
Kami sudah sampai di alun-alun kota.Beraneka ragam jenis makanan dari makanan ringan sampa makanan berat semua tersedia di sini.
Bertepatan akhir pekan semua stand ramai di padatin orang orang yang ingin bersantai menikmati kebersamaan dengan keluarga dan orang terkasih,tak terkecuali dengan kami.
Setelah sekian lama muter mengelilingi stand yang tersedia,akhirnya dapat juga tempat yang kosong meski himpit-himpitan.
" Kakak sama Adek mau pesan apa? ".Tanya ku
" Kakak mau bakso malang ma".
" Adek mau nasi goreng pakai ayam upin ipin". Sambung adek nya.
"Bapak pesan Ayam penyet nasi nya double".
sedangkan aku pilihan nya jatuh ke bakso malang sama seperti putri sulung ku, serta minuman nya teh manis dingin semua pesanan merata untuk minuman nya.
Semakin malam semakin ramai pula orang lalu lalang d alun alun ini. Setelah selesai makan kami buru-buru keluar agar yang sudah mengantri dapat masuk untuk memesan.
Ku lihat kedua putri ku tak pernah surut senyum dari wajah nya. Semoga kehidupan kami semakin baik kedepan nya.
Setelah lelah berkeliling kami memutuskan untuk pulang,kedua putri ku juga sudah menguap sejak tadi.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, mereka bergegas masuk ke kamar untuk beristirahat.
Sementara Mas Agus memeriksa pintu dan jendela takut ada yang belum terkunci.
" Ning,si paijo nawarin kerjaan sama mas ke luar kota,dapat borongan pembuatan jalan".
"Alhamdulillah lah mas,kapan berangkat nya?"
"Seminggu lagi".
" Ya tak apa sakit dulu sekarang,insha allah kalau terkumpul modal kita bisa buka usaha sendiri.
"Ya sudah kita tidur yuk".
***
Seminggu kemudian ,mas Agus hari ini berangkat ke luar kota dalam jangka waktu lama dia tak akan pulang,sebenarnya sedih melepas nya,anak anak juga,pasti bakalan rindu.
" Bapak hati-hati ya di jalan,jangan lama lama pulang nya adek nanti rindu sama bapak" ucap si bungsu yang kini sudah dalam gendongan bapak nya.
"Iya,nanti pasti bapak bakalan cepat pulang sampai sana bapak bakal telpon adek ya".
__ADS_1
"Tapi adek jangan nakal-nakal ya ".
"Adek gak pernah nakal lo pak ".si bungsu mulai mengerucutkan mulut nya membalas jawaban dari bapak nya.
Bapak nya hanya membalas dengan senyuman sambil mengusap kepala nya.
"Ya sudah bapak pergi dulu ya".
Ku salamin dengan takzim dan berdo'a untuk keselamatan nya dan di mudah kan pekerjaan nya disana.
Hari berlalu tak terasa sudah seminggu kepergian mas Agus ke luar kota.Aku sekarang harus berangkat lebih awal untuk mengantarkan kedua putri ku ke sekolah nya masing masing.
Beruntung masih ada kereta tua milik kami jadi aku sedikit terbantu.
Setelah ku antar kan mereka ke sekolah masing masing,bergegas aku pergi bekeja.
Setiap harinya aku harus memutar arah,karena sekolah dan tempat kerja ku berlawanan arah,di persimpangan aku berpapasan dengan mba Diah karyawan bu Lili terdahulu yang merupakan tetangga ku, dia habis pulang dr pasar sepertinya, tampak banyak barang barang belanjaan nya di atas becak.
Aku tersenyum menegur mba Diah, namun dia acuh malah terkesan membuang muka tak menoleh kepada ku padahal sebelumnya .kami sempat saling tatap.
Aku terus melajukan motor ku, aku heran dan bertanya apa ada salah ku kepadanya karena kalau biasanya dia selalu bersikap baik kepada ku dan menegur jika berpapasan.
__ADS_1
Sekarang aku tak tahu penyebab sikap nya seperti itu.Apa karena aku bekerja dengan Bu Lili tempat dimana dia bekerja dulu,atau karena hal lain. Aku hanya bisa menerka nerka di dalam hati