
sesampai nya di rumah mutiara langsung ke ruang bekerja nya dan intan di urus oleh babysitter nya .
"sus..tolong ajak intan belajar setelah makan,saya sedang banyak kerjaan" perintah mutiara pada pengasuh intan.
"baik bu..." jawab suster.
mutiara pun kembali ke ruang kerja.melamun di sana dan mencerna setiap ucapan yang tadi keluar dari mulut mantan suami nya.
mutiara bahkan mengambaikan panggilan yang sejak tadi terus berbunyi.hingga dia pun mengangkat nya.
mutiara melihat layar telepon genggam nya.tertera nomor tanpa nama.
"ya hallo..." sapa nya malas.
"waalaikum salam" jawab seorang laki-laki di seberang sana.
"assalsmualaikum...siapa ya" tanya mutiara malas.
"aku papa nya intan." jawab lingga penuh percaya diri.
"mengapa anda begitu yakin..kalau putri ku adalah anak anda"
"kamu lihat saja..barusan aku mengirimkan pesan" ucap lingga.
mutiara pun menutup telepon nya.dan segera membuka pesan yang lingga kirimkan.ternyata pesan tersebut berisikan foto hasil Dna lingga dan intan.
diam-diam lingga melakukakan test DNA terhadap intan.karena dia melihat nama nama pada seragam intan.tertulis "intania papramana putri".lingga mencurigai kalau intan memiliki nama itu dari keluarga mutiara.ternyata benar saja.
mutiara sudah lelah.dia tidak menanggapi nya.mutiara melemparkan telepon nya ke atas meja kerja nya.namun tidak terlalu keras melempar nya.
seharian ini mutiara hanya melamun di ruang kerja nya.
tokk..tok...
__ADS_1
"bu...di panggil papa nya ibu" suara mba encum memanggil nya.
"iya mba.." jawab mutiara.sambil membuka pintu dan segera menghampiri papa nya.
mutiara berjalan menuju ruang tamu.betapa terkejut nya mutiara di sana sudah ada kedua orang tua lingga dan juga lingga.
"ada apa ini pah" tanya mutiara bingung.
"lebih baik kamu duduk dulu nak...kita bicarakan semua dengan kepala dingin" ucap papa mutiara.
mutiara pun menurut dengan ucapan papa nya,sementara mama mutiara seperti mutiara seolah tidak menerima kehadiran keluarga lingga.
saat akan memulai obrolan tiba-tiba intan datang dengan membawa buku gambar dan pinsil gambar nya.
"bunda...bunda...ayo kita menggambara seperti kemarin lagi" ajak intan "eh...ada om sama oma dan opa" sapa intan.
"nanti ya sayang bunda ada tamu..sekarang intan sama suster dulu ya." bujuk mutiara.
"baik bunda...tapi setelah ini kita jalan-jalan ya" ajak intan.
mutiara menyorot tajam ke arah lingga.
"maksud om itu apa bun" tanya intan bingung.
tanpa banyak bicara mutiara membawa intan ke kamar nya dan menitipkan pada suster pengasuh intan.
setelah itu dia kembali lagi ke ruang tamu.
"maksud kamu apa lingga berkata seperti itu pada putri ku,dia masih kecil belum mengerti permasalahan kita."ucap mutiara tegas di depan semua nya.
"itu kenyataan mutia.intan juga adalah putri ku,dia berhak mendapatkan kasih sayang ku" ucap lingga tak kalah tegas.
"tapi tidak langsung seperti ini,pelan-pelan kamu dekati dia dan memberi nya pengertian" ucap mutiara dengan emosi.
__ADS_1
"sampai kapan mutia...sedangkan kamu selalu menutupi kebenaran nya." ucap lingga.
"untuk apa kalian kesini.hidup ku sudah tenang tanpa kalian,aku bahagia bersama putri ku.ingat kamu lingga bagaimana perlakuan mu pada ku,bagaimana kamu meninggalkan ku saat aku sedang terpuruk di saat aku keguguran anak pertama ku,ingat kamu penyebab kepergian anak pertama ku,dan kalian masih pantas menginginkan intan sedangkan kalian tidak pernah menganggap kami ada.bahkan dengan tega membiarkan ku yang sekarat di rumah sakit dan malah menikah kan anak mu dengan wanita pilihan kalian" ucap mutiara emosi sambil menunjuk ke arah orang tua lingga dan lingga bergantian.
"maafkan kami nak...kami tahu kami salah..izinkan kami memperbaiki nya" ucap ayah lingga.
"dan papa..kenapa papa jadi lemah begini,bukankah mereka ini adalah musuh keluarga kita" ucap mutiara.
"dengarkan papa nak..mereka kesini ingin meluruskan kesalah pahaman keluarga kita yang sudah berpuluh-puluh tahun "ucap papa mutiara.
"itu urusan papa dan ayah lingga.jangan sangkut pautkan dengan ku" ucap mutiara pada papa nya. "dan kamu lingga.intan adalah putri ku,"ucap mutiara sambil menunjuk ke arah lingga.
"intan tidak akan hadir di dunia ini kalau bukan karena aku" ucap lingga datar sambil menatap wajah cantik yang tengah emosi.
"iya...hasil kebejatan mu" ucap mutiara. "silahkan kalian lanjutkan urusan kalian aku akan beristirahata" ucap mutiara.
namun saat mutiara akan melangkahkan kaki nya,tiba-tiba ibu lingga memeluk mutiara sambil menangis.
"terima kasih karena sudah melahirkan intan kedunia ini..maafkan ibu nak..ibu mohon izinkan ibu menyayangi intan,kamu pantas marah dan membenci kami,karena perlakuan kami dulu terhadap mu,bahkan ibu tahu bagaimana susah nya kamu saat mengandung intan.ibu tau semua nya dari emak mirna.selama kamu bersama emak mirna ibu tau nak..karena ibu lah yang menyuruh emak mirna menyembunyikan mu.namun ibu kehilangan jejak mu saat kamu akan melahirkan." ucap ibu lingga.sambil menangis.
mutiara tampak kaget mendengar apa yang dikatakan ibu lingga.
flashback on....
"bu...wanita yang cep lingga sekap ada bersama saya,seperti nya dia sangat ketakutan" ucap emak mirna lewat sambungan telepon nya
"titip dia emak..sembunyika dari lingga." ucap ibu lingga.
selama mutiara di persembunyian ibu lingga lah yang menjamin kehidupan mutiara.
suatu hari emak mirna kembali menelpon nya dan mengatakan mutiara pagi tadi muntah-muntah terus.lalu ibu lingga memerintahkan emak mirna mencari bidan untuk memeriksa mutiara.benar saja mutiara tengah mengandung cucu nya.betapa bahagia ibu lingga mendengar kabar kehamilan mutiara.namun ibu lingga pu sedih saat mendengar mutiara selalu murung dan bersedih.hingga mutiara di ungsikan ke pesantren menantu emak mirna.dan di sanalah ibu lingga mulai kehilangan jejak mutiara.karena mutiara di bawa kembali oleh keluarga nya.
flashback off.
__ADS_1
bersambung....