
Algin Lesmana. Nama yang tertulis di cardname seragam SMA NUSA BAKAT. Hari ini adalah hari terakhir Algin berstatus pelajar SMA. Ya! Haru ini adalah hari kelulusan siswa kelas XII SMA Nusa Bakat.
Tak seperti biasanya, kali ini Algin merias dirinya lebih baik lagi. Hari ini gadis berambut ikal itu ingin tampil lebih menarik. Ada sesuatu yang spesial di dalam hatinya, yang hanya diketahui dirinya sendiri.
" Ibu Algin berangkat ya!" ucapnya sambil mencium kening ibunya yang sedang menyiram bunga dihalaman depan rumah.
"Wah tumben rambutnya digerai Gin, apa gak gerah?" tanya Bu Hanum, ibunya Algin.
"Gak apa-apa bu, lagi pengen saja" jawab Algin singkat.
"Heemm ibu pikir lagi kesemsem sama seseorang" goda bu Hanum pada Putri semata wayang.
"Iihh ibu kayak tukang gosip lambe-lambe itu deh" balas Algin tak mau kalah.
"Oh ya sudah, hati-hati di jalan dan..."
belum selesai bicara Algin langsung menjawab ucapan ibunya " jangan pulang telat! ya kan bu?"
Bu Hanum hanya bisa tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan anak gadisnya itu. Algin pun berangkat ke sekolah meninggalkan ibunya sambil melambaikan tangannya.
Tiba di Sekolah....
"Sini Gin!" Algin menoleh ke arah teriakan yg memanggilnya.
"Itu Rere!" Pekik Gin dalam hati sambil berjalan menuju lokasi sahabatnya itu.π
"Aduh Gin kamu selalu telat! Gak lihat gimana performa Danu dkk? Ya ampuuuun keren abis!" Seru Rere dengan gerak dan mimik wajah layaknya fans yang habis nonton konser idolanya.
Algin nama siswi yang dipanggil Rere itu hanya bisa tersenyum kecil mendengar kicauannya. Ia pun duduk sembari melirik ke teras kelas XII IPA 1 π. Kelas cowok yang sudah 3 tahun ini diam-diam disukainya. Danu Pratama namanya.
"Astaga kami bertemu mata!" Pekik Gin dalam hati dan buru-buru mengalihkan tatapannya. Wajahnya langsung memerah seperti kepiting rebus π¦. Heemmm yummy!
Danu Pratama. Nama cowok kelas sebelah yang setiap tahun peraih juara 1 umum di SMA Nusa Bakat. Cowok yang jadi idola anak perempuan di seluruh SMA di kota Baihan. Wajah tampan, body binaragawan, otak brilian, status sosial tergolong berkecukupan, punya banyak teman dan satu lagi : ramah dan suka memberi pertolongan. π€©ππ
Danu sangat terkenal di SMA Nusa Harapan, terlebih dikalangan kaum hawa. Ia bagai bunga πΉdan kaum hawa itu bagaikan lebah yang hilir mudik disekitarnya π. Mereka berlomba menarik perhatian Danu dengan berbagai cara, mulai dari menambah ilmu sampai mengatur penampilan π€©.
Berbanding terbalik dengan Algin. Walau punya teman dan aktif di kegiatan ekskul, nilai rapornya selalu dibawah rata-rata. Bahkan nilai rapornya pernah ada di peringkat 36 dari 40 orang di kelasnya π. Algin bahkan tidak bisa masuk golongan menengah dalam nilai pendidikan di kelasnya. Apalagi di sekolahnya.
Sehari-hari Algin hanya mampu curi pandang terhadap sosok Danu π§. Gin yakin bakal dibully sejadinya kalau siswi di sekolahnya tau perasaan suka Gin terhadap Danu.
"Uffft..lebih baik disembunyikan. Bahkan dari teman dekat di sekolah sekalipun π€«π·." Pikir Algin dengan teguh.
Hari ini hari perayaan kelulusan seluruh siswa siswi kelas III π. Termasuk Algin dan Danu. "Hari terakhir bertemu Danu." Ucap Gin lirih dalam hatinya.
Memang setelah hari ini, masih akan ke sekolah beberapa kali. Tapi belum tentu ketemu Danu. Algin gak mungkin datang k sekolah setiap hati dengan alasan yang sama : leges ijazah π hanya untuk mencari kesempatan melihat Danu.
"Aku sudah menyukaimu sejak hari pertama masuk SMA sampai lulus. Mudah-mudahan aku bisa melupakanmu dan menemukan sosok lain penggantimu." Gumam Gin lirih dalam hatinya.
"Semoga impian dan cita-cita Danu tercapai." Doa Algin dalam hati. Ia pun akan melanjutkan pendidikannya ke universitas yang beda jurusan dan kota dengan Danu.
Kalau ditanya, apa yang membuat Algin menyukai Danu selama tiga tahun ini? Jawabnya mungkin gak seperti cerita di drakor. Apakah bermula dari cewek yang dulunya benci kemudian jadi jatuh hati? Atau berawal dari pertolongan si cowok yang menyentuh hati sang cewek? Atau pun kekaguman cewek saat melihat aksi hebat si cowok di pertandingan olahraga? Stop! βBukan seperti itu.
Lalu apa? π€
Sederhana..
Bermula dari peristiwa di jalan raya. Seorang anak kecil pemulung yang hendak menyeberang. Ia tidak sadar ada truk yang melaju ke arahnya π±. Algin melihatnya dan berteriak sekencangnya memanggil anak itu. Anak itu tidak mendengarnya. Algin berlari hendak menarik anak itu.
Tapi..
Wusss bruukk!!! π£π«π΅
Anak itu meringis kesakitan karena terjatuh. Tampak disampingnya seorang cowok juga berusaha bangkit.
"Adik kecil... kalau nyebrang lihat kanan kiri dulu. Hampir aja kamu ditabrak truk." Ujar cowok tersebut sambil membantu anak itu berdiri.
"Iya kak, maaf saya tidak hati-hati." Sambil meringis kesakitan.
Cowok itu memberikan bungkusan berisi nasi dan air minum. "Nih buat kamu. Tadi kakak lihat kamu gak bisa beli ini kan?"
"Huhuhu.. makasi ya kak, tadi saya mau beli nasi buat ibu di rumah, tapi uangnya kurang." Ucap anak itu sambil menangis terharu.
Cowok itu merogoh kantong celananya dan memberikan beberapa lembar uang. "Nih juga buat kamu. Kakak gak bisa ngasih banyak karna kaka masih sekolah blom kerja."
Dengan wajah yg masih basah karena airmata, anak itu mengambil uang tersebut.
Ia tersenyum seraya berkata " Makasi ya kak.. kakak seperti malaikat yang dikirim Tuhan."
Anak itu pun pergi meninggalkan cowok itu untuk kembali memulung. Si cowok itu pun pergi ke arah yang berbeda dengan anak itu. Tinggalah Algin yang terpaku melihat kejadian itu.
Saat hari pertama masuk SMA dia kembali bertemu cowok itu dan mereka sama-sama siswa baru di sekolah itu. "Pucuk di teh.. π eh pucuk dicinta ulam pun tiba." Pikir Algin.
"Ahhh musim semiku telah tiba". πππ Gumam Gin sambil nyengar nyengir sendiri di barisan, tanpa peduli dengan pidato Kepala Sekolah. Algin bahkan tak sadar kalau tingkahnya diperhatikan dua siswi di samping barisannya. Mira dan Rere nama kedua siswi tersebut, yang kemudian menjadi sahabat Algin sejak saat itu.
__ADS_1
Yap! Itulah awal mula tumbuhnya perasaan suka Algin pada Danu. Baginya sosok Danu adalah cowok pintar yang benar-benar baik hati.
Back to the topik π«
Hari ini Algin kembali ke SMA Nusa Bakat. Seperti biasa, ia datang bersama Rere dan Mira. Mereka datang untuk mengurus berkas ijazah. Tapi sudah hampir 3 jam, mereka dan para siswa yang baru tamat lainnya, masih hilir mudik di sekitar halaman Ruang Administrasi Sekolah untuk menunggu antrian pengambilan berkas Ijazah.
Hari itu matahari dengan gagahnya menaungi mereka. Sehingga mebambah kegelisahan para siswa tersebut. Gerah, peluh mulai berselancar ditubuh, dan kerongkongan pun mulai meneriakkan dahaganya.
"Ayok ke kantin guys, haus nih! Ajak Rere memelas dengan peluh yang mulai membanjiri keningnya.
"Ayok Gin! ajak Mira seraya berdiri dan menarik tangan Algin tapi malah Algin menepis tangan Mira.
"Kalian aja deh, aq nyusul kalau berkasnya uda siap." Ucap Gin sambil mengibaskan tangannya menyuruh kedua sahabatnya itu pergi duluan.
"Ihhh kq gitu sih Gin? Gak ada loe ga rame." Protes Rere meniru iklan rokok Sampoerna Hijau.
"Come n join us!" Timpal Mira meniru iklan beasiswa Djarum.
"Hahaha, lebay!" Gelak Gin melihat tingkah keduanya. ππ
"Haaaah ya sudahla, tapi jangan lama ya nanti bisa jamuran" Ledek Mira sambil menggandeng Rere dan berlalu meninggalkan Algin.
Tak lama setelah itu, nama Algin dipanggil masuk ke Ruang Administrasi untuk mengambil berkas ijazahnya. Algin pun berjalan masuk menuju Ruang Administrasi Sekolah. Disana ia menerima semua berkas ijazahnya dan setelah semua beres ia pun beranjak meninggalkan ruangan itu.
Algin berjalan dengan pikiran yang penuh kenangan di SMA ini bersama Danu dan teman-temanya. Ia berjalan memegang berkas ijizahnya dan beberapa lembar photocopy, keluar meninggalkan Ruang Administrasi Sekolah.
" Sudah selesai urusan berkasnya Gin?" πSapa seorang pria yang menyadarkan pikirannya.
" Ahh iya uda nih." Jawab Gin sembari melihat ke arah suara yang menyapanya.
"Hey, what the.." Pekik Gin dalam hati. "Itu Danu!"πππ Spontan Algin gugup, keringat dingin mulai bercucuran, jantungnya berdegup kencang dan wajahnya memerah panas.
"Kamu kenapa Gin? Gak enak badan?" tanya Danu lembut.
"Ya Tuhan mimpi apa aku semalam????! Danu di depan mataku dan ngobrol sama aku?!! Ucap Algin gak karuan dalam hatinya.
"Gin..Gin.. kok diam saja?" tanya Danu kembali sambil menepuk pundaknya.
"Aku..aku.. aku baik-baik saja kok" ucap Algin kikuk
"Yakin? Tapi muka kamu merah banget, badan kamu gemetaran" tanya Danu memastikan
"Aku antar ke UKS ya?" tanya Danu menawarkan dirinya.
Spontan Algin merasa bagai terbang ke angkasa. Danu mau nganterin dirinya ke UKS. Baginya ini sudah seperti ngedate. Meski cuma jalan ke UKS tapi yang penting bisa jalan bareng Danu sang pujaan hati. Tapi sayangnya Algin lebih memilih menolak tawaran Danu. Lagi-lagi Algin khawatir bakal dibully para fans fanatiknya Danu.
"Gak papa kok Gin, aku antar ya?" bujuk Danu.
"Tapi Nu aku..."
Algin belum selesai berbicara, Danu sudah memegang tangannya dan menariknya berjalan menuju UKS. Algin hanya bisa pasrah membiarkan mata siswa SMA yang ada disitu menatap tajam kearah Algin.
Algin merasa dirinya sedang menghadapi dilema. Disatu sisi ia merasa senang bisa diperhatikan dan jalan bareng sang pujaan hati. Di lain sisi, gadis bermata dark brown ini juga khawatir dengan respon para fans fanatik Danu. Apa yang bakal dia hadapi jika para fans itu bertindak? Apa mereka bakal melepaskan Algin begitu saja? Berbagai pertanyaan muncul dibenaknya sampai ia tak sadar bahwa mereka berdua sudah sampai di UKS.
"Gin..Gin.. kamu kenapa? Kok dari tadi aku ajak ngobrol kamu diam saja?" tanya Danu membuyarkan lamunannya.
"Hah apa?" jawab Algin tersadar dari lamunannya.
"Kamu gak senang ya aku antar ke UKS?" tanya Danu menyelidiki.
"Gak kok Nu.. aku senang banget kok" jawab Algin jujur.
"Soalnya dari tadi kamu diam saja" ucap Danu sedih.
"Maaf ya Nu.. aku gak bermaksud diamin kamu, aku cuma.."
"Ya sudah aku gak marah kok. Nih kita sudah sampai UKS" ucap Danu memotong perkataan Algin.
"Ah iya kita sudah di UKS, tapi ko sepi ya? petugas UKS pada kemana ya?" tanya Algin kebingungan.
"Lah kamu kan petugas UKS kok malah tanya aku?" jawab Danu sambil tersenyum.
Algin pun tersenyum kikuk tanda membenarkan jawaban Danu.
"Mungkin lagi pada istirahat" ucap Danu mencairkan kekikukan Algin.
"Iya juga ya, ini kan jam istirahat" jawab Algin membenarkan ucapan Danu.
Kedua insan itu pun asyik mengobrol tentang kenangan semasa di SMA dan rencana study lanjutan. Algin dan Danu begitu larut dalam obrolan seolah UKS milik mereka berdua dan sang waktu pun tak berani mengingatkan keduanya.
"Algin Lesmana where are you?" terdengar suara yang sangat familiar di telinga Algin.
"Itu Rere" ucap Algin menghentikan obrolannya dengan Danu.
"Kamu hafal banget ya sama suara Rere" timpal Danu memuji
__ADS_1
"Namanya juga sahabat ya pasti hapal donk" balas Algin sambil tersenyum.
"Sepertinya mereka lagi nyariin kamu tuh" tebak Danu
"Iya.. kita janji pulang bareng" jawab Algin membenarkan.
"Emang kamu wajib ya pulang bareng mereka?" tanya Danu ingin tahu.
"Bukan wajib tapi sudah kebiasaan" jawab Algin
"Rumah kalian kan beda arah, gimana caranya pulang bareng?" tanya Danu lebih lanjut.
"Kita bareng cuma sampai simpang Bank XX habis itu pulang sendiri deh" jawab Algin menerangkan.
"Ohhh gitu ya" ucap Danu sambil tersenyum penuh makna.
Menit berikutnya....
"Algin Lesmana anaknya pak Heru Lesmana, where are you?" teriak Rere sambil celingak-celinguk
"Aku disini!" jawab Algin sambil melambaikan tangannya
"Ya ampun kamu disini toh! Kita nungguin kamu dari tadi tapi gak nongol juga" celoteh Rere sambil berkacak pinggang.
"Iya Gin, sampai gorengan di kantin habis diembat si Rere!" timpal Mira mengeluh
"Maaf ya guys tadi aku ada urusan" ucap Algin merasa bersalah
"Urusan apa sih Gin? Sudah lulus pun masih saja ngurusin UKS, dasar mantan petugas UKS!" celoteh Rere kembali
"Terus kamu kemari sendirian?" tanya Mira
"Kenapa gak ajak kita Gin? kan kalau ada apa-apa kan kita bisa bantuin!" timpal Rere peduli
"Algin gak pergi sendirian kok, aku yang anterin" ucap Danu tiba-tiba.
"Danu!!!" ucap Rere dan Mira setengah menjerit.
"Hai!" sapa Danu dengan senyum santai.
"Hai Nu!" balas Rere dan Mira bersamaan.
Kemudian Rere dan Mira menarik Algin menjauh dari Danu hendak berbicara.
"Gin, jujur sama kita : gimana ceritanya kamu bisa bareng Danu berduaan di UKS?" tanya Mira mulai menginterogasi.
"Iya Gin.. kenapa gak ajak kita juga?" timpal Rere
"Apa sih Re, bukan itu intinya tau!" kritik Mira.
"Gin kamu gak lagi pedekate sama Danu kan?" tanya Mira kembali
"Hah? Gak Mir. Aku gak ada apa-apa sama Danu. Dia cuma nganterin aku ke UKS karena tadi aku kelihatan gak enak badan. Tapi petugas UKS ga ada jadi kita ngobrol sambil nungguin petugasnya, terus kalian datang deh. Itu saja kok" terang Algin panjang lebar.
"Terus gimana ceritanya kamu ketemu Danu?" tanya Rere masih penasaran
"Gak sengaja ketemu di depan Ruang Administrasi Sekolah" papar Algin
"Terus kenapa sampai sekarang petugas UKS belum datang juga?" tanya Rere kembali
"Nah itu aku gak tahu" jawab Algin sambil mengangkat bahunya.
"Aneh" ucap Mira
Tiba-tiba...
"Hey nona-nona kalian gak mau pulang? udah sore nih" ucap Danu menghentikan pembicaraan ketiga cewek tersebut.
"Iya nih guys udah hampir jam 3 sore" ucap Rere sambil melirik jam tangannya.
"Ok kita lanjutkan pembicaraan ini besok" kata Mira menyetujui sedangkan Algin hanya bisa pasrah.
Ketiga sahabat itu dan Danu pun beranjak pergi meninggalkan sekolah menuju halte bis untuk pulang ke rumah.
Di halte bis...
"Eh Nu kok kamu ikut kita sampai ke halte bis? Rumah kamu kan dekat lokasi sekolah" tanya Rere penasaran
"Siapa bilang aku mau pulang" jawab Danu santai.
"Terus kamu mau ke mana?" kali ini Mira yang dibuat penasaran.
"Aku mau nganterin Algin" jawab Danu tetap santai
"Haaah!!!! Apa!!!!" teriak Rere dan Mira terkejut.
__ADS_1
Algin pun tak kalah terkejut. "Ya Tuhan, situasi apalagi ini?" jerit Algin dalam hati.