
"insyaallah bah,saya akan menjaga clara sebaik mungkin,abah tidak perlu khawatir,abah fokus saja pada pengobatan abah,"ucap Farel
"maaf,karna semua sudah selesai,kalau begitu saya permisi dulu,besok jangan lupa untuk mengurus surat surat pernikahannya,"ujar pak penghulu pamit
"iya pak terimakasih besok akan saya urus semua,"jawab farel
"mari semua,assalamualakum"
"waalaikumsalam"
"sekarang abah jadi lega walaupun abah harus pergi selamanya,"ujar abah setelah kepergian pak penghulu
"abah gak boleh bicara gitu,aku yakin abah kuat dan pasti sembuh,abah gak usah mikirin clara lagi,abah pokoknya harus sembuh"ucap clara di samping abah
__ADS_1
"iya,abah akan berusaha untuk sembuh,lagian abah masih ingin nimang cucu dari anak abah yang cantik ini,"ucap abah merayu clara,
Clara dan Farel jadi saling pandang dan terbatuk batuk seperti orang keselek karna mendengar ucapan abah,
"ya sudah lebih baik sekarang semua istirahat dulu,besok abah juga harus bersiap siap untuk berengkat,Clara lebih baik kamu pulang dulu,ganti baju lalu istirahat ya,kamu pasti capek kan dari pagi disini,"ujar umi,
"iya lebih baik kamu pulang dulu istirahat,besok pagi baru kesini lagi"ucap abah
"ya sudah kalau begitu,farel bawa clara pulang ya,"ucap abah pada farel,
"iya baik bah,"ucap farel menurut,lalu keluar di iringi oleh clara di belakangnya.
Selama perjalan pulang hanya bunyi kendaraan yang masih berlalu lalang di jalanan mengisi keheningan antara Farel dan Clara,sebenarnya clara merasa sangat canggung,tapi mau gimana lagi semua sudah terjadi,mau tidak mau sekarang dia adalah istri dari farel.
__ADS_1
Berbeda dengan farel,jika tadi siang dia merasa canggung berboncengan dengan clara,sekarang dia merasa lega walau harus bonceng berduaan bahkan menempel dengan clara,karna bagaimanapun clara sudah sah menjadi istrinya.
Saat sibuk dengan pikiran masing masing,tak terasa mereka sudah sampai di depan gerbang yang langsung di bukakan oleh pak satpam,setelah turun dari motor,farel bingung harus tinggal atau pulang,clara seakan mengerti dengan kebingungan farel pun menawarkannya untuk tetap tinggal dengan alasan sudah terlalu larut,mengingat farel juga adalah suaminya.
"Kamu nginep aja di sini,kamu pasti capek kan dari pagi gak istirahat,lagian ini sudah larut banget kasian,rumah kamu kan juga gak deket dari sini,lagian bibi juga sudah tahu kalau kita..."ujar clara menggantung ucapannya
"baiklah jika tidak ada masalah,"ucap farel langsung
"ya sudah ayo masuk"ujar clara lagi lalu masuk bersama farel,dan ternyata di dalam rumah bibi sudah menyiapkan makan malam,mungkin umi sudah menghubunginya tadi,
"eh non clara dan mas farel sudah sampai,ini saya dapat amanah dari umi,kalau non clara dan mas farel sudah sampai,di suruh sarapan dulu,"ujar bibi setelah menyadari kedatangan clara dan farel lalu mereka langsung menuju meja makan karna memang clara sudah merasakan lapar sejak dari perjalan pulang tadi,begitupun dengan farel.
Clara mulai sarapan dengan perasaan yang masih canggung,meskipun dulu pernah sarapan satu meja makan dengan farel,tetapi beda dengan sekarang,mungkin karna hanya berdua atau memang karna sudah menjadi suami istri.
__ADS_1