
Bab 2
Ruang kelas XII mendadak heboh saat Kenzo masuk ke dalam kelas dengan kepala dibalut perban. Ada beberapa luka lecet di wajah dan tangannya. Sebenarnya kepala dia cuma lecet saja, tetapi pemuda itu sengaja melakukan hal ini untuk mendramatisir keadaan.
"Kenzo, kenapa kepala kamu?" tanya Pak Toyama dengan tatapan penuh telisik.
"Tadi saat memeriksa gudang aku timpa rak yang banyak barangnya, Pak," jawab Kenzo berdusta.
Pak Toyama pun tidak bertanya lagi, dia memutuskan untuk meneruskan materi pelajaran. Namun, murid-murid malah penasaran atas apa yang sudah terjadi kepada ketua OSIS mereka ini.
"Kamu habis berkelahi dengan sekolah mana? Kenapa tidak ajak-ajak aku?" tanya Ren sambil berbisik.
Kenzo diam saja tidak menjawab hanya jari telunjuknya mengarah ke depan yang artinya Ren harus perhatikan Pak Toyama yang sedang menerangkan di depan.
Laki-laki berambut blonde itu pun hanya manyun dengan mata yang mengerling karena kesal. Biasanya kalau terjadi perkelahian dengan anak-anak sekolah lain atau geng anak muda alias preman ingusan, Ren pasti akan ikut serta karena dia adalah wakil ketua.
Kenzo bersedia menjadi ketua OSIS sejak duduk di kelas X. Dia banyak menghajar orang-orang yang berani menindas murid Sakura Internasional School. Selain itu dia juga akan membuat aturan sekolah sesuai dengan sesuka hati. Meski begitu dia selalu mendapatkan dukungan dari para murid. Jika dari mereka ada yang mendapat perundungan dari orang lain, maka cukup melaporkan dan menyerahkan bukti. Maka Kenzo dan anggota OSIS akan menindaknya memberikan balasan.
***
__ADS_1
Himawari mendapatkan teguran dari Pak Mashimoto, karena sudah merusak peta dunia, fasilitas milik sekolah. Selian harus mengganti barang itu, dia juga mendapat hukuman membersihkan perpustakaan selama satu minggu.
"Nasib aku apes sekali hari ini," gumam Himawari dengan kepala di letakan di atas meja.
"Kamu masih beruntung tidak sampai dikeluarkan dari sekolah. Jangan sampai kamu cari gara-gara, apalagi masalah di sini. Terutama dengan jajaran OSIS. Bisa-bisa habis riwayat kamu!" ucap Hinata memberi peringatan.
Himawari pernah mendengar kalau ketua OSIS dan semua anggotanya akan bertindak barbar atau kasar jika ada yang berani mengusik mereka. Biasanya murid-murid yang sering melanggar aturan sekolah atau berani berbuat ulah, baik di lingkungan sekolah atau di luar sekolah. Sang ketua OSIS adalah orang paling ditakuti oleh seantero sekolah. Murid yang terkena hukuman biasanya tidak akan kuat menjalani kehidupan sampai lulus. Kebanyakan mereka akan langsung keluar dan pindah sekolah.
Tindakan OSIS yang seperti itu malah didukung oleh pihak sekolah. Baik itu dewan sekolah, kepala sekolah, guru, dan beberapa murid. Kuasa ketua OSIS juga sangat besar dan berpengaruh di Sakura Internasional School ini.
'Semoga saja selama aku sekolah di sini tidak pernah berurusan dengan ketua OSIS itu,' batin Himawari.
"Namanya Kenzo," jawab Hinata.
"Kenzo?" Himawari merasa kalau nama itu tidak asing.
"Iya. Sebaiknya kita harus hati-hati sama dia dan teman-temannya. Kakak aku juga memilih tidak kenal dan dekat dengan dia," ucap Hinata yang mempunyai kakak laki-laki kelas XII saat ini. Kakaknya itu satu angkatan dengan Kenzo, tetapi mereka beda kelas.
Himawari pun mengangguk paham. Dia ingin menjalani kehidupan di masa-masa SMA dengan lancar dan baik. Untuk presentasi dia akan tetap berusaha, tetapi tidak akan semenggebu-gebu saat masih duduk di kursi SMP.
__ADS_1
Terlahir dari keluarga yang memiliki pendidikan tinggi dan berprestasi, membuat Himawari juga harus bisa seperti saudara dan sanak famili. Dia tidak boleh di cap sebagai orang gagal.
Terdengar suara bel istirahat dan para murid pun langsung berhamburan ke kantin. Perut mereka berbunyi karena cacing sudah berdemo ingin di isi makanan.
Himawari dan Hinata berniat membeli roti melon dan jus minuman kaleng. Saat sedang antri Himawari mengedarkan pandangannya ke segala penjuru kantin yang dipenuhi oleh murid-murid. Mereka sangat sibuk memilih jajanan yang ingin di makan. Tanpa sengaja gadis itu melihat murid laki-laki yang dipukuli dengan menggunakan gulungan peta dunia.
"Eh, kepala Kak Kenzo kenapa, ya?" tanya salah seorang murid perempuan yang sedang membawa makanan lewat dekat Himawari.
"Apa dia terluka saat berkelahi dengan sekolahan lain?"
"Kali ini Kak Kenzo bertarung untuk membalas murid mana?"
Jantung Himawari terasa jatuh dari tempatnya saat tahu laki-laki yang bernama Kenzo adalah murid yang dibuat babak belur seperti itu, tadi pagi. Kedua lutut gadis itu bergetar seakan lemas dan takut tidak kuat menopang tubuhnya.
'Jangan bilang kalau Kenzo adalah murid me*sum itu!' pekik Himawari dalam hati.
'Habis sudah riwayatku kini!' lanjut Himawari pasrah.
***
__ADS_1
Akankah Himawari mendapatkan masalah karena sudah berurusan dengan Kenzo? Ikuti terus kisah mereka, ya!