Istri Yang Dihianati

Istri Yang Dihianati
Part 7


__ADS_3

Alhamdulillah sekali hari ini kami dapat pesanan untuk nasi kotak yang jumlah nya lumayan banyak.Semakin hari semakin ramai pesanan nasi kotak maupun kathering di tempat bu Lili ini.


Sore hari kami bersiap untuk pulang. Dan bu Lili dengan wajah berseri-seri memberikan kami bonus sebagai apresiasi atas kerja keras kami.


Seperti biasa aku pulang melewati jalan yang sama,dan tak sengaja aku berpapasan dengan mba Diah,tapi seperti biasa muka nya masam seperti jeruk purut,aku tak mau ambil pusing,ku lajukan terus motor tua ku sampai depan rumah.


Ternyata kedua putri ku sudah di depan menyambut kepulangan ku.Dan kami masuk bersama untuk beristirahat dari aktivitas yang melelahkan.


Pagi harinya,aku bangun pagi menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim terlebih dahulu lalu lanjut ke dapur untuk membuat kan sarapan untuk kedua putri tercinta ku.


" Kakak adek ayo bangunnn..., nanti telat


sekolah nya ". Kuusap wajah kedua nya dan dalam hitungan detik mata mereka terbuka dan tersenyum memelukku.


"Mama.. kakak mau sarapan bubur ayam yang di persimpangan itu boleh ma? ".Pinta si kakak.


"Adek juga mau ma!!".Sambung si adek.


"Ok, kita sarapan bubur,tapi sekarang harus mandi nanti telat".

__ADS_1


"Ok ma!".


Mereka langsung beranjak ke kamar mandi dan aku langsung pergi membeli bubur ayam untuk sarapan kami pagi ini.


Aku berjalan kaki karena memang tempat jualannya dekat dengan rumah ku. Sesampainya di sana banyak sudah antrian karena bubur ayam disini termasuk enak dan juga porsi nya banyak.


"Pak.. saya pesan 3 bungkus ya.. "


"Ohh mba Nining toh.. ok di tunggu ya mba".


Dan tanpa sengaja aku bertatapan dengan mba Diah kebetulan dia lagi duduk makan bersama anak nya dan beberapa ibu yang lain.


"Eh mba Nining udah lama gag nampak ya, kemana aja? "sahut bude Tian yang merupakan tetangga dekat rumah ku.


"Itu kan tempat kerja mu dulu Diah".Tanya nya sambil menyikut tangan Mba Diah.


"Kok mau sih kerja di situ Ning?, gak takut apa di sana?".Tanya nya lagi.


Aku mengernyit kan dahi karena tak paham apa yang mereka maksud.

__ADS_1


"Alhamdulillah bude, Nining betah betah aza kerja di sana.Mari bude saya duluan ya, anak anak mau sekolah nanti takut telat". Aku permisi kepada mereka karena kebetulan pesanan ku sudah datang.


Ku lihat mereka berbisik bisik,entah topik apa yang mereka bahas, tapi aku tak mau berprasangka,buru buru aku melangkah kan kaki mengingat waktu,takut nya anak anak terlambat.


Aku telah sampai di tempat kerja ku, dan memulai semuanya seperti biasa.


Semua pesanan ku siap kan karena mau di antar ke pelanggan.Sedang asik bergelut dengan kerjaan hp jadul ku berdering karena masih nanggung kerjaan aku abaikan nanti selesai kerjaan aku akan telpon balik,namun ternyata berdering lagi terpaksa aku harus menunda dulu pekerjaan ku.


"Halo, Assalamualaikum.. ".


"Waalaikum salam,ini dengan orang tua nya Aisha y bu?".


"Betul bu,ada apa ya bu?".Mendadak hati ku menjadi gelisah memikirkan si bungsu ku.


"Begini bu Aisha sekarang di bawa ke puskesmas terdekat bu, karena tadi dia terbentur dinding saat bermain bersama teman nya,saya harap ibu bisa kemari".


"inalillahi.. ya bu, saya kesana,tolong titip anak saya ya bu!".


" Baik bu, kami tunggu segera ya bu".

__ADS_1


"Assalamualaikum".


"Waalaikum salam". Tut tut tut...


__ADS_2