Istriku Cintaku

Istriku Cintaku
Episode 5


__ADS_3

HAPPY READING..


BUDAYAKAN VOTE DAN LIKE SEBELUM BACA. DUKUNG AUTHOR .. GRATIS KOK... πŸ€—πŸ€—


__________________________________


Caffe Crystal Bar & Restaurant, Ebury St. London.


Memasuki Caffe yang berada tidak jauh dari area kantor Evelyn, mereka langsung disambut oleh aroma coffe dan juga gandum. Caffe ini sangat ramai, mungkin karena waktu istirahat para pekerja kantor yang juga ingin menikmati suasana lain, ada juga para eksekutif yang bertemu client dan dilanjut dengan lunch.



Evelyn dan Russel duduk di salah satu meja yang berada di pojok. Mereka saling memandang satu sama lain. Russel dengan tatapan keingintahuan nya dan Evelyn dengan tatapan dingin nya.


"So, apa yang akan kita lakukan disini,? " Tanya Evelyn mendorong punggungnya kebelakang. Menarik salah satu kakinya keatas dan melipat tanganya kedepan.


"Aku harap, kau tidak melakukan drama picisan didepan ku. " Sambung Evelyn.


Kening Russel berkerut.


"Picisan? Apa maksudmu? " Tanya Russel heran.


"Yeah, semacam perjanjian pranikah, perjanjian contract. Atau semacamnya, aku tidak menyukainya. Bagiku, menikah hanya sekali seumur hidupku. Jadi, aku tidak ingin terburu-buru dalam menikah. Aku masih ingin menikmati waktu lajang ku dan bersenang-senang. " Kata Evelyn mengungkapkan pendapat nya.


Russel mengangguk mengerti maksud Evelyn tadi. "Oke, aku terima."


"Apa kau mempunyai kekasih? " Tanya Evelyn dengan wajah datarnya.


"Kekasih? Apa itu? Bagiku, wanita hanya pemuas nafsu. " Jawabnya dengan wajah tengilnya. Senyum lebar nya membuat Evelyn muak.



" well, sudah kuduga. "Ucap Evelyn dengan santai.


Russel menaikan alisnya melihat respon Evelyn yang biasa. Dia fikir, akan ada raut marah atau semacamnya ketika dia mengatakan hal itu.


Wanita ini benar-benar unik pikirnya.


" So, tidak ada perjanjian kontrak ataupun semacam hal lainya? Begitu? "Jelas Russel dengan pembicaraan mereka.


" Ya. Untuk apa membuat perjanjian tidak berguna seperti itu?"ucap Evelyn.


Russel mengangguk paham. "So, kau sudah bersiap untuk menjadi istriku? Sepertinya kau memang mau menikah denganku. " Kata Russel dengan nada bangga.

__ADS_1


Evelyn menatap Russel heran, laki-laki didepanya ini benar-benar narsis?


Evelyn mendengus. "Jika bukan karena perjodohan, aku tidak akan mau menikah dengan mu. " Ucapnya kesal dengan jiwa bangga Russel yang berlebihan.


Russel menaikan alinya dan tidak lama kemudian pelayan datang membawa dua gelas yang berbeda. Satu gelas putih berisi Americano latte, dan satunya lagi gelas tinggi bening berisi jus lemon. Gelas putih itu diberikan kepada Russel dan satunya lagi untuk Evelyn.


Setelah pelayan pergi, russel dan Evelyn mulai meminum pesanan mereka.


"Ahhh dan juga, aku tidak akan menyuruhmu berhenti mendatangi para j*lang mu itu. So, aku tidak akan menjadi istri yang akan menuntut ini itu padamu. Kau bisa santai dan bersenang-senang seperti biasanya. " Kata Evelyn ketika teringat kelakuan Russel yang ia tahu dari teman nya.


Russel memang bukan selebriti yang terkenal, tapi karena ketampanan nya dan juga kesuksesan nya membuat nya menjadi terkenal di kalangan para wanita.


Dan salah satunya ialah teman nya yang bernama Olive. Ketika bercerita tentang perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya dan mengatakan jika Russel ialah calon suaminya, Olive menjadi girang bak bucin k-pop. Dia menceritakan seluk beluk yang ia ketahui dari seorang Russel.


"Good. Karena aku juga tidak suka wanita yang suka mengatur. " Kata Russel menyetujui sikap Evelyn padanya. Dia tidak bertanya dari mana Evelyn tahu sikapnya itu, tapi apapun itu dia bersyukur karena Evelyn bukan wanita yang suka mengekang.


"Dan jangan sampai aku bertemu dengan mereka. " Sambung Evelyn mengingatkan Russel.


"Kenapa? Apa kau tidak ingin berkenalan? " Tanya Russel dengan wajah mengejek. Wajah Evelyn merengut tidak suka. Hal ini justru membuat Russel senang bisa melihat ekspresi lain dari Evelyn.


"Kau gila.? Untuk apa aku bertemu para jal*ng mu?! Kau kira aku akan berkata pada mereka'hallo ladies, selamat bersenang-senang dengan suamiku. ' begitu?! " Kata Evelyn mendengus kesal. "Bisa dikira istri gila aku.. Huh.. " Gumamnya sembari meneguk jus lemon nya.


Russel menahan tawanya agar tidak keluar. Gaya Evelyn benar-benar membuatnya ingin tertawa.


Benar juga, bisa di kira Evelyn adalah istri yang gila alias tidak waras. Mana ada istri yang membiarkan hal itu. Apalagi berteman dengan para jal*ng suaminya. Benar-benar kiamat kecil kalau itu terjadi. Haha


"Me? Apa yang ingin kau ketahui? Aku bukan orang seperti mu yang suka mengumbar privasi kepada orang asing. " Ucap Evelyn dengan wajah datarnya.


Russel sedikit tidak suka dengan penggunaan kata orang asing yang dikatakan oleh Evelyn. "Orang asing? Aku calon suamimu yang nantinya akan menjadi suami mu. Jadi, aku harus tahu semua masa lalumu agar tidak menjadi suami bodoh di masa depan. " Kata Russel.


"Sebagai laki-laki, kau harusnya mencari tahu siapa calon istrimu terlebih dahulu. Bukankah itu lebih baik? " Kata Evelyn menyenderkan punggungnya dan menopang dagunya dengan tangan satu.


Mata Russel memicing tidak suka digurui.


"Ohh aku harus kembali." Ucap Evelyn melihat jam di pergelangan tanganya. Dia berdiri dan menatap Russel sebelum benar-benar pergi. "Ini pertemuan terakhir kita sebelum pernikahan dimulai. Jadi, jangan pernah datang ke kantorku. " Ucapnya lalu pergi dari caffe.


Russel memandang Evelyn yang berjalan menjauhinya dan keluar dari caffe. Fikiran nya berputar ketika pertama kali bertemu dengan Evelyn. Benar apa kata wanita itu. Dia harusnya mencari tahu tentang Evelyn sebelum mereka menikah.


Russel mengambil ponselnya yang berada di atas meja dan menelfon sekretaris nya sekaligus tangan kanan nya.


"Yes sir. " Sapa sekretaris nya yang bernama Daniel setelah panggilan nya terjawab.


"Selidiki wanita bernama Evelyn Mills. Segera serahkan laporan ku padaku besok.! " Perintah Russel dengan nada tegas, lalu mematikan panggilan.

__ADS_1


Tidak lama, Russel memanggil waiters dan membayar bill. Setelah membayar, Russel pergi dari caffe itu untuk segera pulang ke apartemen.


Sedangkan Evelyn kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan nya.


***


Nancy bergerak gelisah, ia berjalan mondar mandir sambil menggigit kuku jarinya. Kabar bahwa Juli dan David akan terbang ke London untuk menemui Evelyn membuatnya gelisah dan khawatir. Hubungan antara mereka sudah sangat renggang, tapi baik Juli dan David sering bertukar kabar dengan Nancy dan Thomas.


Kabar itu, membuat Nancy gelisah karena mengingat Evelyn sangat membenci Juli dan David setelah kematian Peter yang tidak bisa Evelyn lihat terakhir kalinya.


Selain itu, juga karena rencana pernikahan Evelyn dengan Russel pasti akan membuat Juli dan David berang. Bahkan mungkin mereka akan mencoba membatalkan pernikahan ini.


Tidak. Nancy tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dia sudah tidak tahan jika melihat putrinya kembali terpuruk. Bahkan membujuknya tidak lah mudah untuk menerima perjodohan ini.


Thomas masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya terlihat gelisah. Matanya memicing dan menghampiri Nancy.


"What wrong, honey? " Nancy mendongak dan melihat Thomas sudah berdiri di hadapannya.


"Juli dan David akan terbang ke London 2 minggu lagi. " Ucapnya menatap bola mata suaminya mendalam. Berharap Thomas tahu apa yang di fikirkan saat ini.


"For what? Bukankah mereka tidak pernah menampakan wajah mereka selama 5 tahun ini? " Thomas mengusap lengan Nancy agar tenang. Istrinya ini sangat memikirkan hal-hal yang menurutnya penting dan akan berdampak kepada kesehatanya.


"Duduklah dulu. " Thomas menarik Nancy untuk duduk di pinggiran ranjang mereka dan saling berhadapan. Dia mengambil air minum yang selalu berada di samping tempat tidur mereka, dan memberikan nya pada Nancy.


Nancy menerimanya dan meminumnya perlahan sebelum mengembalikan nya pada Thomas dan menaruhnya di atas meja.


"Itulah yang membuatku gelisah, sayang. Aku yakin jika mereka mengetahui Evelyn akan menikah. Mereka pasti akan menggagalkan pernikahan ini. " Air mata Nancy turun dan suaranya bergetar, Thomas dengan sigap memeluknya dan mencium puncak kepalanya.


Nancy terisak dalam pelukan Thomas. Dia tidak sanggup jika hal itu terjadi. Dia mendengar jantung Thomas yang berdegup kencang, ia yakin jika suaminya ini pasti juga mengkhawatirkan putri mereka. Walaupun Thomas dingin dan datar, laki-laki yang ia nikahi berpuluh tahun yang lalu itu sangat hangat di dalam.


Dibalik sikapnya yang dingin itu, dia selalu memikirkan orang-orang tersayangnya. Dia memang tidak romantis, tapi sikapnya membuat Nancy luluh. Thomas bukan laki-laki perayu ulung yang menebarkan rayuan ya, tapi Thomas akan langsung bertindak daripada merayu terlebih dahulu.


"Kita ajukan pernikahan mereka. " Suara Thomas memecah lamunan Nancy tentang memori mereka selama bersama.



Nancy melepas pelukan Thomas dan menatapnya. "Bagaimana bisa? Kau tahu jika Evelyn tidak ingin terburu-buru. " Rasanya tidak mungkin jika ide itu mereka lakukan. Matanya melihat wajah suaminya yang sudah bertambah tua, tapi tetap tampan dan hot. Kerutan di sekitar mata nya tidak membuatnya menghilangkan aura dingin dan kejamnya.


"Tidak ada cara lain, kita harus memaksanya.! Kau katakan pada pihak Rosaline untuk mengatakan hal ini pada putranya. Dan kita akan memaksa Evelyn untuk menerimanya. " Walau wajahnya datar, nada suaranya begitu lembut. Banyak perubahan Thomas setelah menikah dengan Nancy, wanitanya. Baginya, dia adalah segalanya, tanpa Nancy hidupnya akan hampa dan tidak ada artinya.


Thomas begitu mencintai Nancy yang sudah menemaninya selama lebih dari 20 tahun. Thomas berjanji hanya maut yang bisa memisahkan mereka.


"Aku percaya padamu. Aku berharap, ini adalah hal yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk Evelyn. " Ucap Nancy sendu. Thomas mengusap kepala Nancy dan tersenyum tipis. Dia juga berharap ini akan membuat putrinya bahagia. Lebih dari apapun, Thomas sangat ingin putri sulungnya bahagia. Susah cukup 2 tahun yang lalu mereka hancur. Berkeping-keping, dan lebur. Keluarganya sudah berusaha keras untuk membuat Evelyn bahagia, dan ini adallah saatnya.

__ADS_1


Thanks for Reading. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like and coment. β˜ΊπŸ€—.


Hope Enjoy... 😺😺.


__ADS_2