
Ding dong..
"Yeay" 🤣🤣🤣 pekik Mira tiba-tiba. Suara bel ini paling disukai mahasiswa, karena pertanda jam kuliah selesai. Teriakan Mira mengagetkan seluruh penghuni ruangan... termasuk sang Dosen. 😖
"Mampuslah kamu Mir!" 😤 pekik Algin dan Rere dalam hati. Keduanya pun menahan nafas sambil melirik reaksi sang dosen. Tentu saja sang Dosen kesal. Tapi memilih membiarkan dan keluar ruangan.
Mira menarik nafas lega "uffft..aman."
"Gila kamu Mir, hampir aja gaspol tensi pak dosen. Moga aja nilai lu ga ambyar dibuat bapak itu." Omel Rere.
"Udah.. ambil hikmahnya aja. Lain kali jangan gitu lagi. Yuk ke kantin. Laper nih!" Ucap Gin seraya menarik kedua sahabatnya itu keluar ruangan menuju kantin.
Algin, Rere dan Mira trio sekawan yang udah berteman sejak masih SMA. Ketiganya punya kharakter, hobi dan suku yang berbeda. Tapi mereka menjadi dekat karena 1 hal, penyuka drakor 😎. Apalagi kisah cinta yang pake bawang bombay. Buat air mata mengalir bebas. 😂 Kali ini ketiganya pun kompak keluar ruang kuliah menuju kantin sambil bahasa drakor tentunya.
"Re..tuh arah jam 9, ngelirikin kamu terus." Ujar Mira dengan wajah menunjukkan arah.
"Mau nagih utang kali." Celutuk Algin.
Rere melihat ke arah yang ditunjukkan Mira. "Ahh biasa aja tampangnya. Bukan tampang mas-mas tukang kredit."
Sontak Mira dan Algin tertawa. "Hahaha, emang dasar kamu Re, L E M O T."
"Siapa juga yang bilang tuh cowok tukang kredit." Ujar Mira masih dengan tawanya 😂
"Lah tadi Algin bilang mau nagih utang." Jawab Rere polos.
"Hey asyik banget ketawanya.. bagi donk! Sapa seorang pria.
"Boleh gabung duduk disini kan nona-nona manis." Lanjut pria tersebut.
Ketiga sahabat itu pun saling lirik dan mengangguk.
"Ehem, ada kumbang kecantol kembang nih!" Ujar Rere sembari senyum.
"Jiahhh Rere uda naik speednya, gak lemot lagi" Timpal Algin mendengar istilah yang diucapkan Rere.
Beda responnya dengan Mira yang sejak awal sudah naksir cowok ini. "Duduk aja, bangku dan mejanya gratis koq, cuma makan minumnya aja yang bayar. 😁
"Kita juga ikhlas koq klo dibayarin." Timpal Rere. Algin hanya tepok jidat. Habis kata buat tingkah 2 sohibnya ini.
"Boleh ajah! Asal..." Jawab cowok tersebut sambil melirik nakal ke arah mereka.
Mira penasaran mendengar jawaban cowok tersebut. "Asal apa? Ups.. tunggu dulu, ga ada unsur pornonya kan?
"Hahaha, gak lah!" Tawa cowok itu pun pecah, membuat penghuni kantin sontak mengalihkan pandangannya ke tempat tiga cewek dan 1 cowok ini duduk.
"Aku bakal traktir kalian, asal nona ini kasi tau nama dan nomer handphonenya." Timpal cowok itu seraya memberikan selembar kertas kearah Algin.
Algin terbengong bingung, Rere dan Mira saling lirik kecewa, seraya kompak berucap "yaelah.. lagi-lagi Algin!"
Melihat respon kecewa Rere dan Mira, cowok tersebut langsung sigap menjawab "nama dan nomer hp nona berdua juga". Cowok tersebut menyerahkan 2 lembar kertas kepada Rere dan Mira dengan senyum menggoda.
Sebagai mahasiswa baru, Algin mendapat teman baru, ilmu baru bahkan perkumpulan baru. Penampilannya dengan pakaian casual dan make up minimalis membuat dirinya terlihat manis di mata para kaum pria tersebut, mulai dari satu angkatan hingga para senior. Bisa dikatakan Algin termasuk cewek populer dalam perbincangan para kaum Adam di Universitas tersebut.
"Utangmu berapa Gin?" Tanya Rere
"Haahh utang? Kapan aq punya utang?" Balas Gin kebingungan dengan pertanyaan Rere.
"Lah itu hidung tarik nafas mulu dari tadi. Kenapa?"
"Oohhh, kirain apa. Gak kenapa-kenapa koq." Balas Gin kikuk.
Algin gak berani mengungkapkan apa yang sedang dipikirkannya sedari tadi. Danu Pratama. Sosok itu masih terus bergelayutan di pikirannya. Ada rasa kangen, penasaran juga sedih yang silih berganti mewarnai hatinya jika dia teringat Danu.
__ADS_1
" Oh iya, ada yang mau ketemu kamu tuh." Ucap Rere sembari tersenyum.
"Siapa?". Tanya Gin
"Tuh orangnya." Tunjuk Rere
Tampak berjalan mendekat ke arah Algin, seorang cowok berkulit hitam manis dengan body six pack mirip roti sobek 😋.
"Bima? Mau ngapain dia?" ucap Algin penuh tanya
"Ahhh aku juga gak tahu Gin. Jawab Rere kikuk menutupi kebohongannya
Algin hanya menatap sahabatnya itu dengan tatapan penuh curiga. Rere hanya bisa tersenyum kering menghadapi tatapan penuh curiga.
Cowok itu tersenyum mengambil posisi berdiri disampingnya.
"Hay neng geulis, lagi apa?" sapa cowok yang bernama Bima.
"Ngitung awan." Jawab Gin asal
Spontan cowok bernama Bima itu tertawa "Hahahha.. awan? Wow anak Akuntansi bakal iri sama kamu karena bisa ngitung awan."
Algin hanya membalasnya dengan senyum dan keduanya pun terdiam. Mereka larut dalam pikirannya masing-masing sehingga suasana pun menjadi hening.
"Oh ya Gin, ada yang mau aku omongin nih" ucap Bima memecah keheningan.
"Ngomong apa?" tanya Algin acuh
"Gin, aku mau.. mau.. emm itu, mau.." ucap Bima gugup
"Mau apa Bim? ke toilet? Gih sana!" Balas Gin sambil mengibas tangannya menyuruh Bima pergi.
"Bukan, bukan itu" jawab Bima kikuk.
"Lantas apa?" tanya Algin tetap acuh.
"Sial..kenapa susah banget sih ngomong ke cewek yang satu ini." Ucap Bima dalam hati.
"Bukan Gin, aq.. Akhh!! Pekik Bima
Algin sontak kaget dan mengambil jarak.
"Nih anak kenapa? Gak sawan kan?" Gumam Gin dalam hati penuh khawatir.
"Sorry Gin bukan mau nakutin. Akhh.. Aq cumĺa mau ngasih ini."
Bima menyodorkan selembar tiket nonton Bioskop.
"Kamu mau kan Gin, pergi bareng aku?" Pinta Bima dengan menampilkan pesona tatapannya.
Algin tersenyum manis, hati Bima langsung happy. Baginya senyuman Algin berarti setuju.
"Sorry ya Bim, lusa aku ada tugas kelompok."
"Ahhh gitu ya, kalau weekend nanti gimana?" Tanya Bima penuh harap.
"Emmm ada kumpul keluarga." Balas Algin
"Kalau Minggu depan?" Tanya Bima penuh harap.
"Ada janji ultah sepupu" jawab Algin menolak
Bima pun lemas kehabisan kata. Dia sudah berusaha mengajak Algin untuk jalan bareng. Tapi semua usahanya ditolak Algin.
Algin bisa melihat rait kekecewaan di wajah Bima atas penolakannya. Tapi Algin memang tidak ada keinginan untuk menerima ajakan Bima.
__ADS_1
"Jangan sedih donk! Nanti kalau ada waktu luang aku bakal ajakin kamu deh, Ok! Ucap Gin menyemangati Bima.
Bima kembali bersemangat. Masih ada peluang untuk mendekati Algin pikir Bima.
"Bener Gin?" Tanya Bima penuh harap.
Algin tersenyum sambil mengangguk.
"Ok! Aku tunggu ya!"
"Iya.." Balas Gin sambil melirik hp nya.
"Ehhh uda dulu ya, aq dipanggil senior nih. Bye!" Ucap Gin seraya pergi meninggalkan Bima.
"Ahhh aman." Ucap Gin dalam hati sambil berjalan jauh meninggalkan Bima.
Bima bukan cowok pertama yang ditolak Algin sejak masuk kuliah. Entah berapa banyak cowok seangkatan atau seniornya yang mencoba mendekati atau mengajak jalan dan ditolak Algin.
"Apa itu Gin? Tanya Mira tiba-tiba.
Algin kaget dan buru-buru menyimpan sesuatu ke dalam tasnya. "Ahh bukan apa-apa."
"Ya Tuhan, jangan sampai Mira iseng mengambil tasku." gumam Gin dalam hati.
Sedari tadi Algi asyik memandangi photo Danu. Tak ada yang tahu kalau selama ini Algin menyimpan photo Danu dan selalu membawanya kemana pun ia pergi.
"Aku mencium aroma mencurigakan." Ucap Dani menyadarkan lamunan Algin.
"Hadeuhh pasangan yang satu ini cucok banget yah, sama-sama K E P O." Balas Gin
"Kepo is care you know." Ucap Dani tak mau kalah.
"Betul betul betul." Timpal Mira meniru ucapan Upin Ipin.
"Akh kalian berdua kenapa sih. Pamer kekompakan ya?" ucap Algin menggerutu.
"Yang namanya pasangan itu harus kompak say." Ucap Mira sambil tos dengan Dani pacarnya.
"Heemmm" Balas Gin kesal.
"Haishh si neng lagi bad mood nih. Ya uda deh kita to the poin ajh." Ucap Mira kembali sambil menyodorkan sesuatu.
Sebuah kotak kado cantik berwarna biru. Algin sontak terbelalak membaca tulisan di kado itu. With Love : D.P !! 😮 Pikiran Algin langsung tertuju pada satu nama Danu Pratama.
"Ini dari Danu?" tanya Algin kepada Mira penuh harap.
"Bukan! ini dari kak Dimas Prasetyo. Senior yang jadi Panitia Penerima Mahasiswa Baru kemarin, yang nawarin buat nganterin kamu ke UKS kampus" terang Mira
"Oh" jawab Algin merasa kecewa.
"Kok responnya gitu sih Gin? Senang donk" kritik Dani tidak puas
"Memangnya harus gimana?" tanya Algin ketus.
"Ya harusnya kamu senang donk, baru kamu cewek pertama yang dikirimi kado sama kak Dimas" terang Dani menyemangati.
"Ohhh Aku sangat SENANG, BAHAGIA, FANTASTIS!" ucap Algin ketus
"Senang kok seperti emak-emang ngomel sih?" kritik Dani kembali
"Aihhh sudah jangan bertekak" lerai Mira
Mira tahu betul situasi Algin saat ini. Mira memilih untuk tidak memaksa perasaan Algin sahabatnya itu.
" Ya sudah Gin, yang penting kadonya kak Dimas sudah kamu terima"
__ADS_1
"Kita cabut dulu ya sayang, kalau ada apa-apa call me" ucap Mira sembari mengajak Dani kekasihnya pergi meninggalkan Algin