Jadi Pelayan Ketos Galak

Jadi Pelayan Ketos Galak
Bab 1. Pertemuan Pertama


__ADS_3

Bab 1


Hati seorang gadis berseragam sekolah menengah atas swasta, berdetak dengan kencang. Hari ini adalah di mana dirinya memasuki dunia baru. 


"Semangat, Himawari!" teriak gadis itu menyemangati dirinya sendiri.


Terdengar suara lonceng yang begitu nyaring menandakan jam sekolah sudah masuk. Terlihat dari kejauhan seorang laki-laki muda berlari dengan cepat agar bisa masuk sebelum pintu gerbang ditutup. Namun, usahanya sia-sia karena teralis besi itu keburu dikunci.


"Si*al!" umpat murid ber-tag name Kenzo di seragam sekolahnya.


Kenzo pun berlari menuju sisi kiri bangunan sekolah. Di sana ada sebuah bak sampah yang bisa dijadikan pijakan untuk melompati tembok benteng. Dengan postur tubuhnya yang tinggi hal ini tidak akan menyulitkan dirinya. Apalagi ini bukan pertama kali dia kesiangan di saat masuk sekolah. Bahkan kerap terjadi tiap minggu, terutama hari Senin atau masuk sekolah setelah liburan.


Sementara itu, di balik tembok benteng ada seorang gadis berambut panjang sedang berlari sambil membawa gulungan peta dunia. Tadi, dia disuruh oleh guru geografi untuk mengambil benda itu di ruang perpustakaan yang gedungnya terpisah dari gedung utama yang berisi ruang belajar. Murid itu bernama Himawari.


Saat Himawari berlari di dekat dinding benteng, dia merasa ada bayangan yang melintas di atasnya. Maka dia pun mendongakkan wajahnya ke atas.


"Kyaaaak!" teriak Himawari saat seseorang menimpa dirinya.


Orang itu adalah Kenzo yang melompati dinding benteng. Tubuh pemuda bersurai hitam kemerahan ini menimpa tubuh Himawari yang jauh lebih kecil darinya.


"Aduuuuh, sakit!" Himawari meringis saat merasakan sakit di sekujur badannya, terutama kepala.

__ADS_1


Kenzo merasa sesuatu yang empuk di genggaman tangannya. Dia pun merem*mas-remas dengan pelan sesuatu yang terasa empuk dan lembut itu. Si pemuda belum sadar dengan apa yang sedang dia sentuh.


Himawari merasakan tubuhnya merinding, saat pandangan matanya tertuju ke arah dada. Dia melihat tangan orang yang sudah menindihnya ini dengan lancang melakukan sesuatu yang terlarang.


"Kyaaaaak. Apa yang kamu lakukan?" Himawari dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Kenzo sampai terjungkal ke belakang.


Seakan belum puas membalas rasa amarahnya, Mimi memukuli Kenzo dengan menggunakan gulungan peta dunia. Tentu saja itu sangat menyakitkan karena di dua sisinya ada kayu.


"Aduh. Hentikan!" teriak Kenzo yang masih mendapatkan serangan bru*tal dari Himawari.


"Dasar laki-laki me*sum! Kurang ajar*ar!" Himawari memaki Kenzo.


Kedua murid itu saling menatap dengan napas memburu. Mereka sama-sama kesakitan sekujur badannya dan dikuasai oleh perasaan amarah.


"Lihat perbuatan kamu barusan! Sudah merusak fasilitas sekolah. Kamu tahu apa artinya ini?" Kenzo menunjuk barang yang dibawa oleh Himawari tadi.


Melihat peta dunia dalam keadaan rusak, tentu saja Himawari langsung histeris. Dia takut kalau guru mata pelajaran geografi ini akan marah kepadanya dan menandai dirinya sebagai murid bermasalah. Apalagi dia merupakan siswa baru angkatan ke-55 di sekolah ini.


Sakura International School merupakan sekolah favorit di kotanya. Banyak yang menjadi murid sukses di sekolahannya ini. Mudah masuk ke perguruan tinggi dan langganan juara olimpiade bagi murid-murid yang ikut serta.


Kenzo ingin tertawa melihat ekspresi wajah Himawari yang mendadak berubah menjadi pucat. Saat mereka beradu pandang, tiba-tiba saja pemuda itu merasakan detak jantungnya berdebar kencang.

__ADS_1


'Ada apa dengan diriku? Kenapa tiba-tiba saja jantungnya berdebar-debar?' batin Kenzo.


Mata Kenzo tertuju ke arah tag name milik Himawari. Kini dia tahu nama gadis yang sudah memukulinya tadi.


'Oh, dia murid anak kelas X. Berarti murid baru, ya! Sepertinya di tahun terakhir aku sekolah di sini akan dilalui dengan banyak hal yang menyenangkan,' batin Kenzo.


'Bukannya sekolah semasa SMA adalah waktu terbaik dan akan menjadi kenangan yang terindah dalam hidup kebanyakan orang,' lanjut Kenzo dengan perasaan bahagia.


Berbeda dengan Kenzo, perasaan Himawari malah dalam keadaan kacau. Dia merasa masa sekolah di SMA-nya akan mengalami banyak kesulitan. Baru masuk sekolah saja sudah berbuat kesalahan dan dia yakin nanti akan berurusan dengan gurunya.


'Kenapa aku harus mengalami hal seperti ini ketika baru saja masuk ke sekolah. Katanya SMA adalah gerbang pertama dalam kehidupan seseorang dalam menapaki masa depan. Aku tidak mau memiliki masa depan yang suram,' batin Himawari.


Dengan perasaan takut Himawari berlari dengan kecepatan penuh. Gadis itu yakin kalau dirinya akan mendapatkan hukuman dari guru. Karena dia sudah merusak properti milik sekolah.


Kenzo menatap dalam diam sampai sosok Himawari tidak terlihat lagi. Senyum jahat terukir di wajahnya.


'Akan aku cari tahu siapa dirinya,' batin Kenzo.


***


Assalamualaikum, semua. Kembali lagi dengan karya aku. Kali ini bergenre komedi romantis. Semoga suka.

__ADS_1


__ADS_2