
Sedangkan seseorang yang tadi mendengarkan percakapan bima dan celsi merasa sedih ia merasa ia gagal menjadi seorang ibu untuk anak anak nya. Ya orang itu adalah ibu erja.
“ maafkan ibu celsi. Ibu hanya bisa menyusahkan mu sedari kamu kecil. Ibu sangat tidak berguna” lirih ibu erja setelah kembali menutup pintu kamarnya.
Ibu erja menangis dalam diam ia mendekap mulut nya sendiri agar suara isak tangisnya tak terdengar keluar. Karena terlalu lama menangis penyakit asma ibu erja pun kambuh, nafas ibu erja sudah tersenggal senggal ia berusaha mencari di mana letak obatnya hingga tanpa sengaja menyenggol gelas yang ada di nakas.
Brak.. ( suara pecahan gelas)
" Ibu …” celsi yang mendengar suara pecahan kaca dari kamar sang ibu langsung saja berlari kesana, di depan pintu kedua adeknya sudah berdiri menggedor gedor pintu kamar ibu nya
“ bian dobrak saja pintu nya dek” ucap celsi cepat saat ia tidak mendengar suara sautan dari ibu mereka
Brak…
Karena tidak mendapat sautan dari dalam bian pun mendobrak paksa pintu kamar sang ibu dengan di bantu bersama bima. Dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat ibu yang sangat mereka sayangi itu sudah tergeletak di lantai dengan serpihan kaca di sekitarnya.
" Ibu…” celsi seketika histeris saat melihat ibu yang sangat ia cintai itu tak bergerak walau ia menggoyang goyang nya.
“ dek cepat angkat ibu. Kita kerumah sakit sekarang.” Ucap celsi tergesah gesa
“ bima hidupkan motor, kalian bonceng tiga dengan ibu di tengah kakak akan menyusul” sambung celsi
Mereka pun langsung melarikan sang ibu kerumah sakit yang jaraknya lumayan jauh. Celsi jauh ketinggalan di belakang bian dan juga bima ia membawa sepeda motor miliknya dengan ngebut, karena tadi dia mengambil dompet dan hp miliknya dan juga ia lah yang menutup pintu rumahnya. Celsi tidak henti hentinya menangis dan berdoa dalam hatinya agar ibunya tidak apa apa.
__ADS_1
“ bian, bima, ibu mana?” Tanya celsi setelah ia sampai di ruang ugd di mana ia dapat melihat kedua adiknya duduk terdiam.
“ ibu sedang di periksa kak. Kak apakah ibu tak akan kenapa kenapa” ucap bima lirik menatap sang kakak
“ ibu takan kenapa napa. Berdoalah agar ibu baik baik saja” ucap celsi membawa bian dan bima kepelukannya, ia memeluk kedua adek yang sangat ia sayangi itu. Mengatakan ibu mereka akan baik baik saja walaupun ia juga sangatlah khawatir sama dengan kedua adiknya.
Clekek…
“ keluarga pasien” ucap sang dokter menunjuk mereka bertiga
“ iya dokter kami anak anak ya” ucap celsi mewakili
“ pasien memanggil, silahkan masuk” ucap dokter dan di angguki oleh celsi, bian dan bima
“ ibu…” panggil celsi sambil menggenggam lembut tangan ibu yang sangat ia sayangi itu
“ nak,.. maafkan ibu yang selalu menyusahkan mu sedari kau masih kecil.” Ucap ibu erja dengan suara yang terdengar sangat lirih bahkan celsi harus mendekatkan telinganya untuk mendengarkan kata kata sang ibu
“ bu, apa yang kau katakan. Celsi nggak pernah merasa di susahkan. Celsi hanya mau ibu sehat aja itu aja bu” ucap celsi dengan suara tercekat karena ia sudah meneteskan air mata
“ nak, jangan menangis. Kau adalah anak yang kuat” ucap ibu erja menghapus air mata celsi dan tanpa ia sadari ia pun sudah meneteskan air mata
“ bian, bima. Maafkan ibu yang belum bisa menjadi ibu yang kalian harapkan nya. Ibu tidak bisa membelikan barang yang kalian inginkan. Ibu hanya bisa menyusahkan kalian saja” ucap ibu erja lirih
__ADS_1
“ nggak bu, ibu nggak pernah nyusahin, ibu adalah sosok ibu terhebat yang kami punya” ucap bian
“ ibu harus kuat demi kami” ucap bima dengan mata berkaca kaca
“ ibu sudah tidak kuat nak. Jagalah kakak perempuan satu satu nya kalian untuk ibu dan untuk kakak ibu percaya kakak dapat menjaga kedua adekmu ini” ucap ibu erja dengan suara yang terdengar sudah putus putus
“ nggak…, ibu nggak boleh ngomong sembarangan celsi nggak suka.” Ucap celsi yang sudah sesenggukan, bian dan bima pun sama mereka semua menangis mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut wanita ke sayangan mereka itu
“ ibu hanya ingin berjaga jaga jika sewaktu waktu Tuhan memanggil ibu kembali menghadapnya.” Ucap ibu erja sambil menatap ketiga anak yang teramat ia sayangi.
“ ibu capek mau istirahat dulu, bolehkan” kata ibu erja
“ tidur lah bu, jangan memikirkan hal hal lain fokus aja sama kesehatan ibu” ucap celsi membenarkan selimut ibu nya mereka pun mencium kening ibu mereka bergantian
🌼🌼🌼🌼
terima kasih sudah mau mampir ke karya aku.
jangan lupa tinggalkan jejak.
like, komen, vote dan berikan dukungan untuk karya receh ini.
bye bye
__ADS_1