Jadikan Aku Makmummu

Jadikan Aku Makmummu
35


__ADS_3

Selama di perjalanan clara hanya menatap jalanan yang masih tidak terlalu ramai sehingga memudahkannya untuk sampai lebih cepat ke rumah sakit,sedangkan pikirannya masih memikirkan tentang abahnya dan juga statusnya sekarang yang sebagai istri,entah apa yang akan dia lakukan sebagai seorang istri,karena clara memang belum ada persiapan untuk semua ini sehingga membuatnya jadi kesulitan dalam menjalankannya,dan dia berpikir akan bertanya pada uminya saat sampai di rumah sakit.


"jangan terlalu banyak pikiran,entar yang ada jadi stres lagi"ujar farel membuyarkan lamunan clara


"a....mmm....nggak kok siapa yang banyak pikiran"jawab clara gugup dan tak terasa ternyata mobilnya sudah ada di parkiran rumah sakit


"sudah sampai ayo turun,"ujar farel saat mobil sudah di parkirkan,


"mm..iya".


Clara dan farel memasuki rumah sakit beriringan menuju kamar abahnya,clara memasang wajah senatural mungkin agar kelihatan tidak lagi banyak pikiran,


"assalamualaikum"ucap farel saat membuka pintu ruangan dengan clara,dan di dalam umi sedang mempersiapkan semua yang di perlukan selama perjalanan,

__ADS_1


"waalaikumsalam,eh sudah sampai,pagi sekali"ujar umi


"iya mi,ini clara juga sudah bawa sarapan,ayo kita makan bersama"


"iya iya ayo sebelum abah berangkat,abah memang juga ingin makan makanan rumah"ujar abah yang lebih segar dari kemarin.


Clara dan umi menyiapkan makanan,sedangkan abah dan farel membahas tentang semua pekerjaan yang di tinggalkan abah di kantor,abah juga sudah memberi tahu kaki tangannya bahwa farel yang akan menggantikannya,abah menyuruh kaki tangannya untuk memberitahukan pada staf yang lain bahwa farel adalah CEO baru di perusahaannya,abah juga sudah mengirimkan foto farel agar mereka langsung mengetahui sosok farel.


Setelah selesai menyiapkan semua makanan mereka semua makan bersama,clara hanya menatap abah dan farel yang berbincang hangat dan terlihat sangat bahagia,tetapi seketika clara berpikir tentang orang tua farel yang tidak dia ketahui,dia berpikir apakah orang tua farel tahu tentang pernikahannya,kenapa kemarin tidak hadir saat melakukan akad nikah,ataukah orangtuanya tidak setuju terhadap pernikahan clara dan farel,pikiran clara terus menerka nerka tentang orang tua farel tapi seketika lamunan clara dibuyarkan oleh umi yang sudah menyelesaikan sarapannya.


"eh iya mi sudah kok,biar clara bantu beresin mi"


"habis ini temenin umi sebentar ya kedepan,ada yang mau umi beli sebelum berangkat"

__ADS_1


"mm iya mi,clara juga ada yang mau di tanyakan"ucap clara mengingat akan bertanya seputar menjadi seorang istri.


Clara dan umi pergi ke sebuah supermarket di depan rumah sakit,sementara abah dan farel masih membicarakan soal pekerjaannya.


"Umi sebenarnya clara belum siap jadi seorang istri,clara masih belum paham betul bagaimana menjadi seorang istri"ujar clara selama perjalanan menuju supermarket


"iya umi ngerti,kamu cukup dengarkan saja apa kata suami kamu,jangan pernah membantahnya,turuti semua yang di perintahkan selama itu tidak melenceng pada agama,kamu cukup melayani suami kamu dengan baik ya"


"me..melayani gimana mi"ucap clara gugup mendengar kata melayani


"hhhhh...ya melayani suami kamu,melayani pakaiannya,makannya,pokoknya semuanya deh"ucap umi sambil tersenyum


"ooh kalau itu kan sudah ada bi minah mi,jadi aku gak perlu repot repot nyiapain makanan untuk dia"

__ADS_1


"tapi jika kamu sendiri yang melayani itu lebih baik,kamu akan dapat pahala yang banyak,kamu akan jadi istri yang sholeha jika melayani suami dengan baik dan juga tidak pernah membantah suami,jadilah istri yang baik untuk suamimu ya"


"mm iya mi,clara akan berusaha jadi istri yang baik"ujar clara lalu mereka membeli barang yang akan di beli setelah sampai di supermarket.


__ADS_2