
Hari ini aku tidak mencari barang bekas karena aku di minta untuk memasak di acara sunatan tetangga ku.
Untung nya aku terbiasa dari dulu memasak dalam jumlah besar karena dulu almarhumah ibu ku juga biasa masak di pesta pesta besar,jadi aku sering ikut serta membantu ibu ku.
Tak lupa ibu-ibu yang rewang juga membuat suasana lebih riuh. Sambil memasak juga sambil bercerita,itu lah kebiasaan ibu-ibu ketika berkumpul.
"Kalian tahu si neneng, yang rumahnya di ujung jalan sana, dia baru pulang dari negara sebrang udah hampir 8 tahun disana,sekarang dia pulang,mau usaha di kampung bilangnya". ucap tetangga ku sambil mengupas timun yang akan di buat acar.
"Ya, si neneng mah enak,pulang dari perantauan dia langsung renovasi rumah, dan denger-denger sih,dia mau buka toko grosiran, biar dia ada kerjaan karena rencananya dia tak mau balik lagi kesana".Sambung tetangga ku satu lagi yang duduk di pojokan.
"Kemarin juga dia baru beli motor baru,enak ya sukses dia sekarang, tak sangka aja kehidupan dia dulu seperti apa ya kan, sakarang berubah ".
"Dulu makan aja susah,tapi ya itu dia harus kuat ninggalin anak-anak nya disini".Sahut ibu yang sedang mengupas cabai.
"Ya tidak masalah,dari pada di sini pun dia kerja tak tentu, tapi dengar-dengar si Sari juga baru pulang kan, tapi laki nya udah gag sama dia lagi".. Ucap ibu satu lagi.
__ADS_1
"Maksud nya cerai gitu".Sahut ibu yang memetik cabai tadi.
"Iya loe, itu lah laki laki gak tau bersyukur,udah tau bini nya nyari duit di negeri orang,eehh ... dia malah selingkuh sama anak ABG". Sambung nya.
"Tapi itu lah laki laki,mana mungkin kuat dia nunggu selama itu sampai bertahun tahun, ya kan!. "
"Kalau aku ogah jadi TKW,biar kata gaji nya gede juga,kasian anak ku".Kata tetangga ku mba Sri yang memotong timun tadi.
Aku hanya tersenyum,sambil mendengar percakapan mereka tentang tetangga kami yang menjadi TKW tanpa ikut serta di dalam nya.
Tiba tiba mba Sri bertanya kepada ku.. karna melihat ku diam saja dari tadi tanpa ikut berkomentar seperti ibu ibu yang lain.
"Tak apa mba,lagi fokus aja biar cepat selesai kerjaan nya" Balas ku..
"Oo ..aku pikir kamu kepikiran mau jadi TKW,kayak si neneng"Ucap nya sambil tertawa.
__ADS_1
"Tapi liat si neneng, dia sukses kali loe,sekarang anak-anak nya sudah bisa hidup enak,gak kayak dulu kan,makan aja susah sampai ngutang-ngutang".Lanjut ghibahan nya.
Aku hanya tersenyum,menanggapi nya,tapi sejujur nya,aku kepikiran untuk mencoba peluang kesana.
Benar kata mba Sri tetangga ku, kalau sekarang Neneng tetangga ku,sukses pulang dari rantau orang.
Namun,semua itu harus ada yang di korban kan pasti nya.Yang pasti aku akan berpisah jarak untuk sementara waktu dengan anak-anak dan suami ku.
Apa aku bisa, ucap ku lirih, membayang kan saja langsung menetes air mata ku.
"Lho kenapa bu menangis?." Tanya salah satu tetangga ku.
"Ya ampun,sampai keluar air mata mengupas bawang in".Elak ku..
Syukur nya aku lagi mengupas bawang merah jadi mereka tak curiga aku menangis karena apa..
__ADS_1
"Oo begitu...!!!" sambil tertawa mereka melanjutkan ghibahan dengan topik yang berbeda.
Aku hanya tersenyum menanggapi dan sesekali ikut nimbrung di cerita mereka,sambil menyelesaikan kerjaan ku agar selesai tepat waktu dan tidak mengecewakan yang punya hajatan.