
setelah dari rumah sakit lingga pulang ke kontrakan mereka,lingga masih berharap kalau mutiara ada di rumah kontrakan mereka.
lingga terburu-buru membuka pintu kontrakan nya,namun terkunci,tidak lama datang tetangga nya yang bernama ibu sri memberikan kunci dan sebuah amplop.
"nak lingga ini neng mutia menitipkan kunci dan amplop ini" ucap bu sri tetangga depan kontrakan nya.
"terima kasih bu"ucap lingga pada bu sri
lingga pun membuka pintu kontrakan yang beberap bulan ini mereka tempati.
wangi aroma farpum khas mutiara masih sangat kentara di ruangan itu,lingga pun masuk ke dapur membuka kulkas yang terakhir kali mutiara menyimpan belanjaan nya.semua makanan dan susu hamil milik mutiara masih utuh,lingga mengambil kotak susu yang masih utuh itu betapa hancur dan sakit nya hati lingga mengingat bahwa dia penyebab kepergian anak mereka.
"maafkan papa nak,papa sudah melenyapkan mu,padahal kamu tidak bersalah,yang salah papa nak,papa juga telah menyakiti bunda mu...tolong katakan pada bunda mu kembalilah papa sangat merindukan nya" lingga berbicara sendiri pada anak nya telah telah tiada.bahakan lingga menangis tersedu-sedu sendiri.
beralih ke kamar lingga semakin melihat boneka-boneka pemberian nya.lingga naik ke atas ranjang mereka dan menciumi aroma mutiara.lingga larut dalam penyesalan nya.hingga tanpa terasa lingga tertidur..
lingga bangun di pagi hari dengan mata sembab,dia pun ingat dengan amplop pemberian bu sri yang belum dia buka,lingga pun membuka amplop itu.
__ADS_1
"selamat tinggal,aku hanya berdoa semoga kamu bahagia dengan pasangan mu..apa pun alasan mu maaf aku tidak bisa menerima nya.relakan dan lepaskan aku seperti aku merelakan kamu dan dia..cinta kita tidak salah yang salah adalah dari awal tak ada restu"isi surat mutiara untuk lingga.
lingga meremas surat itu dan membuang nya.
"aku sangat mencintai mu mutia,sampai kapan pun kamu tidak akan tergantikan di hatiku,kamu adalah cinta pertama dan terakhir ku,aku tidak akan merelakan dan melepaskan mu sampai kapan pun." lingga berbicara sendiri penuh emosi
beberapa minggu sudah lingga terus mencari keberadaan istri nya,bahkan dia sama sekali tidak pernah pulang ke rumah istri kedua nya,
salwa selalu menelpon lingga menanyakan kapan dia akan pulang.
tokk.tokk...
"oh...saya titip surat ini ya bu" ucap pengantar surat pada bu sri.
"oh..iya sini biar nanti saya sampaikan" ucap bu sri.
betapa kaget nya bu sri melihat surat tersebut tertera surat panggilan dari pengadilan agama.
__ADS_1
"apa mungkin mereka akan berpisah"bu sri sangat menyayangkan hal itu.karena menurut nya lingga dan mutiara adalah pasangan yang serasi,dan pantas aaja sudah beberapa minggu ini bu sri tidak melihat mutiara.
"nak lingga..ini tadi ada tukang pos mengantarkan surat ini" ucap bu sri sambil menyerahkan surat tersebut.
degg...
lingga merasa hati nya di tusuk sembilu saat menerima surat dari pengadilan agama.
lingga masuk ke dalam rumah kontrakan nya dan membuka surat tersebut,benar saja surat itu panggilan dari pengadilan,sungguh dia tidak mau bercerai dengan mutiara hati nya....
bersambung.....
dukungan nya...
like..
komen...
__ADS_1
klik favorit...