
"Halo anak-anak, apa kabar?" tanya Algin menyapa.
"Kabar baik kak!" jawab anak-anak itu kompak.
"Wahh kakak senang mendengarnya" balas Algin tersenyum.
"Apa itu kak?" tanya Ria penasaran melihat bungkusan yang dibawa Algin.
"Oh ini? Tunjuk Algin
"Iya kak!" jawab anak-anak itu kompak
"Ada yang bisa tebak gak?" tanya Algin memancing rasa penasaran anak-anak itu.
"Kan dibungkus kak, mana kita tahu!" jawab Dani si ketua kelas.
Algin pun membuka bungkusan tersebut. Sontak anak-anak itu melonjak gembira melihat isi bungkusan tersebut.
"Yeay!" teriak anak-anak itu senang.
"Kalian suka?" Tanya Algin bersemangat.
"Iya kak!" Jawab anak-anak itu kompak.
Bungkusan itu berisi berbagai macam mainan, untuk anak laki-laki dan anak perempuan. Masing-masing mendapat satu mainan.
"Kak Algin is the best!" Ucap Ria sambil menerima sebuah boneka perempuan yang cantik.
"Makasih Ria cantik" Balas Algin tersenyum.
Setelah semua anak-anak itu mendapat bagiannya, Algin melanjutkan pelajaran di kelas itu. Selama dua jam Algin mengajar anak-anak itu. Tak satu pun dari anak-anak itu yang mengantuk atau bosan, karena Algin tahu betul cara menarik perhatian anak-anak.
Di taman seberang kelas Algin mengajar, Adam duduk memegang gitarnya sambil terus menerus memperhatikan Algin. Baginya Algin sosok perempuan yang menarik, berbeda dengan perempuan lainnya yang pernah Ia kenal.
Bel berbunyi tanda pelajaran kelas selesai. Anak-anak meninggalkan ruang kelas. Tinggallah Algin sendiri menyelesaikan tugasnya.
"Permisi Bu guru, ini tehnya"
"Oh letakkan saja di meja pak! Ehh kak Adam!" pekik Gin terkejut.
Adam tersenyum kekeh.
"Aq kirain Pak Rudi OB nya sekolah. Maaf kak" ucap Algin merasa bersalah.
"Gak apa-apa koq, Aq juga tadi iseng ngerjain kamu" Jawab Adam santai.
" Idih kak Adam udah gak cocok lagi main iseng gitu, uda gede kak!" protes Algin.
"Oh ya tumben kak Adam main ke kelas? tanya Algin kembali.
"Kangen kamu" Jawab Adam menggoda.
Hati Algin langsung berbunga mendengar jawaban Adam. Buru-buru Algin mengalihkan pandangannya agar wajahnya yang memerah itu tidak dilihat Adam.
"Jangan iseng lagi deh kak" ucap Algin menutupi kegugupannya.
"Serius" jawab Adam
"Aq kangen sama kamu dan sekalian nganterin kamu pulang" Ucap Adam kembali
"Aq uda gede kak, bisa pulang sendiri" tolak Algin tapi dalam hati ngarep.
"Kan gak ada larangan nganterin pulang anak cewek yang uda gede" jawab Adam tak mau kalah.
"Lah terus anak-anak gimana? Mereka kan selalu nungguin kedatangan kakak" tanya Algin ragu
"Hari ini bapak yang nemanin anak-anak bernyanyi, rindu katanya udah lama gak main sama anak-anak" jawab meyakinkan Algin.
"Tapi kak.." Tanya Algin kembali masih ragu
"Gak ada tapi tapian, yuk kakak antar kamu pulang" potong Adam sambil menarik tangan Algin berjalan keluar kelas.
Algin gak nyangka kalau hari ini Adam mengantarnya pulang. Sepanjang perjalanan tersenyum senang, berasa jalan dipenuhi beragam bunga.
"Kenapa Gin? Koq senyum terus dari tadi?" Tanya Adam penasaran.
"Siapa yang senyum, kak Adam salah lihat kali" Jawab Algin kikuk.
"Oh ya? Mungkin penglihatanku mulai gak beres nih, kayaknya perlu ke dokter mata" Ucap Adam meragukan jawaban Algin.
"Mungkin karena panas siang hari kak, buat kepala puyeng jadi penglihatan agak kabur" Terang Algin tak mau kalah.
"Ahh ya sudahlah, lagian kita juga sudah sampai di rumah kamu" Ucap Adam menyadarkan Algin.
"Ohh kita sudah sampai rumah toh" Ucap Algin tak bersemangat.
Algin gak nyangka jalan bareng Adam bisa membuat waktu tempuh ke rumahnya jadi begitu singkat.
"Ahh kenapa cepat banget nyampe rumah" Keluh Algin dalam hati.
"Kakak gak mampir dulu ke rumah?" tawar Algin penuh harap.
"Lain kali deh Gin, masih banyak waktu" tolak Adam sopan
"Oh ya uda kalau gitu, hati-hati ya kak" ucap Algin tak rela
"Ok, selamat beristirahat dan salam sama keluarga" Balas Adam sambil berlalu pergi.
"Kak Adam!" panggil Algin
"Ada apa?" sahut Adam sambil berbalik ke arah Algin.
"Makasih ya!" ucap Algin tersenyum.
"You're welcome, aq pamit ya Gin" Balas Adam dengan melambaikan tangannya sambil berbalik meninggalkan Algin.
Algin masih berdiri terpaku menatap sosok Adam sampai menghilang dari pandangan. Ia tak sadar ada orang yang sedari tadi memperhatikan tingkahnya.
"Nungguin siapa Gin, mbok tukang jamu ya?" pertanyaan itu menyadarkan Algin.
"Eh kak Juan, ga nungguin siapa-siapa koq" Jawab Algin kikuk.
"Lah 15 menit berdiri tegak dari tadi, emang ngapain?" Protes Juan Abangnya Algin.
__ADS_1
"Oh itu, Aq cuma nyari angin segar aja koq" Jawab Algin ngeles.
"Rumah full AC masih nyari angin di teras? Kamu mau angin yang giman Gin?
"Yah bedalah angin AC dengan angin uara segar" Ucap Algin tak mau kalah.
"Ya beda, kalau anginnya berwujud cowok atletis yang bisa nganterin kamu pulang" goda Juan yang sedari tadi melihat adiknya diantar pulang sama seorang cowok.
"Kakak lihat semua ya?" tanya Algin terkejut dan malu.
Juan tertawa dan menganggukan kepalanya.
"Kak jangan kasih tahu ayah dan ibu ya, please" pinta Algin memelas.
"Gimana ya Gin, soalnya kakak kan takut bohong sama ayah dan ibu" goda Juan kembali.
"Kak tega ya adik perempuan semata wayang ini di interogasi ayah dan ibu kayak di kantor polisi?" tanya Algin membujuk Juan
"Ok kakak tutup mulut, asal kamu kasih tahu siapa cowok itu" jawab Juan memberi kesepakatan.
"Namanya Adam kak, anaknya pak Surya pengurus Sekolah Luar Biasa tempat aq praktek sekarang" terang Algin jujur.
"Lalu kalian cinlok gitu?" tanya Juan tak puas dengan penjelasan adiknya itu.
"Ih mana ada kak, kita cuma teman doank" Bantah Algin malu-malu.
"Oh kalau begitu kalian sedang masa pendekatan ya?" tanya Juan kembali.
"Gak ada loh kak, mana mungkin kak Adam seleranya cewek kayak aq" Bantah Algin gak Pe De.
"Wah kalau begitu cinta bertepuk sebelah tangan donk, kamu suka dia tapi dia gak"
"Oh Tuhan, kakak doanya koq jelek banget sih!" protes Algin kesal.
"Lah pacaran tidak, PDKT tidak, tapi kamu ngeliatin dia terus sampai bengong gitu, apa namanya coba?" tanya Juan mengintrogasi.
"Ahh kakak banyak banget pertanyaannya, kayak ujia PNS aja! Balas Algin ketus
"Ok kakak gak akan tanya lagi. Tapi jangan nyesel ya kalau perasaannya terpendam terus.
"Terserah deh kak, aq mau masuk dulu gerah nih ngajar seharian" Ucap Algin meninggalkan Juan sendiri di teras rumah.
"Adik perempuanku sudah dewasa rupanya" Ucap Juan pelan sambil tersenyum setelah ditinggal Algin.
Pada Sabtu sore...
"Ibu, ayah aq pamit dulu ya" ucap Algin berpamitan kepada kedua orangtuanya.
"Mau kemana ndok?" tanya ibunya sambil meletakkan secangkir kopi di meja depan sang ayah.
"Mau ketemu teman bu, gak lama koq" jawab Algin mengalami ibunya.
"ya sudah hati-hati dijalan dan pulang tempat waktu" pesan ayahnya sambil tersenyum tetap membaca koran.
Setelah Algin pergi..
"Yah, kira-kira Algin pergi sama siapa ya?" tanya Bu Hanum pada pak Heru suaminya.
"Gak tahu bu, lah wong putri kita gak kasih tahu" jawab pak Heru mengangkat pundaknya.
"Iya ya bu" balas pak Heru singkat karena masih asyik membaca koran
"Janga-jangan pak.." ucap bu Hanum mengkode suaminya itu.
Pak Heru pun balas menatap istrinya mengiyakan kode sang istri. Lalu keduanya sama-sama tersenyum penuh makna.
"Aha!" ucap pasangan suami istri itu kompak.
Di sebuah cafe terlihat Algin berjalan masuk sembari celingak-celinguk mencari seseorang.
"Sini Gin!" Sapa suara yang dikenalnya.
"Ah itu kak Adam" ucap Gin dalam hati kegirangan.
"udah lama nunggu ya kak?" tanya Algin basa basi.
"Gak koq cuma beberapa menit, lagian aq yang datang kecepatan" jawab Adam tersenyum.
"Mau pesan apa?" ucap Adam menawarkan menu di cafe itu.
"Teh chamomile aja kak"
"Wah penyuka teh juga ya?" tanya Adam tersenyum.
"Iya kak apalagi teh chamomile, bagus buat relaksasi" jawab Algin mantap.
"Oh ya?" tanya Adam memastikan
"Iya kak! Kalau otakku lagi mumet terus tugas-tugas kuliah numpuk, teh chamomile jadi pilihan terbaik buatku" terang Algin bangga.
"Kalau aq lagi mumet cukup lihat kamu aja sudah adem Gin" ujar Adam menggoda.
"OMG!!" jerit hati Algin klepek-klepek.
"Ish kak Adam kalau belajar ngegombal jangan sama Algin donk, tar aq ngerasa gimana gitu" Elak Algin dengan wajahnya merona.
"Bagus deh kalau ngerasa, aq malah ngarep Gin" tutur Adam jujur.
"Awas ketahuan pacarnya loh, bisa berabe" ucap Algin memancing kejujuran Adam.
"Semoga jawabannya gak ada ya Tuhan" pinta Algin dalam hati.
"Pacar? aq jomblo tulen loh" jawab Adam jujur.
"Yeay!" jerit hati Algin kegirangan.
"Mau daftar gak?" goda Adam nakal.
"Daftar apa kak?" tanya pura-pura gak ngerti.
"Oh ya udah kalau gak ngerti" balas Adam memancing.
Algin paham betul apa yang diucapkan Adam. Tapi dia sangat grogi. Dia gak berani berkata jujur tentang perasaannya kepada Adam.
__ADS_1
Saat keduanya larut dalam pikirannya masing-masing. Tiba-tiba terdengar lagu lama di cafe itu. Lagu cinta yang sempat nge hits di zamannya.
OK by T2
Seandainya kau bilang saja padaku
Apa yang kau rasakan
Tanpa harus kau diam dan diam lagi
Buat ku tak mengerti
Kau datang dan pergi
Seperti sibuk sendiri
Kau suka ku suka
tapi Berputar-putar
Aku tau maumu,
Aku tau maksudmu
Aku mau jawaban
Cukup satu jawaban
Bilang saja Ok
Ku mau dengar Ok.. yeah..
"Aduh lagu ini moment banget buat sikon kami berdua" ucap Algin dalam hati.
"Gak berani jujur yah jadi berputar-putar" Ucap Adam dalam hati.
"Koq diam aja kak? tanya Algin membuyarkan lamunan Adam.
"Ohh lagi asyik mandangin wajah manis kamu" jawab Adam menggoda.
"gombal" ucap tak mau kalah
"Udah sore nih kak, aq pulang ya" ucap Algin kembali menyadarkan Adam bahwa waktu kebersamaan mereka telah habis.
"Aq antar pulang ya" tawar Adam
"Ok!" balas Algin sambil beranjak keluar cafe.
Keduanya keluar dari cafe dengan pikiran masing-masing. Tapi keduanya merasa bahwa waktu kebersamaan di cafe tadi terasa sangat singkat. Ingin lebih lama lagi tapi Algin sudah berjanji pada orangtuanya untuk pulang tepat waktu.
Kemudian suatu sore di taman Sekolah tempat Algin praktek...
"aww pelan-pelan Gin, sakit" pinta Adam sambil meringis kesakitan.
"Tahu sakit harusnya kakak hati-hati" protes Algin sambil mengobati luka Adam.
"Aq kan cuma mau bantuin Dani ngambil layangannya" ucap Adam membela diri.
"Nolongin sih boleh tapi sampai jatuh gini, gimana? omel Algin
"Iya maaf aq gak hati-hati" ucap Adam memelas
"Ya udah jangan diulangi lagi ya! Coba kalau lukanya parah, kena kaki atau tangan gimana? Siapa yang bakal temani anak-anak bernyanyi? Siapa yang menghibur anak-anak? Siapa yang bla..bla..bla..bla
Algin terus saja mengomel. Tanpa dia sadari, sedari tadi percakapan mereka berdua di perhatikan orang lain.
"Aduh bu Algin perhatian banget sama Adam"
Algin menoleh ke arah suara "Eh bu Ana, ini cuma ngobatin luka kak Adam aja koq"
"Yah itu bentuk perhatiannya" ucap bu Ana tersenyum.
"Ah cuma karena rasa kemanusiaan aja koq" Elak Algin gugup.
"Udah jujur aja, kelihatan banget loh" ujar bu Ana menggoda
"Mas Adam juga to the poin donk, cewek itu kan tipe menunggu" ucap bu Ana ke Adam.
"Aq udah coba jujur koq, Algin nya saja yang berputar-putar" balas Adam tersenyum
"Ah ya sudahlah, yang penting jangan sampai nyesal, ya bu Algin" ucap bu Ana kembali menegaskan maksudnya ke Algin.
Bu Ana pun pergi meninggalkan kedua sejoli itu. Algin jadi salah tingkah. Dia bingung harus berkata apa sekarang.
"Jadi semuanya demi siapa?" tanya Adam memecah keheningan.
"Apa maksudnya kak?" Algin malah balik bertanya.
"yah semua aq atau demi anak-anak?" tanya Adam memperjelas maksud pertanyaannya.
Algin pun terdiam. Dia bingung harus jawab apa. Jika jawabannya demi anak-anak, Algin takut mengecewakan Adam. Tapi kalau dia menjawab demi Adam, itu kan sama saja dengan menyatakan perasaan.
"Demi kemanusiaan" jawab Algin sambil berdiri meninggalkan Adam.
"Ahhhh lagi-lagi jawabannya berputar-putar" keluh Adam menghela nafas.
seseorang keluar dari persembunyian...
"Udah deh kamu langsung terus terang aja, namanya juga cewek, tipenya nunggu ditembak" ucap cowok yang keluar dari persembunyiannya.
"Lah dari kemarin sampai tadi juga aq sudah menyatakan perasaanku Don" tutur Adam kepada cowok yang bernama Doni itu.
"Pernyataanmu gak jelas bro! ya jelas saja Algin gak terus terang" protes Doni
"Aq kasih saran ya, tembak dengan pernyataan langsung I Love You. Kalau perlu kayak yang di film-film itu!" timpal Doni menyarankan.
"Kamu yakin Don?" tanya Adam memastikan
"100% bro, aq jamin doi bakal klepek-klepek" jawab Doni mantap.
"Ok deh aq coba, bantuin aq ya merancang caranya" pinta Adam penuh harap
"Sip.. beres bro, yang penting kalian jadian biar gak kelamaan lu ngejomblo, hahaha" jawab Doni sambil tertawa ngakak
__ADS_1
"Sialan Lo!" balas Adam sambil tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.