sampai sampai ingin melompat dari tempatnya.
“ ehemm, ya aku dan reyhan sudah berteman sejak kami masih kecil. Kami selalu bersama di mana pun hingga membuat hubungan pertemanan kami sangat dekat bagaikan saudara” ujar juan setelah mampu menguasai ke gugupannya.
Setelah percakapan itu mereka berdua pun kembali diam. Juan yang asli nya seorang playboy cap kadal kali ini tidak dapat mengeluarkan rayuan maut nya, celsi terlalu dingin dan cuek hingga membuat nya sangat sulit di dekati. Juan pun beranjak dari tempat duduknya itu lalu berjalan agak jauh sambil mengambil hp milik nya.
“ celsi” panggil juan, saat celsi menoleh juan pun dengan cepat memfoto nya
__ADS_1
Ceklek..
“ emm, cantik” ucap juan memuji

“ hei, apa yang kau lakukan. Hapus tidak” ucap celsi bangkit lalu mengejar juan yang sudah terlebih dahulu lari sambil menjulurkan lidah nya ke arah celsi sambil tertawa senang.
Zela, reyhan, dan aiden yang sudah selesai bermain hanya melihat ke arah mereka saja tanpa ikut saling mengejar pula. Mereka jalan mendekat ke arah nyonya elika dan tuan jimmy yang tampak santai sambil rebahan di kursi mereka.
“ gimana, sudah puas?” Tanya nyonya elika
“ sangat puas oma, aiden sangat senang hari ini. Apalagi mama ada di dekat aiden bermain bersama” ucap aiden berbinar
“ haha.., mama juga sangat puas ternyata bermain air seperti tadi sangat seru apalagi di temani orang yang kita sayang” ucap zela tersenyum, dan saat bersitatapan dengan reyhan dia hanya tersenyum malu saja
“ wah, oma senang sekali bila kalian bahagia” ucap nyonya elika
“ ya udah ini sudah sore, berganti pakaian lah baru kita makan bersama. Papa dan mama akan langsung saja ke resto pelangi, kalian bergantilah di hotel mama sudah pesan kamar karena malam ini kita akan menginap.
“ emm, tapi zela nggak bawa baju ma?” Tanya zela
“ tenang aja, tadi aku sudah pesan gaun. kau pakailah itu untuk malam ini” ucap reyhan sambil menggenggam tangan zela dan aiden untuk berjalan bersama ke hotel yang tidak jauh dari sana
“ tapi..” ucapan zela langsung saja di potong reyhan
“ tidak ada tapi tapian” ucap reyhan cepat
“ ayolah nanti kalian masuk angin” ucap reyhan lagi
“ emm. Apalagi dirimu yang sangat suka terkentut kentut bila masuk angin” ucap zela cekikikan, aiden pun ikut tertawa
“ ais…, jujur amat neng” ucap reyhan lalu langsung menelepon juan untuk segera berganti pakaian di hotel tidak lupa dengan celsi.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
terimakasih sudah mampir guys.
jangan lupa tinggalkan jejak untuk author oke.
like, komen, vote, dan bunga untuk author ya.
bye bye
i love you all ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1