
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Happy Reading🤗
Ditunggu like, vote dan komentarnya 😘
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Hari itu langit kembali cerah seperti biasa. Milka merasakan kehangatan saat tertidur. Matanya yang terpejam, kini pelan-pelan ia buka. Seorang wanita beraroma khas membuat Milka semakin mempererat pelukannya.
Bunda angkatnya memilih untuk tidur bersama Milka di bandingkan suaminya sendiri. Sempat ada perdebatan antara pasangan suami istri itu. Tapi keinginan Dhalia yang sudah membulat tak bisa di bantah oleh siapapun.
Di rumah yang bernuansa putih-coklat ini kembali di ramaikan oleh teriakan anak kecil. Semua orang tengah berkumpul. Setelah berakhirnya hari kerja, mereka memutuskan untuk berlibur bersama.
Kini Milka duduk di kelilingi anak-anak dari kakak angkatnya. Rafa mulai berulah yang membuat seisi rumah geleng-geleng kepala. Dan keponakan Milka yang satu ini, Alesha adalah anak yang cukup pendiam.
Alesha adalah anak pertama dari mbak Anggita dan Rangga, ini memiliki sifat yang bertolak belakang dengan Rafa yang super aktif. Alesha terlihat lebih mandiri, tegas, dan irit bicara. Sama persis dengan sikap Anggita saat kecil.
Milka sedang melihat Alesha dengan buku di pangkuannya. Ia lebih condong ke ilmu astronomi nya. Seharian ia akan habiskan dengan membaca. Matanya sangat kuat menatap lembaran demi lembaran itu. Otaknya seakan tak pernah lelah untuk menyimpan tiap memori.
"Milka, Alesha, mari sarapan,"
"Iya, Mih," jawab Alesha sambil merapihkan tumpukan buku ke atas meja kaca di hadapannya. "Ayo, aunty." ajak Alesha dengan senyuman menawannya.
__ADS_1
Saat tiba, suasana meja makan begitu ramai dengan teriakan Rafa yang terus di ledek oleh kakeknya.
"Ayo, kita sarapan." seru bunda Dhalia semangat.
"Hari ini ayah ingin mengajak kalian semua berlibur. Bagaimana?," tanya ayah Wildan sambil menatap anaknya satu persatu.
"Aku bisa. Pekerjaan kantor tak terlalu banyak akhir-akhir ini," balas Andrea.
"Anggita juga luang hari ini, yah. Kamu juga kan, sayang?"
Anggita menatap suaminya.
"Iya. Aku sudah kerja tiap hari. Weekend ini kita habiskan waktu bersama keluarga," imbuh Rangga.
"Hore, kita jalan-jalan!" teriak Rafa.
"Aldi sore ini ada syuting, yah," jawab anak angkatnya itu. "Tapi pagi hingga siang ini jadwal Aldi kosong."
"Baiklah. Mumpung semuanya ada waktu luang." ujar Wildan seraya memasukkan sendok yang berisi udang asam manis ke mulutnya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Di Sebuah Kediaman Keluarga Hatake,
__ADS_1
"Otōsan¹, bisakah kita berlibur hari ini?" tanya seorang gadis kecil sambil bergelayut manja di lengan Yuri.
"Tamima, ayah harus ke kantor," jawab Yuri sambil membelai rambut putri bungsunya.
"Tapi ayah sudah lama tidak bermain denganku," rajuknya. "Onegaishimasu²...!"
"Baiklah. Tapi siang nanti ayah harus ke kantor, ya,"
Seketika wajahnya yang muram kembali bercahaya ketika mendengar perkataan ayahnya.
"Arigatōgozaimashita³."
Gadis itu memeluk tubuh Yuri dengan erat.
Jangan egois, Yuri. Anak mu bukan hanya Milka seorang. Kau masih memiliki Hiro dan Tamima, batin Yuri.
"Sana, bersiaplah. Ayah ingin kabari kakakmu dan sekertaris Yuma dulu."
Tamima mengangguk senang. Ia langsung berlari ke kamar untuk berganti pakaian. Jarang-jarang ia bisa berduaan bersama ayah. Karena urusan perusahaan milik kakek di alihkan kepada ayah, sehingga gadis kecil itu semakin berkurang waktunya bersama ayah tercinta.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
•> ¹ Otōsan: Ayah
__ADS_1
•> ² Onegaishimasu: Kumohon
•> ³ Arigatōgozaimashita: Terimakasih