
menjalani kehidupan berumah tangga bukan semudah membalikan telapak tangan ditambah umur mereka yang masih muda dan pola fikir yang belum matang.
setelah semua fasilitas di tarik oleh orang tua masing-masing mereka hidup sangat sederhana,sekarang tidak ada lagi uang jajan yang masuk ke dalam Atm mereka,sekarang mereka berdua benar-benar hidup mandiri dengan hanya mengandalkan uang hasil lingga bekerja.sudah bisa makan pun mereka sangat bersyukur.
entah mengapa hari ini mutiara begitu menginginkan seblak di depan komplek,mutiara pun berjalan kaki ke depan komplek,mungkin mutiara fikir hanya ke depan komplek dan tidak akan lama mutiara mengunci pintu rumah nya,namun saat ke depan tukang seblak tersebut sedang rame pembeli,akhir nya mutiara ikut mengantri.
"bu..masih lama ya" tanya mutiara,mendadak perasaan nya jadi gusar tidak tenang.
"ini neng lagi di bikinin" jawab si ibu tukang seblak.
setelah mendapatkan pesanan nya mutiara pulang dengan berjalan kaki,namun tiba-tiba ada motor matic berhenti.ternyata itu suami nya
"dari mana sayang" tanya lingga
"abis beli seblak" jawab mutiara.
"ayo naik..cuaca cukup sangat terik." ajak lingga.
mutiara pun naik ke motor suaminya,ya dika menjual motor mahal kesayangan nya dan dia hanya mampu membeli motor matic bekas itu asal bisa di pakai untuk kemana-kemana.
__ADS_1
sampailah mereka di rumah kontrakan mereka,namun lingga sangat kaget saat membuka pintu.ternyata tidak di kunci.
"kamu gak kunci pintu saat tadi keluar" tanya lingga..
mutiara hanya menggelengkan kepala.
betapa kaget lingga saat masuk ke dalam rumah kontrakan mereka seperti kapal pecah.
"apa kamu tidak beres-beres rumah mutia" tanya lingga dengan sedikit marah
"enak aja..ya aku beres-bereslah" jawab mutiara dengan marah.
"astagfirullah..."mutiara kaget.
lingga curiga dan langsung teringat kota perhiasan yang di berikan ibu nya dan dia menyimpan nya rencana untuk melahirkan mutiara nanti.
lingga berlari ke dalam kamar mereka,benar saja kamar mereka pun tidak kalah acak-acakan.lingga langsung tertuju pada lemari tempat penyimpanan kotak perhiasan tersebut
benar saja perhiasan itu raib di ambil pencuri di siang bolong.
__ADS_1
"perhiasan dari ibu hilang..kamu benar-benar ceroboh dan bodoh,kenapa saat keluar rumah kamu tidak mengunci pintu dulu" bentak lingga.padahal dulu saat berpacaran lingga tidak pernah sekali pun membentak mutiara.
"a..aku"
"perhiasan itu aku simpan untuk persiapan kamu melahirkan nanti,kita mau mengandalkan dari mana?" bentak lingga lagi.
mutiara hanya bisa menangis.bahkan lingga tidak memberi kesempatan untuk menjawab.
"menangis..menangis hanya itu yang kamu bisa,kamu tahu aku pusing dengan kehidupan kita sekarang," ucap lingga.
"ya..benar kamu fikir hanya kamu saja yang bingung memikirkan kehidupan kita sekarang,kamu bilang kita hadapi bersama,tapi apa nyata nya,kamu sendiri yang memutuskan untuk aku hamil,masa depan ku hancur,aku terusir dari keluarga ku.kamu fikir aku tidak pusing hah" mutiara pun tak kalah emosi.
"berani kamu melawan ku.."bentak lingga dan dengan tangan yang akan menampar mutiara.namun tertahan di udara.
"ayo tampar aku" mutiara menantang lingga.
lingga keluar dari rumah dan pergi meninggalkan mutiara sendiri..
mutiara pun menangis sejadi-jadi nya dan menyesali segala kebodohan nya karena terlena dengan cinta nya pada lingga
__ADS_1
bersambung....