Jadi Pelayan Ketos Galak

Jadi Pelayan Ketos Galak
Bab 5. Tawuran Antar Sekolah


__ADS_3

Bab 5


Sepulang sekolah Kenzo dan beberapa murid Sakura International School dari klub karate, taekwondo, dan pencak silat mendatangi SMA Nadeshiko. Mereka akan menuntut balas atas perbuatan Eric dan teman-temannya.


Mereka kini sudah berdiri berjajar di depan gerbang pintu sekolah SMA Nadeshiko. Tentu saja ada alat tempur yang disembunyikan di balik badan mereka. Kadang ada kalanya mereka berkelahi dengan tangan kosong. Akan tetapi, untuk menghadapi lawan kali ini mereka harus menggunakan alat. Ini dikarenakan Eric dan teman-temannya suka bertarung dengan kekerasan dan menggunakan alat juga. Seperti balok kayu, tongkat baseball, rantai, dan sarung tinju.


Gedung sekolah milik SMA Nadeshiko tidak beda jauh dengan sekolah elit lainnya. Hanya saja murid di sekolah ini terkenal barbar dan suka main keroyokan. Mereka tidak berani jika seorang diri.


Keadaan sekolah SMA Nadeshiko sudah mulai sepi karena para murid banyak yang sudah pulang. Hanya beberapa orang yang masih berada di area sekolah.


"Mana Eric?" tanya Kenzo kepada salah seorang murid SMA Nadeshiko yang kebetulan lewat.


Murid laki-laki itu ketakutan saat melihat Kenzo. Hampir semua anak SMA di Kota Yamakuni tahu siapa ketua OSIS Sakura International School itu. Salah satu pemuda yang harus diwaspadai.


"A–da di halaman belakang," jawab murid itu ketakutan lalu segera berlari kabur karena dia tahu pasti akan terjadi perkelahian di antara mereka.


"Ayo!" ajak Kenzo kepada teman-temannya.


"Eric! Keluar kau! Jika tidak ... jangan salahkan kami menyerbu gedung sekolah kalian!" teriak Kenzo dengan menggunakan pengeras suara.


Ucapan Kenzo dengan suaranya yang menggelegar sampai ke halaman belakang sekolah di mana Eric dan teman-temannya berada  Mereka sudah menduga kalau Kenzo akan datang ke sekolahan. Tentu saja murid sekolah itu sudah siap menyambut Kenzo.


"Kenzo sudah datang, ya!" Eric pun berdiri dari  batang pohon yang sengaja di letakkan di halaman belakang yang sering dijadikan tempat duduk mereka.


"Ayo, kita sambut tamu kita itu!" ajak kepada teman-temannya.

__ADS_1


Ada beberapa murid perempuan yang ikut serta di sana. Mereka adalah pacar-pacar Eric dan teman-temannya yang dulu sempat dihajar oleh Kenzo.


"Aku ingin balas dendam kepada preman dari Sakura International School itu!" Reina bicara dengan penuh kebencian.


Murid perempuan itu dahulu sampai memohon ampun kepada Kenzo karena digantung di pohon dengan keadaan terbalik. Sampai sekarang dia masih menyimpan dendam.


"Benar. Sekarang adalah waktunya pembalasan!" seru teman perempuan lainnya.


Geng Eric berjalan dengan angkuh di lorong sekolah yang menghubungkan ruang belas kelas X dengan kelas XI. Di masing-masing tangan mereka memegang tongkat baseball, tongkat hitam yang sering digunakan pihak keamanan, dan balok kayu.


Kenzo tersenyum miring saat melihat Eric datang bersama rombongannya yang sudah siap berkelahi. Dia pun memberi kode kepada teman-temannya untuk bersiap.


Tanpa bicara langsung saja mereka berlari menerjang lawan dan menghajar dengan penuh tenaga. Kedua kelompok itu saling baku hantam menyerang dan bertahan atau menghindari serangan lawan.


Kenzo langsung memburu Eric karena dia sudah menargetkannya untuk dijadikan lawannya. Kedua ketua preman dari sekolah masing-masing itu saling memukulkan tongkat baseball ke arah lawan.


"Rasakan ini!" Ren dengan gerakan cepat mengayunkan tongkatnya ke tiga lawannya.


Selain anggota OSIS, Ren juga merupakan ketua klub anggar dan taekwondo. Dia sengaja mengikuti banyak kegiatan klub di sekolah agar bisa pulang telat ke rumah. Setiap hari dia pulang menjelang malam.


Ketiga lawan Ren langsung tumbang dan tidak mampu melawan lagi. Salah satunya dalam keadaan pingsan. Sementara itu, kedua lawannya yang lain muntah-muntah darah.


"Masih mau melawan? Muka kalian sudah babak belur seperti itu. Menyerah saja dari pada kalian mati konyol," ucap Ren dengan seringai jahatnya dan kedua orang itu menyatakan diri menyerah.


Kenzo tidak mungkin membawa pasukan lemah jika mendatangi lawan kuat dan licik. Dia selalu menekankan kepada semua murid Sakura International School kalau dia memberi perintah harus menurutinya. Jika tidak bersiap-siaplah akan menjadi musuhnya juga. Selian kuat dan bisa berkelahi, tentunya juga diberikan pengarahan strategi agar mereka bisa menang dengan kondisi seminimal mungkin dalam mendapatkan luka.

__ADS_1


Kenzo dan Eric masih saling adu jotos. Kini keduanya berkelahi dengan tangan kosong. Hal ini dilakukan setelah tongkat baseball milik mereka terlepas dari tangan.


"Sesuai dengan gelar sebutan kamu, "Kenzo si Raja Tawuran" harus aku akui kalau kamu memang hebat!" Napas Eric sudah putus-putus dan sekujur tubuhnya merasakan sakit.


"Sepertinya kamu sangat penasaran sekali dengan kekuatanku. Makanya kamu cari gara-gara agar aku datang dan memberi pelajaran kepadamu, ya?" Kenzo menjadi kesal.


Semalam Kenzo sudah membuat agenda mau melakukan apa saja hari ini. Terutama ingin bisa lebih lama menghabiskan waktu bersama Mimi. Ada perasaan senang saat berdua dengan gadis imut itu. Namun, karena Eric membuat gara-gara kepada salah satu murid di sekolahnya, semua agenda dia jadi berantakan.


Eric tertawa terbahak-bahak akan kepercayaan diri dari ketua OSIS Sakura International School ini. Bukan lagi menjadi rahasia, kalau Kenzo itu selain kuat dan suka berkeliaran, dia juga orangnya cerdik dan punya rasa percaya diri dan tinggi. Bahkan mendekati narsis.


Kenzo tidak terima dirinya diejek atau direndahkan oleh lawan. Tanpa ba-bi-bu lagi, dia berlari cepat menghampiri Eric dengan tangan terkepal erat. Dalam satu tonjokan di mukanya, Erik terjungkal lalu tersungkur ke tanah. Tidak hanya itu, kaki panjang milik Kenzo juga menendang tubuh Eric beberapa kali sampai mengerang kesakitan.


"Ren!" teriak Kenzo sambil mengulurkan tangannya.


Ren yang paham akan hal itu langsung memberikan tali tambah kepada sang ketua. Lalu, Kenzo mengikat kedua kaki Eric dengan kuat. Setelahnya di gantung terbalik di pohon yang ada dipinggir jalan.


Begitu juga dengan beberapa murid yang lainnya. Ada yang cuma diikat ke batang pohon atau sama dengan Eric. Sama halnya dengan murid perempuan yang ikut terlibat dengan tawuran barusan.


"Bersiap-siaplah besok kita akan dipanggil oleh pihak dewan sekolah dan kepala sekolah," ucap Kenzo sambil meninggalkan tempat itu.


Suara teriakan dari murid-murid SMA Nadeshiko diabaikan oleh murid-murid Sakura International School. Mereka memilih segera pulang atau ke rumah sakit untuk merawat luka yang didapat dari hasil tawuran.


"Hima sudah pulang atau masih di sekolah, ya?" gumam Kenzo. Terbesit dalam pikirannya berkeinginan agar luka-lukanya diobati oleh gadis itu.


***

__ADS_1


Bagaimana Kenzo dan teman-temannya menghadapi kepala sekolah dan dewan sekolah esok hari? Akankah mendapatkan hukuman atau lolos? Ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_2