Istri Pilihan Putraku

Istri Pilihan Putraku
eps 29


__ADS_3

“ tidur lah bu, jangan memikirkan hal hal lain fokus aja sama kesehatan ibu” ucap celsi membenarkan selimut ibu nya mereka pun mencium kening ibu mereka bergantian


*


*


" Bu …hiks hiks, kenapa ninggalin kita” tangis celsi yang sedari tadi tidak berhenti di samping liang lahat sang ibu yang teramat amat ia sayangi.


Saat Celsi, bian, dan bima, keluar dari ruang rawat ibu ya tiba tiba saja keadaan sang ibu semakin drop hingga ibu yang sangat mereka cintai itu di nyatakan meninggal dunia.


“ hiks…hiks,, bu kau mengatakan hanya akan beristirahat sebentar tapi kenapa kau malah meninggalkan kami, hiks..hiks, a…apa.. ibu, ta..tak.. sa..yang kami lagi hiks hiks” ucap bima sesenggukan


“ ibu kenapa kau meninggalkan kami secepat ini. Kenapa ibu secepat ini menyusul ayah hiks hiks ibu..” tangis celsi memeluk nisan sang ibu, sedangkan bian hanya diam sambil memeluk kakak dan adik nya walaupun ia pun sama terpuruk nya seperti saudara saudara ya yang lain bahkan ia juga menangis sesenggukan sambil memeluk kedua saudara nya itu.


“ sudah lah cel, ikhlas kan ibu, agar beliau tenang di sana” ucap zela yang setia berada di sisi sahabat baiknya itu, zela juga menangis saat di kabari bahwa ibu erja sudah meninggal dunia. Ibu erja yang sudah di anggap zela menjadi ibu kedua nya sangatlah sedih karena kembali merasakan di tinggal oleh sosok ibu yang sangat menyayangi nya dan ia sayangi.


Celsi tidak menyahuti perkataan sahabat nya itu ia hanya menangis sambil mengusap usah nisan yang tertera nama sang ibu. Bima dan bian yang mendengar kan perkataan zela sudah mulai melapangkan hati mereka menerima kepergian ibu yang mereka cintai agar ibu mereka dapat tenang di alam sana. Mereka membantu zela membujuk kakak perempuan mereka.


“ sudahlah lah kak, ibu sudah tenang di sana. Ibu sudah sembuh dan tidak akan merasa sakit lagi, bukan kah itu yang kita inginkan walaupun dalam bentuk yang berbeda. Ibu sudah bahagia bersama ayah di sana” ucap bian dengan suara tercekat ia sekuat tenaga agar tidak menangis ia harus kuat untuk kakak dan adik nya tapi air mata yang di tahan dengan sekuat tenaga itu akhirnya tumpah juga.


Celsi, bian dan bima teramat menyayang ibu mereka hingga kepergian ibu mereka membuat mereka serasa kehilangan arah tidak ada lagi yang akan menyayangi mereka, tidak ada lagi sosok yang menyambut mereka pulang, dan tidak ada lagi sosok yang menasehati mereka. Ibu yang mereka sayangi sudah di panggil Tuhan.

__ADS_1


“ hiks..hiks.. kak jangan menangis lagi jika kakak menangis kami akan ikut menangis. aku tidak ingin kakak kenapa kenapa karena saat ini yang ku punya hanya kakak celsi dan kak bian” ucap bima menangis


Celsi yang mendengar ucapan bima terhenyuh dia menarik bima dan bian kedalam pelukannya ia memeluk kedua saudara nya itu begitu erat mereka bertiga menangis bersama. Zela benar ibu nya akan tenang bila mereka mengikhlaskan ibu mereka. Menjadi anak yang menyayangi ibu nya harus nya ia dapat melapangkan hatinya agar ibu nya tenang di sana bukan menangisi kepergian beliau, walaupun berat tapi dia akan mencoba menerima nya. Ia masih memiliki dua adik hebat nya di sisi nya yang akan menemani nya dan melindungi nya.


“ celsi, bian, bima mari kita pulang hari sudah mulai gelap” ucap zela ia dengan setia menunggu celsi dan kedua adiknya di temani rey yang setia berada di sisi nya menemani celsi, bian, dan bima


“ sudah mari kita pulang hari sudah mulai gelap” ucap celsi lalu berbalik menatap nisan ibu nya itu


“ bu kami pulang tenanglah di sana bersama ayah dan tunggulah kami anak anak mu ini” ucap celsi membelai nisan ibu nya itu. Lalu dia pun menggenggam tangan kedua adik laki laki nya menjauh dari sana di ikuti zela dan rey dari belakang.


Setelah sampai di rumah celsi rey pun pamit pulang karena zela akan menginap di rumah celsi menemani celsi agar tidak larut akan kesedihannya.


“ zel, aku pamit nya. Jangan begadang” ucap rey sambil mengulurkan tangannya kehadapan zela dan di sambut zela


“ ya udah sana masuk. Di sini udah dingin. Mas juga mau berangkat salam sama teman kamu itu” ucap rey lalu zela pun masuk kedalam rumah sebelum menutup pintu zela terlebih dahulu melambaikan tangannya kepada reyhan dan dibalas reyhan dengan melambaikan tangan juga sambil tersenyum, lalu zela pun menutup pintu rey yang melihat zela sudah benar benar masuk baru menjalankan mobil nya menuju kediamannya.


“ bian, kak celsi mana?” Tanya zela


“ di kamar kak.” Jawab bian


“ bian sudah siap mandi dek?” Tanya zela lagi

__ADS_1


“ sudah kak.”


“ bima mana?” Tanya zela yang tak meihat adek bungku celsi


“ bima lagi ada di kamar ibu kak, katanya sebentar lagi keluar” ucap bian


“ ya udah kakak ke kamar kak celsi dulu, bentar lagi akan ada yang mengantar makanan nanti kamu mintanya biaya nya udah kakak kasih” kata zela


“ iya kak, nanti bian ambil kan” ucap bian


Zela pun berlalu dari sana, ia mengetok pintu kamar celsi karena tak mendapat jawaban dari dalam akhirnya zela masuk. Di atas tempat tidur dia dapat melihat sahabatnya itu sedang menangis sambil memeluk foto ibu erja.


🌼🌼🌼🌼🌼


siapa yang nangis sambil baca eps kali ini? ngaku nya di kolom komentar.


jangan lupa tinggalkan jejak reader ku tercinta.


like, komen, vote, dan dukungannya untuk karya receh aku ini.


bye bye

__ADS_1


i love you all ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2