Istri Sholeha Ku

Istri Sholeha Ku
udin


__ADS_3

saat ini reza ,rico , kakek, dady reza dan papa aini sedang duduk di ruang tamu dan para perempuan lain nya sedang di dapur memasak untuk makan malam .


selesai tadi mereka melaksana kan sholat berjamaah bersama dan melakukan kegiatan seperti berzikir membaca al-qur'an . mereka pun duduk di ruang tamu dan para perempuan memasak di dapur.


di ruang tamu


suasana di ruang tamu hening tidak ada yang berbicara hanya terdengar suara tv yang menyiar kan sebuah berita. mereka fokus mendengar kan berita yang di siar kan . dengan detemani kue kering dan teh hangat.


telah beberapa hening reza pun membuka pembicaraan.


" kakek " panggil reza melihat kepada kakek yang duduk tak jauh dari tempat duduk nya. tak hanya kakek yang melihat ke arah reza tetapi semua nya melihat ke arah reza.


reza pun yang di lihat semua nya pun sedikit gerogi. dah cam perempuan saja wkwwk.


" ngapain kamu panggil panggil kakek za ?" tanya rico yang sedang senderan di sofa.


" aku memanggil kakek la rico, bukan diri mu kenapa kamu yang menjawab nya " ucap reza ketus. semua yang mendengar ucapan reza tertawa. sedang kan rico mendengus mendengar jawaban telak dari reza.


" ada apa reza memanggil kakek ?" tanya kakek.

__ADS_1


" begini kek, tadi reza dan rico bertemu sama seorang anak muda nama nya udin , dia..." ucapan reza terpotong dengan ucapan rico.


" iya kek , saat kami bergotong rotong reza dan rico berkenalan seorang laki laki nama nya udin kulit nya kuning langsat dan tampan tapi tetap tampanan rico sih kek " ucap rico bangga membusung kan dada nya.


rico tidak tau bahwa reza menatap nya tajam karena ucapan nya di potong dan malah rico membanggakan diri nya sendiri dan itu membuat reza kesal. yang lain hanya tersenyum melihat kepedean rico yang membanggakan diri nya sendiri.


" cih , ke tampanan mu masih di bawah aku rico , jd jangan sombong " ucap reza sombong.


" ya ya ya " ucap rico ketus. karena dia merasa bahwa reza lebih tampan dari nya.


" kalian tadi bergotong royong bersama udin? "tanya kakek untuk mengalih kan topik takut nya mereka perang mlut lagi .


" iya kek , kakek kenal udin ?" tanya reza. yang lain nya hanya menyimak saja.


kakek aini juga sering membantu udin seperti membeli kan beras dan lain sebagai nya . terkadang juga kakek sering memberi uang kepada udin.


reza dan rico mendengarkan ucapan kakek terkejut tentang sosok udin yang terkenal ramah dan juga ceria waalaupun mereka baru bertemu dan berteman tetapi mereka bisa tau tentang sosok udin dari perilaku nya dan cara dia berbicara nya .


" apa pekerjaan udin kek ?" tanya rico penasaran .

__ADS_1


"ayah udin mempunyai sebuah kebun tomat yang tidak terlalu besar , tetapi cukup untuk makan mereka sehari hari dan udin yang menerus kan kebun tomat itu " ucap kakek.


" dan udin menjual tomat nya dengan pak fadi kan kek , dengan harga tomat nya yang murah " ucap reza.


" iya, dari mana kalian tahu?" tanya kakek mengeryit kan kening nya.


" dia yang bilang sendiri kek , kami ingin membantu udin dan warga kampung ini kek , kami dengan rico sepakat ingin membeli mobil yang kap nya terbuka seperti mobil pick up atau mobil yang besar itu , untuk warga di sini supaya memudah kan warga di sini membawa sayur -sayuran nya ke pasar , dan biaya mobil nya tidak ush di pikir kan kek kami yang akan membayar nya , dan warga sini tinggal memakai nya saja , iya kan rico?" ucap reza.


" iya kek , menurut kakek bagaimana ?" ucap rico. ya tadi siang mereka kompromi tentang permasalahan udin dan warga lain nya . udin banyak menceritakan tentang permasalahan penduduk sini dan itu membuat reza dan rico kasian terhadap masalah yang menimpa desa yang kurang nya fasilitas angkutan di desa.


" pemikiran kalian sungguh bagus , dan itu pasti bisa membuat warga di sini senang " ucap kakek senang karena rico dan reza mau membantu warga di desa sini.


tak lama ke mudian datang lah aini dari dapur.


" kakek dan semua nya ayo makan malam , makan malam sudah siap " ucap aini.


Note: gini ya guys aini itu tetap bercadar walaupun dirumah . dan jika pun makan aini tetap memakain cadar jikalau ada laki laki yang tidak muhrim di rumah nya .


semua nya pun bangkit menuju meja makan dan di saja sudah ada nenek , maya , mama aini dan juga momy reza di meja makan.

__ADS_1


mereka pun duduk masing masing di tempat duduk yang telah di sedia kan .


mereka pun makan dengan hening tidak ada pembicaraaan hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang beradu.


__ADS_2