
hari ini ibu lingga berencana mengantarkan makan siang pada anak dan suami nya,tapi sebelum kantor suami nya,ibu lingga ingin sekali menemui intan.sudah seminggu ini rasa nya wajah imut intan selalu terbayang.ibu lingga pun akan menemui intan di sekolah nya,karena lingga telah memberi tahu lokasi sekolah intan.
turun dari mobil dengan menenteng paperbag berisi brownis dan makanan lain nya.ibu lingga menunggu intan di depan gerbang sekolah.tidak lama anak-anak bubar untuk pulang.melihat intan yang tengah berjalan sendiri.ibu lingga menghampiri nya.
"hai...cantik" sapa ibu lingga lembut.
"oma...apa kabar" tanya intan dengan wajah berbinar.
"oma kangen...kenapa tidak pernah mengunjungi oma yang kesepian ini" ucap ibu lingga mendrama.
"maaf...oma" ucap nya sedih.
"tidak apa-apa sayang..oma bawakan brownis lagi"
"terima kasih oma" ucap nya.
dari kejauhan mama mutiara memperhatikan intan tengah mengobrol dengan seorang wanita seumuran dengan nya.mama mutiara takut itu culik.dia segera turun dari mobil nya dan segera menghampiri intan.
"intan.." panggil mama mutiara.
"ka..kamu" ucap ibu lingga sambil menunjuk ke arah mama mutiara.
"oma...ini loh oma yang intan ceritakan,yang sering memberikan brownis itu" ucap intan polos.
"intan sayang..intan masuk dulu ke mobil ya" bujuk mama mutiara karena dia tidak mau intan mendengar obrolan mereka.
"baik oma sayang..."ucap intan. "oma terima kasih brownis nya" ucap intan pada ibu lingga.
"sama-sama sayang" balas nya sambil tersenyum ke arah intan.
intan pun naik ke dalam mobil di sambut pak slamet..
"terima kasih karena sudah baik pada cucu ku,tapi tolong mulai sekarang jauhi dia.keluarga kita bukankah musuh bebuyutan" ucap mama mutiara tegas.
"bukankah dia juga cucu ku"ucap ibu lingga tak kalah tegas
__ADS_1
"hah...itu hanya dugaan mu,mutiara cucu ku..ayah nya berada di australia" ucap nya tenang.padahal hati nya bergemuruh.
"aku yakin dia cucu ku..selama ini kalian menyembunyikan kebenaran nya kan" ucap ibu lingga emosi.
"terserah...jauhi cucu ku atau aku akan mengungkap kasus penyekapan mutiara oleh anak mu" ucap mama mutiara tegas.sambil berlalu pergi meninggalkan ibu lingga yang menangis.
mobil yang di naiki oleh mama mutiara dan intan telah pergi,namun ibu lingga masih diam di tempat nya.
"intan sayang..apa intan sayang sama oma dan bunda" tanya mama mutiara.
"iya dong oma..." jawab intan.
"oma sedih loh lihat intan deket sama oma yang lain,bunda juga pasti sedih kalau tahu intan deket sama oma yang lain" ucap mama mutiara mendrama.karena intan sangat menyayangi oma,terutama bunda nya.
"hmmm...baiklah oma,intan akan menjauhi oma yang tadi tapi oma jangan sedih ya" ucap nya sambil menghapus air mata oma nya.
sampaila mereka di rumah.intan langsung di urus oleh babysitter nya.sedangkan mama mutiara langsung menemui mutiara yang sedang di ruang kerja nya.
akhir nya mama mutiara menceritakan semua nya.betapa terkejut nya mutiara mendengar cerita mama nya,berati selama ini intan telah bertemu dengan ayah kandung nya.
setelah kejadian tempo hari lingga semakin sulit menemui intan.walau lingga sudah memohon kepada piihak sekolah namun mereka tidak berani memberi izin karena mereka sudah di wanti-wanti oleh pihak keluarga intan.
setiap hari lingga menunggu intan di dekat sekolah nya.
"ini sapu tangan mu...tolong pergi dari sini dan jauhi putri ku" ucap mutiara tegas.
deg...sungguh suara itu saat lingga rindukan.
"mut...mutiara" ucap nya gugup.
"apa kamu tidak lelah menunggu seseorang di sini..tolong lingga cukup sudah kamu membuat ku takut,sekarang aku bukan mutiara yang lemah seperti dulu lagi.tolong hentikan segala kegilaan mu" ucap mutiara.
lingga menatap lekat wajah wanita yang masih sangat di cintai nya.wajah yang semakin cantik dan dewasa.tubuh yang semakin berisi walau tertutup baju syar'i nya.
"tapi intan putri ku kan" tanya lingga.
__ADS_1
"hah...kenapa kamu bisa punya fikiran kesana" ucap mutiara dengan sinis.
"apa intan hasil perbuatan ku di villa waktu itu" ucap lingga tanpa malu
"dasar gila" ucap mutiara.
"ya...benar aku gila..bahkan aku mengalami depresi karena kehilangan mu" ucap lingga.
"terserah itu masalah mu...tapi tolong jauhi kami..kami sekarang sudah tenang dan bahagia." ucap mutiara.
"apa intan tidak berhak mendapatkan kasih sayang ku.dia tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa..tolonglah maafkan aku,setidak nya izinkan aku menyayangi nya.aku tahu kesalahan ku amatlah tak termaafkan tapi tolong aku,setidak nya dengan kehadiran intan aku memiliki alasan untuk melanjutkan hidupku..selama ini aku terus mencari kalian.aku tidak berharap bisa kembali dengan mu,walau hati ku tidak bisa berbohong aku masih sangat mencintai mu.tapi izinkan aku ikut membesarkan dan memberikan kasih sayang ku untuk intan." ucap lingga lirih.
mutiara tidak menjawab,dia ingin pergi meninggalkan lingga.namun dengan cepat lingga menggendong mutiara dan segera memasukan nya kedalam mobil nya.dan mengunci semua mobil.
"gila kamu lingga.apa kamu akan menculik ku seperti dulu lagi" ucap mutiara.
lingga mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"berhenti lingga.aku tidak mau mati..anak ku masih kecil" ucap mutiara.
"biarkan kita mati bersama mutiara,aku pun tidak ada guna nya untuk hidup,tidak ada alasan untuk ku hidup lebih lama lagi mutiara.bahkan kamu wanita yang sangat aku cintai tidak pernah menganggap ku" ucap nya emosi.
mutiara terus beristigfar dan terus melafadzkan asma-asma allah.hingga lingga pun tersadar dan menghentikan mobil nya.
"maafkan aku mutiara..aku selalu tidak bisa mengontrol emosi ku" ucap lingga.
mutiara tidak menjawab dan hanya diam saja.mencoba meredam rasa takut di hati nya.
"kita kembali ke sekolah intan.takut intan mencari mu,tapi tolong berikan aku nomor whataaps mu.agar saat aku merindukan intan,aku bisa menghubungi mu" ucap lingga.
mutiara tidak ingin berdebat dan membuat lingga lepas kontrol lagi.akhir nya mutiara memberikan nomor telepon nya..
lingga menurunkan mutiara di depan sekolah intan.
"sekali lagi maafkan aku mutia..semenjak perpisahan kita aku mengalami depresi,dan bahkan hampir gila..tidak mudah bagi ku saat harua kehilangan mu," ucap lingga.
__ADS_1
mutiara hanya diam tidak menjawab lingga,yang mutiara inginkan sekarang bertemu dengan putri nya dan segera pulang