
" pemandangan di sini sungguh indah, tidak ada yang berubah dari desa ini " ucap aini melihat lihat pemadangan dari balkon kamar nya .kamar aini berada di lantai 2 .
" sungguh indah kuasa mu ya allah " ucap aini
tiba tiba maya memanggil manggil nama aini dari dalam kamar.
" aini kamu dimana ?" ucap maya agak sedikit berteriak.
" aku di balkon may " ucap aini. maya yang mendengar suara aini pun menuju ke balkon .
" kamu lagi apa aini ?" tanya maya.
" aku lagi menikmati segar nya angin di desa ini , dan pemandangam disini " ucap aini.
" oh, lebih baik kau mandi saja dulu biar lebih segar " ucap aini.
" baik lah may " ucap aini.
aini pun pergi menuju kamar mandi. dan maya pun berbaring di kasur tak lama kemudian maya pun tidur . setelah beberapa menit aini di kamar mandi . aini pun keluar dari kamar mandi.
" kemana maya ya ?" ucap aini.
" apa mungkin tidur " ucap nya lagi.
aini pun menuju tempat tidur . dan di lihat nya maya telah tidur. dan aini pun ikut berbaring di samping maya karena dia merasa sangat lelah.
tak lama kemudian aini pun tertidur .
π·di kamar rezaπ·
__ADS_1
" huh lelah banget ya rico " ucap reza sambil berbaring di tempat tidur sambil menatap langit langit kamar nya.
" iya za " ucap rico sambil ikut berbaring di samping reza.
" ih apa apaan sih lo rico , jangan deket deket dengan gue " ucap reza sambil menggeser badan nya dari rico.
" emang nya knp? " ucap rico.
" lu tu bau ketek " ucap reza sambil menutup hidung nya.
" lu tu yang bauk ketek, sembarangan aja bilang orang bauk ketek " ucap rico dengan kesel.
" eh malah nyalahin gue , gak nyadar diri lo ya rico " ucap reza.
" eh hidung lu tu yang salah cium " ucap rico.
" emang betul kan , kau tu bauk ketek, ketek lu tu bauk nya gayak bauk ****** " ucap reza .
" ya ada lah ketek lu kan bau nya bauk ******" ucap reza.
" iya ya, coba deh lo cium za entah gk bau ****** nya " ucap rico sambil mendekat kan ketek nya ke muka rico.
" aws lu rico , apa apaan lo , suruh gue cium ketek lo yang bau ****** itu" ucap reza sambil mengawas kan tangan rico dari muka nya.
" entah enggak bauk ****** nya za " ucap rico sambil mendekat kan ketek nya ke muka reza. reza pun mengawas kan tangan rico . dan lari menuju kamar mandi .
" hahahah , emang enak ku kerjai " ucap rico sambil berguling guling di tempat tidur .
" apa sebau itu ya ketek ku ?" ucap rico. rico pun mencium ketek nya sendiri.
__ADS_1
" ih wek π΅ , bauk asam rupanya ketek ku " ucap rico.
reza yang ada di kamar mandi mengumpat serapan rico yang telah mengerjai nya.
tak berapa lama keluar la reza dari kamar mandi .
ceklek
reza pun mengedarkan pandang nya mencari sosok rico. reza pun berjalan menuju tempat tidur . dilihat nya rico tertidur di atas ranjang dengan kaki di bantal dan kepala di bawah sungguh pemandangan yang luar biasa kalau di pandang mata πππ.
" hm tidur rupanya dia " gumam reza.
" aku kerjain ah " ucap reza. reza pun medekati kaki rico dan mengikat kaki rico. tidak ada respon dari rico saat reza mengikat kaki nya. selesai mengikat kaki rico reza pun berbisik di telinga rico.
" rico di baju mu ada tikus " bisik reza di telinga rico. tidak ada respon dari rico hanya menggelit saja.
" cih orang ini kok gk bangun ya " ucap reza. reza pun memikir kan cara supaya rico cepat bangun.
" aha aku punya ide , ucap reza.
" rico kata nya maya mau di lamar orang " bisik reza.
" apaa !!" rico yang mendengar nama maya ingin di lamara ia pun turun dari tempat tidur. saat ingin melangkah.
bughhh..
" ahk hidung ku " ucap rico sambil mengelus ngelus hidung nya. reza yang melihat nya pun tertawa terbahak bahak.
" apa apaaan sih lo za , sakit tau" ucap rico merigis kesakitan.
__ADS_1
" salah sendiri " ucap reza dan tertawa kembali.
" gila ni orang " ucap rico sambil membuka tali di kaki nya