
Bab 3
Kenzo sengaja mencari di kantin murid perempuan yang sudah membuatnya babak belur. Tempat ini adalah salah satu cara untuk bisa bertemu banyak orang. Sesuai dugaan pemuda itu, gadis berambut panjang incarannya ada di sana. Murid yang dia ketahui bernama Mimi, sedang antri jajan di tukang bakso.
'Akhirnya aku menemukanmu!' batin Kenzo bersorak gembira.
Netra mereka bersirobok dan sama-sama bergeming. Kenzo terus saja memperhatikan Himawari yang mematung dengan wajah pucat.
'Dia kenapa? Apa sedang sakit? Wajahnya seperti mayat hidup begitu,' batin Kenzo.
Saat sudah banyak murid duduk untuk makan makanannya masing-masing, Kenzo mendekati Himawari. Awalnya tidak begitu banyak murid memperhatikan mereka. Namun, saat ketua OSIS itu berdiri dan mengajak Himawari bicara, banyak orang mulai memperhatikan keduanya karena penasaran.
"Lihat, apa yang sudah kamu lakukan kepadaku!" ucap Kenzo sambil menunjuk kepalanya.
Netra Himawari berkaca-kaca, dia tidak menyangka kalau perbuatannya tadi sudah membuat kepala orang lain cedera parah. Dia mengira hanya akan memar saja, tidak akan sampai berdarah-darah seperti itu.
Perban di kepala Kenzo berwarna merah itu bukanlah darah, tetapi pewarna zat kimia yang ada di laboratorium. Pemuda itu sengaja ingin mendramatisir keadaan agar Himawari mau bertanggung jawab.
"M–ma–af. A–ku ... tidak sengaja," balas Himawari dengan lirih.
Tubuh Himawari bergetar hebat dan berkeringat dingin. Pikirannya sudah membayangkan kalau dia akan mendapatkan hukuman yang menyakitkan dari Kenzo. Harapan bisa menjalani kehidupan sekolah yang menyenangkan berakhir sudah.
"Maaf? Mudah sekali kamu bicara seperti itu. Kalau hanya cukup dengan kata maaf saja, maka tidak akan ada keadilan untuk korban," ujar Kenzo.
__ADS_1
Bola mata Himawari bergerak ke sana kemari meminta bantuan siapa saja. Namun, tidak ada seorang pun yang mau membantunya, mereka hanya menonton saja. Hinata yang pergi ke toilet sudah lama dan belum juga kembali.
'Kumohon, siapa saja tolong aku!' batin Himawari sambil memejamkan mata.
"Kamu harus mau menjadi pelayan aku jika ingin kehidupan sekolahmu di sini berjalan dengan tenang. Jika kamu menolak, maka ... bersiap-siaplah, neraka kehidupan sekolah akan terus membayangi dirimu di mana pun kamu berada," bisik Kenzo tetap di telinga Himawari.
Napas Himawari tertahan saking takut dan sangat shock. Jantung dia bertalu-talu dengan kencang seakan mau keluar dari tempatnya. Tubuh gadis itu masih bergetar dan hampir limbung jika tidak ditahan oleh Kenzo.
"Bagaimana?" tanya Kenzo dengan tatapan nakal.
Himawari tanpa sadar menganggukan kepala. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi.
"Bagus. Mulai sekarang kamu adalah pelayan pribadi Kenzo!" Kenzo mengusap kepala Himawari. Dalam hati pemuda itu bersorak senang.
"Mau kamu apain murid ini?" tanya Ren yang mendatangi Kenzo dan Himawari.
"Dengarkan semuanya!" teriak Kenzo dan menarik semua perhatian orang yang ada di kantin.
"Kenalkan murid ini adalah Himawari. Dia adalah orang aku. Jadi, jangan ada yang berani berbuat macam kepadanya, ya! Jika kalian memergoki Himawari melakukan pengkhianatan terhadap diriku, maka kalian harus melaporkan langsung kepadaku, biar aku yang memberikan hukuman," lanjut Kenzo dan membuat orang di sana berbisik-bisik.
Hinata yang baru saja kembali dari toilet langsung shock saat mendengar ucapan Kenzo. Dia takut kalau temannya itu kenapa-kenapa. Dia pun langsung berlari lalu memeluk tubuh Himawari.
"Kamu tidak apa-apakan?" tanya Hinata sambil menelisik dan memeriksa seluruh anggota badan Himawari.
__ADS_1
Kenzo dan Ren saling beradu pandang. Sang wakil ketua tidak tahu apa yang sudah terjadi kepada ketuanya ini. Kenapa seorang murid perempuan yang terlihat ketakutan itu bisa berurusan dengannya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Ren penasaran.
"Sudah aku bilang kalau sekarang aku punya pelayan pribadi," jawab Kenzo
Pemuda itu dengan santai lalu menggandeng tangan Himawari hendak maju menerobos antrian. Namun, baru saja dia menggenggam tangan lembut gadis itu, tubuhnya terasa tersengat listrik. Selain itu lagi-lagi detak jantungnya berdebar-debar.
'Ada apa denganku? Kenapa setiap aku menyentuh gadis ini reaksi tubuh ini menjadi aneh?' batin Kenzo dengan menatap tangannya.
***
Kabar berita Himawari yang merupakan orangnya Kenzo, sudah diketahui oleh banyak penghuni sekolah. Banyak yang tadinya tidak tahu dan tidak mengenal sosok Himawari, kini semua tahu akan keberadaan gadis itu.
Banyak kabar selentingan kalau Himawari adalah tunangan Kenzo, tetapi sang ketua tidak mau dijodohkan dan tidak ada cinta di antara keduanya. Ada juga rumor yang beredar kalau kedua orang tua Himawari punya banyak hutang kepada keluarga Kenzo, sehingga Himawari harus mau menjadi kacungnya.
"Mulai besok, kamu harus membuatkan aku sarapan dan bekal makan siang!" titah Kenzo.
Himawari tidak berani membantah. Meski tidak begitu yakin kalau masakannya akan cocok di lidah pemuda itu atau tidak.
***
Akankah kehidupan Himawari mengalami perubahan setelah kenal Kenzo? Ikuti terus kisah mereka, ya!
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like komentar, dan nonton iklan.