
Dua pasang mata menatap Algin tanpa ampun. Algin merasa terdesak dengan tatapan mata itu.
Saat ini kedua sahabatnya sedang duduk tepa dihadapannya untuk mendengarkan cerita kejelasanan hubungan Algin dengan Adam.
Meskipun Rere dan Mira adalah sahabatnya. Tapi Algin merasa tidak siap memberitahukan semua percakapannya dengan Adam kemarin. Lebih tepatnya cerita pernyataan cinta Adam ke Algin.
Tapi kedua sahabatnya itu keukeh menahannya sampai ia menceritakan semua. Algin merasa bagai penjahat kriminal yang terkungkung diruang interogasi dengan polisi intel yang siap menyelidiki sedalamnya akan suatu kebenaran.
Algin sangat berharap saat ini ada seseorang atau apapun itu yang dapat menyelamatnyanya dari kungkungan sahabatnya itu.
"Pak es tehnya 2 gelas lagi" ucap Rere setengah berteriak memanggil pengelola kantin kampus
"Siap neng, wait sebentar ya!" jawab sipengelola kantin sambil bergegas membuat pesanan Rere.
"Re.. perutmu bakal kembung kalau minum es teh lagi"
"Ini sudah gelas yg ke 4" ucap Algin khawatir
"Tak apa demi memanti sebuah kejujuran" ucap Rere sembari melirik Mira
"Betul, 12 gelas lagi kita masih kuat" timpal Mira mendukung Rere
"Baiklah Aku menyerah. Aku bakal cerita"
"Tapi kalau lama ceritanya jangan bosen dan marah ya" ucap Algin mengalah
__ADS_1
Rere dan Mira kompak menganggukkan kepalanya, untuk mengiyakan ucapan Algin.
"Well setelah kalian pergi aku dan kak Adam... bla..bla...bla"
Algin pun menceritakan semua kejadian iti sedetailnya kepada Mira dan Rere. Tak ada bagian yg dia sembunyikan, karena memang dia sudah tidak bisa lagi menghindar dari sahabatnya itu.
"Jadi kak Adam itu frist kiss mu Gin? tanya Rere setengah terkejut
"Apa kamu pikir aku punya daftar pacar yg banyak?" jawab Algin dengan kembali bertanya
"Lah terus Danu?" belum sempat Rere menyelesailan pertanyaannya Mira sudah menyumpal mulut Rere dengan tangan Mira.
Algin tertegun mendengar pertanyaan Rere. Bagaimana kedua sahabatnya tahu perihal dirinya dengan Danu? Bukankah selama ini dia tidak pernah memberitahukan kepada siapapun termasuk kedua sahabatnya ini.
Rere dan Mira terdiam. Situasi berputar 180°. Jika tadi mereka yang menuntut kejujuran Algin. Kini Algin yang menuntut kejujuran dari kedua sahabatnya itu.
"Gin.. sebenarnya kami benar-benar tidak tahu hubungan kamu dengan Danu."
"Tapi kami mulai curiga saat kami menemukanmu bersama Danu di ruang UKS Sekolah tahun lalu" ucap Rere jujur
"Kami juga curiga kenapa sampai saat ini kamu menolak semua cowok yang mendekatimu, termasuk kak Adam" imbuh Rere lagi
"Aku juga sempat memergoki kamu masih menyimpan photo Danu waktu ngasih kado dari kak Dimas Prasetyo" timpal Mira menguatkan ucapan Rere
"Terus kenapa kalian tidak menanyakannya ke aku? tanya Algin sedih
__ADS_1
"Maaf Gin... kita cuma gak mau membaut kamu terus terusan memikirkan Danu" ucap Mira menunduk
"Sebenarnya kita tidak tahu gimana hubungan kamu dengan Danu. Tapi sepertinya kamu masih terus kepikiran Danu" timpal Mira lagi
"Aku dan Mira uda coba tanya teman SMA soal keberadaan Danu dan keluarganya. Tapi tidak ada yang tahu"
"Itu sebabnya kita ngarep banget kamu jadian sama kak Adam, supaya bisa melupakan Danu pelan-pelan" ucap Rere sedih
Algin mengerti maksud baik kedua sahabtanya itu. Tapi Algin juga terkejut saat tahu bahwa sosok yang disimpan dalam hatinya selama ini telah diketahui Mira dan Rere. Seolah-olah Rahasia yang dirahasiakan.
"Maafkan Aku ya Mir, Re kalai selama ini aku menyembunyikan hal ini dari kalian"
"Bukannya aku tidak percaya dengan kalian sebagai sahabatku"
"Kita ngerti kok Gin" ucap Rere membela
"Aku juga tidak tahu apa hubunganku dengan Danu. Hanya saja bayangannya selalu saja mengikutiku" ucap Algin mulai terisak
"Seandainya Danu tidak pernah mendekatiku.." Algin terusak tanpa mampu menyelsaikan kalimatnya
Rere dan Mira serentak mendekati Algin dari sisik kanan dan kiri seraya memeluk sahabatnya itu. Mereka berharap pelukannya memberi kekuatan bagi Algin
"It's OK Gin, kamu dan Danu gak salah"
"Cinta tidak kenal fisik, waktu dan tempat. Tiba-tiba saja kita sudah menyukainya" ucap Mira menghibur
__ADS_1