Istri Sholeha Ku

Istri Sholeha Ku
pertengkaran pakain


__ADS_3

suasana malam yang sunyi dan sejuk dan suara jangkrik yang menghiasi malam membuat suasana menjadi tentram dan damai.card


di kamar


di sebuah kamar dengan nuansa yang sederhana tetapi tetap elegan . dua pemuda sedang menyusun baju baju mereka di dalam sebuah koper. mereka tengah duduk di sebuah ambal yang lembut dan itu membuat mereka nyaman . ya dua pemuda itu ialah reza dan rico yang sedang menyusun baju di koper mereka . karena besok pagi mereka akan pulang kerumah mereka.


kenapa mereka tidak menyuruh pelayan yang ada di rumah untuk menyusun nya jawaban nya ialah karena mereka tidak ingin mengganggu istirahat pelayan pelayan di rumah ini karena mereka cukup bekerja keras hari ini . mereka tidak ingin membuat mereka kelelahan . mereka juga manusia ada saat nya mereka lelah .


mereka berdua tidak tidak ada yang berbicara satu sama lain mereka hanya pokus menyusun baju mereka di koper.


tk berapa lama rico pun membuka pembicaraan karena sedari tadi reaksi muka nya berubah ubah saat menyusun baju ke koper .


" zaa" panggil rico yang telentang di samping koper nya menatap langit kamar nya. pelipis nya penuh dengan keringat padahal suasaana tidak panas.


" hmm " di jawab deheman saja dari reza.


" gila ku rasa koper ku ni " ucap rico memiringkan badan nya menghadap reza yang tengah sibuk menyusun baju. reza mengeryit mendengar ucapan rico yang ada ada saja.

__ADS_1


" kenapa kau bilang gila ?" tanya reza menghentikan acara menyusun baju nya dan memandang rico dan koper nya bergantian .


" koper mu baik baik saja kok dari segi mana nya gila " ucap reza melihat sisi kanan dan kiri koper rico.


dari mana nya coba gila dari tadi kan koper nya tidak bergerak gerak dan tidak menjerit jerit seperti yang sering ku lihat orang gila di jalan jalan itu .batin reza bertanya tanya.


" lihat lah koper nya dengan teliti " ucap rico bangun dari tidur nya dan menatap koper nya.


" aku telah melihat nya dengan teliti , jadi apa yang salah " ucap reza kesal karena sedari tadi rico tidak menjawab pertanyaan nya.


" salah nya koper nya tidak bisa menampung semua baju ku reza . apa tak gila koper nya tu ?"ucap rico memijit pelipis nya


" apa nya yang salah za , guna nya koper buat apa ? " tanya rico.


" ya guna nya koper ya untuk menampung baju baju yang ingin kamu bawa la bego" ucap reza .


" ha itu tau , guna nya koper itu untuk menampung baju jadi apa yang salah " ucap rico.

__ADS_1


" iya juga ya " ucap reza sambil mangut mangut .


" ah tapi itu salah za, sudah lah kamu yang benar nya kamu yang pintar nya." ucap reza mengalah dengan rico karena walaupun di malawan takut nya mereka berbica tidak akan selesai selesai.


" begitu dong, aku tau aku pintar jadi tidak usah di puji " ucap rico membusung kan dada nya. reza yang melihat tingkah nya ingin rasa nya dia melempar kan rico ke sungai amazon.


" baik lah , jadi yang menyusun kan baju mu waktu mau pergi kesini siapa ?" tanya reza.


" ya tentu saja la bibi , aku menyuruh bibi untuk menyusun nya ke koper ku dan aku bertugas untuk mengambil pakai yang ingin ku pakai di lemari " ucap rico santai .


" kau ..." ucap reza berhenti dia tidak bisa lagi berkata kata . reza hanya bisa memijit pelipis nya yang sakit.


" apa za , kau mau bilang aku pintar kan. tentu saja aku pintar . sudah pintar tampan lagi " ucap rico dan terlentang menatap langit langit kamar nya dengan senyum yang mengembang bahwa san nya kelakuan nya itu sungguh pintar .


"ya ya , sekarang lebih baik kita beres kan koper nya ini. dan untuk koper mu aku kan mengajari mu cara melipat baju yang benar " ucap reza dia menghela nafas berat melihat kelakuan rico.


" baik lah " ucap rico semangat dan duduk dari posisi telentang nya tadi.

__ADS_1


akhir nya mereka pun melalui malam yang panjang untuk mengajari rico melipat pakain .


untung saja mereka telah sholat isa dan juga makan malam.


__ADS_2