Istriku Cintaku

Istriku Cintaku
Episode 8


__ADS_3

HAPPY READING..


BUDAYAKAN VOTE DAN LIKE SEBELUM BACA. DUKUNG AUTHOR .. GRATIS KOK... 🤗🤗


__________________________________



Russel meletakan burger nya dan melihat makanan didepanya yang hanya tersisa sedikit. Russel yakin jika itu bukan dia yang memakanya,melainkan wanita yang memakai gaun hitam didepanya yang saat ini masih mengunyah chicken ditanganya. Dia benar-benar tidak menyangka jika Evelyn bisa memakan dua burger,satu hotdog besar,dan juga chicken satu loyang,bahkan French fries pun tidak kalah dimakan oleh wanita itu.


Russel bahkan heran dengan bentuk tubuh Evelyn yang langsing tetapi makanya banyak seperti ini. Dia kira jika Evelyn tidak akan memakan makanan yang ia pesan karena ia yakin Evelyn tidak mau,mengingat banyaknya kolestrol dan juga lemak yang ada di makanan itu. Tapi lihatlah sekarang,meja itu bahkan sudah bersih sekarang.


Russel benar-benar tercengang.”wow,kukira aku hanya memakan satu burger ini.”ucap Russel mengangkat burger nya menatap Eveleyn dengan alis terangkat satu.



Evelyn berhenti makan chicken dan menyadari jika dirinya lupa diri ketika makan. Dia tidak menyangka jika akan melakukan hal yang memalukan didepan Russel.


“ehem.. ya itu aku.”ucap Evelyn berdehem dan mengakui jika dirinya yang memakan semua makanan itu dengan wajah malunya.


Russel menahan tawa,tapi hanya sebentar karena akhirnya dia tertawa melihat tingkah Evleyn yang lucu menurutnya. Evelyn merengut melihat Russel menertawai nya seperti itu,dia yakin jika hal ini pasti akan jadi bahan olokan Russel nantinya.


“hahaha…oh astaga,kau benar-benar lucu. Aku hanya tidak menyangka jika wanita yang mempunyai body langsing sepertimu akan makan banyak.”ucap Russel disela tawanya.


“apa kau fikir aku seperti wanita j*lang,yang hanya memikirkan tubuhnya untuk menggoda laki-laki?”tanya Evelyn sinis. Dia tidak menyukai jika dirinya dibandingkan dengan wanita murahan diluaran sana.


Russel berhenti tertawa ketika melihat Eveleyn badmood. Sepertinya dia salah bicara.”Ehm,bukan seperti itu. Biasanya kaum mu akan memilih makanan yang sehat dan tidak berlemak bukan? Mommy ku seperti itu..”kata Russel menjelaskan maksudnya. Dia bahkan tidak pernah mengajak para wanita kencan nya makan disini. Mengingat namanya saja dia tidak ingat,untuk apa dia harus mengamati makan mereka? Buang-buang waktu saja.


Evelyn memilih diam dan meneguk minuman nya dari pada beradu argument dengan Russel. Bisa bisa dia lapar lagi jika membuang tenaganya hanya berdebat dengan laki-laki itu.


Russel menatap Evelyn yang diam saja,lalu menatap jam tangan yang sudah menunjukan waktu 22:00 malam. Ternyata lama juga mereka berada diluar,hampir 3 jam lamanya ketika keluar dari restaurant tadi.

__ADS_1


“Kau sudah selesai makan bukan? Atau,kau ingin membawanya pulang?”tanya Russel dengan wajah mengejeknya.


Mendengus,Evelyn beranjak dari sana dan keluar tanpa menunggu Russel yang harus membayar tagihan makanan mereka. Evelyn langsung masuk kedalam mobil Russel dengan ekspresi kesal. Entah kenapa,setiap bertemu dengan Russel,Evelyn selalu dibuat kesal.


Entah apa yang terjadi jika mereka satu rumah nanti,mungkin Evelyn harus menyiapkan kesabaran yang besar untuk menghadapi tingkah Russel yang menjengkelkan.


Tidak lama,pintu mobil terbuka dan Russel masuk kedalam membawa satu kantung plastik berwarna putih yang didalamnya ada kotak yang entah itu apa,diletakan di kursi belakang. Evelyn tidak bertanya dan Russel juga hanya diam. Tak lama,mobil itu hidup dan Evelyn mengaitkan seatbelt nya.


Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan,membuat Evelyn sedikit demi sedikit mengantuk dan tidur. Russel menatap jalanan didepanya dengan fikiran yang masih terngiang-ngiang ditelinganya.


Tadi,setelah Evelyn pergi dirinya menghampiri temanya James untuk membayar tagihan makanan nya,tapi kata-kata James membuatnya tertegun. Benarkah yang dibilang oleh James jika dirinya mulai menyukai Evelyn? Rasanya tidak mungkin jika melihat sampai sekarang pun dirinya masih belum tahu apa itu cinta. Apakah cinta hanya rasa senang melihat wajah Evelyn kesal? Begitukah?


Tidak terasa mobilnya ternyata sudah memasuki area apartemen kondomonium milik Evelyn. Ketika sudah berada didepan gedung,dia menoleh dan melihat Evelyn yang tengah nyenyak tidur.


“Astaga,bagaimana ini. Kenapa dia malah tidur?” gumam Russel menyugar rambutnya frustasi.


Russel menatap Evelyn lagi,mencoba mengamati wajah Evelyn yang menurutnya memang cantik. Bibirnya yang tebal dan juga hidungnya yang mancung,apalagi jika mata itu terbuka dan menampilkan warna mata yang menurutnya paling cantik. Hazel berwarna hijau ke abu-abuan itu sukses menghipnotisnya ketika menatapnya pertama kali.


TOK TOK TOK


‘security sialan!’


Russel menurunkan kaca mobilnya. “Maaf sir,ada yang bisa saya bantu?”tanya security itu dengan ramah. Dia sedikit curiga karena mobil didepanya ini hanya diam dan pengemudinya pun tidak turun.


“Oh,tidak. Aku hanya ingin menurunkan wanita ini.”jawab Russel menunjuk Evelyn yang berada disampingnya. Security itu melihat dan mengenali siapa wanita disamping laki-laki itu.


“Nona Evelyn. Selamat malam nona.”sapa security itu tersenyum. Russel mendengus melihat raut wajah security itu yang langsung berubah manis ketika melihat Evelyn.


Evelyn hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum membalas sapaan security itu. “Dia teman saya,anda tidak perlu khawatir.”ucapnya lalu security itu pergi mengerti.


“Kenapa kau tidak membangunkan ku?”tanya nya menatap Russel dengan datar.

__ADS_1


“Aku baru saja ingin membangunkan mu,tapi security itu mendahuluiku.”ucapnya tanpa menatap Evelyn. Ada sedikit nada kesal yang diucapkan oleh Russel,karena fantasinya menatap Evelyn jadi buyar karena security sialan itu.


“Terserah kau saja.” Evelyn tidak ingin berdebat karena sudah lelah,melepas seatbeltnya Evelyn kemudian teringat dengan jas yang sedari tadi ia pakai.


“Thank’s untuk jasnya.”ucapnya memberikan jasnya pada Russel.


Russel kemudian ingat sesuatu.”Tunggu.”serunya ketika Evelyn membuka pintu mobil. Sontak ,Evelyn berhenti dan menoleh kebelakang.


“Ada apa?”tanyanya heran.


Russel mengambil sesuatu di belakang dan memberikannya pada Evelyn.”Panaskan sebelum dimakan.”ucapnya seraya memberikan bungkusan itu pada Evelyn.


Evelyn bingung dan membuka bungkusan itu,seketika hidungnya langsung mencium aroma chicken yang tadi mereka santap. Evelyn langsung manatap Russel untuk menjelaskanya.


Russel menghela nafas.”Aku tahu kau sangat menyukai chicken itu,jadi aku pesankan untukmu. Besok pagi,sebelum dimakan panaskan dulu di microwave .”kata Russel menjelaskan maksud dia membelikan makanan itu pada nya. Dengan gayanya yang tidak mau menatap Evelyn,karena terlalu gugup dan grogi untuk menjelaskan niatnya membelikan nya makanan itu.


Evelyn diam dan tidak merespon,membuat Russel menyangka jika dia tidak menyukai tindakanya itu.”Sudahlah,jika kau tidak suka buang saja ketempat sampah.”ucapnya sinis. Ada sedikit rasa sakit yang Russel rasakan karena niatnya untuk membelikan makanan itu tidak direspon oleh Evelyn.


Evelyn terkekeh melihat Russel kesal.”Well,thank you. Aku tidak tahu jika kau mengamatiku makan tadi.”ucapnya dengan senyum miringnya. Russel menoleh dan berdehem melihat Evelyn mengejeknya. Well,memang benar dirinya mengamati cara Evelyn makan tadi. Tapi,dirinya tidak tahu jika hal itu ternyata disadari oleh wanita itu.


“Ehem,yeah cara makan mu sangat rakus. Seperti orang kelaparan.”ucap Russel yang diakhiri dengan senyum tertahan dibibirnya.


“Ishh,terserah kau saja.”Dengus Evelyn kesal karena Russel selalu mengatakan dirinya rakus.”aku masuk dulu,thank’s sudah mengantarku.”Evelyn bergerak keluar dari mobil,tiba-tiba tanganya dicekal kebelakang.


“Good night calon istriku.” Bisik Russel ditelinga Evelyn diakhiri dengan kecupan ditelinganya,sontak hal itu membuat Evelyn tersengat kaget dengan perlakuan Russel. Jantungnya berdetak cepat dan nafasnya memburu. Bahkan ia yakin jika saat ini wajahnya pasti sudah seperti kepiting rebus.


Matanya bisa melihat raut wajah Russel yang tersenyum lebar dan menyeringai karena berhasil membuat Evelyn merah merona. Sial. Tanpa berkata lagi,Evelyn langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam gedung apartemen nya.


Sedangkan Russel tertawa melihat tingkah Evelyn yang langsung lari terburu-buru masuk kedalam apartemen nya setelah dirinya melakukan hal itu.


Tapi,setelah tawanya reda,Russel menyadari jika jantungnya berpacu cepat ketika merasakan Evelyn berada didekatnya dalam jarak yang sangat dekat. Bahkan aroma parfum ataupun tubuh Evelyn sangat memabukan. Menggeleng,Russel tidak ingin terbawa suasana. Dirinya pun memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen nya dari pada mampir ke club terlebih dahulu.

__ADS_1



Thanks for Reading. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like and coment. ☺🤗.


__ADS_2