Istri Pilihan Putraku

Istri Pilihan Putraku
eps 39


__ADS_3

“ terima kasih dok” kata andre sembari tersenyum dan menganggukkan kepalanya, ia sedikit lega masih memeliki waktu untuk melihat pernikahan putri nya zela dan ia sudah memutuskan akan meminta maaf kepada zela dan menyerahkan diri ke polisi, ia ingin pergi dengan tenang bila ajal menghampirinya.


Andre pun pergi dari rumah sakit itu, setelah mendengarkan beberapa saran dan juga sudah menebus obatnya, ia pun pulang ke kediamannya.


Di dalam perjalanan andre merenungi semua perbuatannya selama ini. Betapa kejam dan seberapa tega ia kepada kedua mertuanya, kepada mendiang istrinya dan kepada buah hatinya sendiri. Ia ingin menebus semua kesalahannya itu kepada putri yang sudah sangat ia lukai. Ia akan mengakui semua perbuatannya selama ini kepada pihak berwajib tapi sebelumnya ia ingin mengumpulkan bukti keterlibatan istrinya yenti terlebih dahulu dan menyelidiki kematian dinara mendiang istrinya. Ia mencurigai yentilah dalang di balik kecelakaan yang menewaskan dinara, karena kemarin tanpa di sengaja ia mendengarkan percakapan yenti dengan seseorang lewat telepon, ia mendengarkan nama dinara diucapkan oleh lawan bicara yenti dan tampak mengancam yenti, wajah yenti saat itu terlihat cemas dan juga marah.


Andre akan menyelidiki semuanya dan juga andre akan mengembalikan semua milik azela yang sempat ia rebut dengan paksa, baik perusahaan maupun rumah yang saat ini ia tinggali karena memang itu adalah milik azela sejak awal. Sekarang andre baru tau bahwa tidak selamanya kita akan bahagia karena uang, tapi kita akan bahagia bila sesama keluarga hidup rukun dan saling menjaga.


Sesampainya di rumah andre tidak mendapati siapapun, ia jadi teringat dengan mendiang dinara yang akan selalu menyambutnya dengan senyum lebar sepulang bekerja tapi dengan bodohnya ia hanya memanfaatkan istri yang benar benar tulus padanya dan saat ini dia malah merindukan momen yang tidak akan pernah terulang kembali.


Dia pun jalan menuju lantai dua lebih tepatnya ke kamar azela yang dulu di pakai putri kandungnya itu setelah tadi memberikan tasnya kepada bibi pelayan.

__ADS_1


Ceklek..


Saat memasuki kamar azela foto mereka bertiga lah yang langsung di tangkap oleh kedua mata andre yang ada tepat di atas tempat tidur menghadap ke pintu. Foto dirinya, dinara dan azela sewaktu zela masih kecil, foto yang di ambil saat mereka sedang berlibur ke pantai.


Andre berjalan memasuki kamar itu setelah menutup pintu dengan rapat. ia duduk di dekat tempat tidur itu mengusap bantal yang dulu di pakai oleh azela, ia mengambil sebuah foto yang ada di nakas dekat tempat tidur itu, foto azela sendiri yang tersenyum lebar, senyum yang sama dengan mendiang istrinya.


Ia mengusap foto itu sambil menciumnya, ia kembali teringat semua perlakuan kejamnya dulu yang mengacuhkan azela kecil, membentak darah dagingnya itu, bahkan dengan kejamnya mengusir bahkan memaparkan semua perbuatan kejinya ke hadapan putrinya itu, saat itu ia sangat yakin hati zela pasti sangat hancur tapi putrinya itu bahkan masih memperhatikannya, mengingatkannya untuk menjaga kesehatan. Terbuat dari apakah hati putrinya itu, manusia sekejam dirinya masih di beri perhatian.


Andre menangis di sana, hati nya sakit mengingat semua perbutan kejam nya kepada putri kecilnya, ia merasa sangat sangat tidak pantas di panggil papa oleh malaikat kecilnya itu.


Ia melihat seluruh ruangan kamar zela yang dulu ia sendiri yang mendekorasi untuk putri kecil yang akan memanggilnya dengan panggilan papa, ia kembali menangis mengingat itu. Dan entah dorongan dari mana tangannya terulur ke lemari kecil yang ada di nakas itu, ternyata di sana ada sebuah buku diary nya azela, ia mengambilnya lalu membacanya.

__ADS_1


Saat membuka lembar pertama, pandangan matanya di perlihatkan foto pernikahan dirinya dan dinara dan foto kedua sudah ada azela di tengah tengah mereka berdua.


Ia membaca lembar demi lembar goresan tangan putrinya itu, hingga semua kata kata yang membuat hatinya serasa terremas.


“ papa. Papa ya azela. Papa kesayangan zela. walaupun papa selalu cuek terhadapku, walaupun papa kerap kali membentak ku tapi aku yakin papa menyayangiku. Papa, asal kau tau zela sangat menyayangi papa, zela sayang papa. Papa, walaupun kita berada di satu atap yang sama tapi kita memiliki jarak yang sangat jauh. Walau hanya untuk memelukmu aku sangat sulit pa. zela rindu pelukan papa, zela rindu di gendong papa, zela rindu saling canda sama papa. i love you more my Deddy.


goresan tangan putri kecilnya mampu membuat seorang Andre menangis sesenggukan. hanya permintaan kecil, bahkan putrinya hanya minta sebuah pelukan tapi Andre tak dapat memberinya, betapa bodohnya dirinya. ia menangis ia merasa sakit saat membaca putrinya masih menyayangi nya.


ia berjanji bila semua yang saat ini ia lakukan selesai ia akan menemui Zela untuk berminta maaf dan memberikan pelukan seperti permintaan anaknya itu untuk terakhir kalinya sebelum ia menyerahkan diri kepada yang berwajib.


🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


terima kasih sudah mau mampir ke karya aku para reader tercinta.


bye bye


__ADS_2