
"terima kasih untuk waktu nya mutia,salam untuk intan" ucap lingga.sungguh jantung lingga berdegup dengan kencang kala melihat senyuman mutiara.senyuman yang sudah lama sangat dia rindukan.
"mutiara" panggil lingga.
mutiara kembali menoleh.
"terima kasih telah melahirkan intan dan mempertahankan nya,maafkan kesalahan ku" ucap lingga dengan tatapan sendu.
"iya..." hanya itu jawaban mutiara.
mutiara turun dari mobil lingga dan segera masuk ke dalam rumah.sedangkan lingga masih tetap tidak beranjak.dia terus menatap lurus ke arah rumah mutiara.
suara petir menggelegar,hujan deras pun turun..namun lingga seolah menikmati tiap butiran air hujan yang turun ke bumi.membasahi hati nya galau..
mutiara melihat mobil lingga yang belum beranjak dari tempat nya.mutiara pun sebenar nya merasakan apa yang lingga rasakan.
namun mutiara membentengi hati nya agar tak terluka lagi.
"bunda...itu seperti mobil om lingga ya" tanya intan.yang masih belum tidur.
"kasihan bun..kasih selimut..mungkin om lingga kedinginan" ucap intan.
mutiara pun mengambil selimut baru di dalam lemari nya dan segera turun ke bawah.dengan menggunakan payung nya.
tok..tok..
mutiara mengetuk kaca mobil lingga.
"kenapa kamu belum pulang..ini intan menyuruh ku memberikan selimut" ucap mutiara
"terima kasih" ucap lingga.
"pulanglah..." titah mutiara.
__ADS_1
"tapi aku tidak bisa jauh dari kalian.cukup sudah perpisahan kita,aku ingin kita membina kembali rumah tangga kita yang sempat karam..tolong beri aku kesempatan" ucap lingga memohon.
"pulanglah.." lagi-lagi hanya itu yang keluar dari mulut mutiara..
mutiara pun kembali masuk ke dalam rumah nya.dan segera masuk ke dalam kamar nya.melihat intan yang telah terlelap tidur.
di dalam kamar mutiara menangis.tidak bisa di pungkiri di dalam hati nya masih terukir indah nama lingga.namun hati nya pun tidak bisa berbohong hati teramat terluka dengan apa yang pernah lingga lakukan dan keluarga nya lakukan.
********
suara adzan subuh berkumandang,mutiara pun terbangun untuk melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslim.
setelah selesai melaksanakan shalat subuh nya.mutiara kembali melihat lingga dari kaca kamar nya.mobil lingga masih setia terparkir depan rumah nya.
mutiara pun berinisiatif menyuruh pembantu nya untuk membangunkan lingga dan menyuruh nya masuk kedalam rumah,agar bisa membersihkan diri nya dan melaksanakan dua rakaat nya.
tok...tok...
lingga pun terbangun dan melihat pembantu keluarga mutiara tengah berdiri di samping mobil nya.lingga pun membuka kaca mobil nya.
betapa senang nya hati lingga mendengar ucapan pembantu keluarga mutiara.
tanpa banyak berfikir lagi.lingga segera turun dan masuk ke dalam rumah mutiara.
di dalam mutiara tampak sudah rapi dengan baju rumahan dan kerudung instan nya.namun tetap cantik dan semakin dewasa
"gunakanlah kamar mandi mushola dan tunaikanlah dua rakaat mu" ucap mutiara datar.
lingga tertegun mendengar ucapan mutiara.sungguh mutiara sudah banyak berubah.bahkan dia lebih agamis.
"tapi....hmmm...aku sudah lama tidak pernah sholat" ucap lingga malu.karena itulah kenyataan nya.
"nanti di mushola ada papah dan para pekerja rumah ini yang akan shalat berjamaah" ucap mutiara.
__ADS_1
mutiara memberikan sarung yang masih baru.
lingga pun menerima nya.
"kamu tidak ikut berjamaah" tanya lingga.
"aku sudah tadi di kamar" jawab mutiara.
lingga pun membersihkan diri nya dan mengambil wudlu.
saat mendengar lantunan ayat suci al-quran yang papa mutiara lantunkan membuat hati lingga terasa tenang dan kedamaian.bahkan tanpa terasa lingga pun meneteskan air mata nya.mengingat segala dosa yang pernah dia perbuat.termasuk dosa pernah melakukan kebejatan terhadap mutiara.hingga menorehkan luka dalam di hati mantam istri nya.
hingga hati lingga bertekad untuk memperbaiki diri nya.mungkin dengan mendekatkan diri kepada-Nya hati lingga akan tenang.
selesai bersembahyang lingga berencana pulang,namun dimeja makan tampak intan sudah duduk dengan manis.
"papah...."ucap gadis kecil nya.semalam mutiara telah memberi tahu intan.bahwa lingga adalah papa nya.dan meminta intan untuk memanggil nya papa.
deg...
sungguh kata itu yang selama ini sangat ingin dia dengar.
"ayo pah..kita sarapan..bunda sudah siapkan" ajak intan dengan polos.
lingga tampak bingung.namun papa mutiara menepuk punggung "ayo..nak lingga tidak usah sungkan mari kita sarapan bersama" ajak papa mutiara.
lingga pun duduk di samping putri nya.mutiara pun menyiapkan sarapan untuk anak dan mantan suami nya.
"seperti inikah bila kita bisa kembali bersama" lingga berbicara di dalam hati nya.
mereka semua sarapan bersamaa.tanpa mengeluarkan suara.
"hari ini biar papa mu yang antar sekolah.biar nanti bunda yang jemput" ucap mutiara.
__ADS_1
bersambung