
Seperti biasa setiap harinya aku pulang dari tempat Bu Lili sore hari,dan sekarang akhir pekan,hari yang aku tunggu karena gaji yang ku terima setiap akhir pekan. Aku berencana membawa anak-anak pergi makan di luar yang pasti bukan d restoran mewah ya,cukup warung kaki lima pinggir jalan sudah membuat senang hati
"Kakak sama adek siap-siap ya,mandi dulu biar ibu siap kan baju nya"
"Mau kemana ma? ".Tanya nya
"Kita makan di luar ya, hari ini mama gajian.. "
"Yess,beneran ma? ".
"Ya sayang,cepetan ntar bapak pulang sudah harus siap".Ku pencet hidung nya sambil tersenyum ku belai sayang rambutnya.
"Ok ..laksanakan ".ujar nya sambil mengacung kan tangan memberi hormat.
"Adek ayo cepat kita siap-siap kita mau pergi,adek ikutan tidak??? "
"Adek ikut ya ma".
"Ayo let go".Dengan bahasa cadel nya sambil berlari ke kamar untuk berganti pakaian.
Aku tersenyum melihat tingkah mereka..
__ADS_1
Aku sangat bersyukur tuhan memberikan anak-anak pintar seperti mereka.
Bagaimana tidak,mereka sudah bisa membantu pekerjaan rumah membersihkan rumah,mencuci piring, ngepel,sampai memasak nasi semua mereka lakukan sebelum aku pulang kerja, tanpa harus d paksa mereka mengerti akan kerjaan.
Tak lama terdengar suara mesin motor suami ku di depan rumah, tadi aku sempat menelpon nya untuk pulang lebih awal
"Assalamualaikum".
"Waalaikum salam".Kucium punggung tangan suami ku.
"Jadi pergi nya? "
"Iya Pak jadi, itu anak-anak udah siap".
"Ya pak nanti mama siap kan baju nya".
Begegas aku ke kamar menyiap kan baju untuk bojo ku, sekalian aku bersiap berdandan ala kadarnya,karena aku tadi sudah mandi di tempat kerjaan.
"Ma adek dah siap".Sambil berlari dia memeluk kaki ku.
"Kakak juga sudah siap ".
__ADS_1
Kupeluk kedua buah hati ku, dan berjalan ke kursi reyot untuk mengikat kedua rambut putri ku.
"Sebentar kita tunggu bapak dulu ya, sini ibu kucir rambut nya biar tambah cantik anak-anak mama."
"Ma.. nanti adek beli kan boneka yang bisa nangis ya ma..., adek kepengen punya boneka macam kawan adek yang disana rumahnya itu."
"Kakak juga ya ma beli kan kakak sepeda".
"Ya, mama kan sudah banyak duit nya.Tiap hari sekarang kita udah makan enak di bawa mama.Ucap si bungsu.
"Do'a in aja biar rezeki mama lancar ya! "
Tak lama keluar Mas agus yang berpenampilan modis.Dia emang dari dulu seperti ini,selalu rapi,stylish,walau di saat tak punya pun dia tetap penampilan nomer 1.
Berbanding terbalik dengan aku, aku yang bisa di hitung dengan jari membeli baju baru bahkan sudah hampir 4 tahun ini tak pernah membeli baju,karena aku mengutama kan kebutuhan rumah.
Pernah sewaktu dulut,tak salah setahun yang lalu mas Agus mendapat borongan hal yang pertama di beli nya baju untuk dia sendiri sebuah kemeja slim fit dan sendal yang keren dan mahal menurut ku,aku tak keberatan karena itu uang dia,tetapi dia juga searusnya memproritas kan terlebih dahulu kebutuhan rumah.
Tetapi jawaban nya dulu selalu bilang barang-barang yang di beli nya murah kok,nanti aku beli keperluan untuk rumah gajian berikutnya.
Namun bulan depan tetap sama,memang dia memberikan uang tapi hanya lima ratus ribu itu saja,itu sudah termasuk biaya sekolah anak ku,dan setelah itu dia tak pernah memberikan kan uang lagi.
__ADS_1
Kalau di tanya nanti lah, uang nya untuk pegangan aku,beragam macam alasan nya paling dia cuma ngasih untuk kedua anak nya jajan masing-masing lima ribu rupiah.
Aku bisa apa, karena aku tipikal orang yang males ribut.karena aku masih memikir kan kedua anak ku. Aku tak mau mereka melihat pertikaian kedua orang tua nya.